Menu

Mode Gelap
Keteladanan Rasulullah, Inspirasi Untuk Generasi dan Prestasi Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami 190 Personel Brimob Kaltim Diberangkatkan ke Kalbar Bantu Tangani Karhutla Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN-BMKG Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean

BERITA DAERAH · 20 Jun 2026 18:00 WITA ·

Siswa SRT 24 Samarinda Tampilkan Karya Kreatif di Open House, Asah Keterampilan dan Jiwa Wirausaha


 Wali Asrama SRT 24 Samarinda, Wahidah, mengatakan kegiatan kerajinan tangan ini dilakukan untuk memanfaatkan waktu luang siswa agar lebih produktif dan tidak hanya digunakan untuk bermain. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Wali Asrama SRT 24 Samarinda, Wahidah, mengatakan kegiatan kerajinan tangan ini dilakukan untuk memanfaatkan waktu luang siswa agar lebih produktif dan tidak hanya digunakan untuk bermain. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Kegiatan Open House Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 24 Samarinda yang digelar di lingkungan BPMP Provinsi Kalimantan Timur, Jalan Cipto Mangunkusumo KM 2, Kelurahan Sungai Keledang, Kecamatan Samarinda Seberang, Sabtu (20/6/2026), menampilkan beragam karya kreatif siswa berupa kerajinan tangan yang berhasil menarik perhatian para tamu undangan.

Berbagai hasil karya tersebut menjadi bukti bahwa proses pendidikan di SRT 24 tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga pengembangan keterampilan, kreativitas, serta pembentukan karakter mandiri bagi para siswa.

Wali Asrama SRT 24 Samarinda, Wahidah, menjelaskan bahwa kegiatan pembuatan kerajinan tangan ini berawal dari upaya memanfaatkan waktu luang para siswa agar lebih produktif dan tidak hanya dihabiskan untuk aktivitas bermain.

“Awalnya saya melihat banyak waktu anak-anak yang bisa dimanfaatkan. Daripada hanya bermain, lebih baik dibuat kegiatan yang bermanfaat,” ujarnya.

Menurutnya, ide tersebut kemudian dikembangkan menjadi kegiatan rutin yang bersifat santai dan menyenangkan, sehingga siswa tidak merasa terbebani dalam proses belajar keterampilan.

“Siapa tahu nanti kalau mereka punya waktu luang lagi, keterampilan ini bisa dikembangkan dan jadi tambahan uang jajan,” katanya singkat.

Wahidah mengungkapkan, inspirasi pembuatan berbagai model kerajinan diperoleh dari media sosial seperti YouTube dan TikTok. Dari berbagai platform tersebut, siswa diajak belajar secara mandiri untuk memahami teknik dasar hingga proses pembuatan karya.

“Kalau modelnya kami ambil dari YouTube, TikTok, dan sumber lainnya. Anak-anak juga belajar sambil praktik langsung,” jelasnya.

Ia menambahkan, minat siswa terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi meski tidak seluruhnya diwajibkan untuk mengikuti. Pihak asrama memberikan kebebasan kepada siswa untuk berpartisipasi sesuai minat dan kondisi masing-masing.

“Kami tidak memaksa. Kalau mau membuat, silakan. Nanti hasilnya kami kumpulkan dan dipamerkan,” tambahnya.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter seperti kesabaran, ketelitian, serta rasa percaya diri. Hasil karya yang dihasilkan siswa kemudian ditampilkan dalam kegiatan Open House sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas mereka.

Ke depan, Wahidah berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan melalui pelatihan yang lebih terarah agar kualitas karya siswa semakin meningkat dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Kami masih terus belajar. Harapannya ada pelatihan lebih lanjut supaya hasilnya makin bagus dan bisa dipamerkan tidak hanya di Samarinda, tapi juga di luar daerah,” ujarnya.

a37

Siswi SRT 24 Samarinda, Rani Anggraini (kelas VII A), mengaku antusias mengikuti kegiatan kerajinan tangan dan mampu menghasilkan sekitar tiga karya per hari, tergantung tingkat kesulitan. Foto: Yana Ashari.

Sementara itu, salah satu siswi SRT 24 Samarinda, Rani Anggraini dari kelas VII A, mengaku antusias mengikuti kegiatan pembuatan kerajinan tangan tersebut. Ia menyebut dalam sehari dirinya mampu menghasilkan sekitar tiga karya, tergantung tingkat kesulitannya.

“Kalau satu hari bisa sekitar tiga kerajinan, tergantung tingkat kesulitannya,” kata Rani.

Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membuka peluang ekonomi sederhana bagi para siswa.

“Bisa dapat cuan dari cara membuatnya,” ujarnya singkat sambil tersenyum.

Rani juga berharap kegiatan kerajinan tangan ini dapat terus dikembangkan dan semakin dikenal masyarakat karena bermanfaat dalam mengisi waktu luang dengan hal positif.

“Bisa menghilangkan bosan, dan juga menghibur,” ungkapnya.

Melalui kegiatan Open House ini, SRT 24 Samarinda menunjukkan bahwa pendidikan berbasis asrama tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga mendorong lahirnya generasi kreatif, terampil, dan mandiri melalui berbagai aktivitas produktif yang bernilai ekonomi dan sosial.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polda Kaltim Selidiki 8 Laporan Karhutla, Keterlibatan Korporasi Masih Didalami

25 Agustus 2026 - 10:00 WITA

h21

190 Personel Brimob Kaltim Diberangkatkan ke Kalbar Bantu Tangani Karhutla

25 Agustus 2026 - 09:00 WITA

h20

Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean

24 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h16

Temui Ratusan Sopir, Andi Harun Buka Ruang Evaluasi Fuel Card Solar Subsidi

24 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h15

DPRD Samarinda Dorong Pemerintah Libatkan Sopir dalam Penataan Kupon Solar Subsidi

24 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h14

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat

23 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h13
Trending di BERITA DAERAH