Menu ✖

Mode Gelap
Hadiri Pelantikan PMII Samarinda, Celni Pita Sari Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Distanak Kukar Sediakan Klinik Hewan Gratis, Bisa Periksa hingga Operasi DP2KB Kukar Tegaskan Layanan KB Gratis Tersedia di Puskesmas hingga Rumah Sakit Sunggono Buka Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar 500 Guru Mengaji se-Kukar Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

BERITA DAERAH · 23 Jun 2026 13:00 WITA ·

Komisi II DPRD Samarinda Soroti Dominasi Belanja Internal Disdag, Program Untuk Masyarakat Diminta Diperkuat


 Komisi II DPRD Kota Samarinda menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Perdagangan Kota Samarinda membahas realisasi kegiatan dan keuangan Triwulan II Tahun Anggaran 2026 serta Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) Tahun 2027 di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda, Selasa (23/6/2026). Foto: Yana Ashari. Perbesar

Komisi II DPRD Kota Samarinda menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Perdagangan Kota Samarinda membahas realisasi kegiatan dan keuangan Triwulan II Tahun Anggaran 2026 serta Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) Tahun 2027 di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda, Selasa (23/6/2026). Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Komisi II DPRD Kota Samarinda menyoroti komposisi penggunaan anggaran Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda yang dinilai masih didominasi kegiatan internal organisasi. Evaluasi tersebut mengemuka dalam rapat dengar pendapat (hearing) terkait Laporan Realisasi Kegiatan dan Keuangan Triwulan II Tahun Anggaran 2026 sekaligus pembahasan Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) Tahun 2027 di Ruang Rapat Gabungan Lantai 1 DPRD Kota Samarinda, Selasa (23/6/2026).

Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kota Samarinda, Iswandi, didampingi Wakil Ketua DPRD Rusdi serta anggota Komisi II, Joha Fajal, Sani Bin Husain, dan Viktor Yuan. Hadir pula Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Nurrahmani atau Yama, bersama jajaran.

Dalam pertemuan tersebut, Komisi II mengevaluasi capaian program, realisasi anggaran hingga semester pertama 2026, sekaligus mengkaji arah kebijakan dan kebutuhan anggaran Disdag untuk tahun 2027.

Berdasarkan paparan Disdag, serapan anggaran hingga pertengahan tahun telah mencapai sekitar 54 persen. Namun, Komisi II menilai sebagian besar anggaran masih digunakan untuk kegiatan yang bersifat administratif dan internal, sementara program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat dinilai belum maksimal.

“Anggaran harus lebih banyak menyentuh masyarakat,” tegas Iswandi usai rapat.

Ia mengungkapkan, dari hasil evaluasi yang dilakukan, hampir 90 persen kegiatan yang dipresentasikan merupakan aktivitas internal perangkat daerah. Menurutnya, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian agar kebijakan anggaran benar-benar berorientasi pada pelayanan publik, khususnya bagi pelaku usaha dan masyarakat yang membutuhkan dukungan pemerintah.

Komisi II juga mempertanyakan efektivitas program pengendalian inflasi daerah. Iswandi menilai alokasi anggaran untuk intervensi pasar masih relatif kecil, sementara penyerapannya hampir habis dalam enam bulan pertama.

“Ini harus menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.

Menurutnya, anggaran sekitar Rp200 juta untuk program intervensi inflasi telah terserap hingga sekitar 97 persen, sedangkan sejumlah program lain yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat justru belum menunjukkan realisasi yang optimal.

Selain mengevaluasi serapan anggaran, DPRD turut menyoroti masih adanya kewajiban pembayaran utang yang harus diselesaikan Disdag. Berdasarkan penjelasan yang diterima, sekitar Rp570 juta telah dibayarkan, namun masih tersisa kurang lebih Rp500 juta yang belum terselesaikan.

Iswandi menilai kondisi tersebut berpotensi memengaruhi penyesuaian anggaran maupun pelaksanaan program hingga akhir tahun. Karena itu, apabila rasionalisasi anggaran harus dilakukan, ia meminta agar pemangkasan difokuskan pada kegiatan yang tidak menjadi prioritas.

“Jangan sampai program untuk masyarakat yang dikurangi,” katanya.

Menurutnya, kegiatan yang berkaitan langsung dengan kepentingan pedagang, pelaku UMKM, maupun upaya menjaga stabilitas harga harus tetap menjadi prioritas dalam penyusunan anggaran.

Untuk memperdalam pembahasan, Komisi II DPRD Kota Samarinda memastikan akan menggelar rapat lanjutan bersama Dinas Perdagangan. Pertemuan tersebut dijadwalkan membahas lebih rinci realisasi anggaran semester pertama, penyelesaian kewajiban keuangan, serta penyusunan program kerja dan kebutuhan anggaran tahun 2027 agar lebih efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hadiri Pelantikan PMII Samarinda, Celni Pita Sari Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah

17 Oktober 2026 - 21:00 WITA

o6

Distanak Kukar Sediakan Klinik Hewan Gratis, Bisa Periksa hingga Operasi

17 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o5

DP2KB Kukar Tegaskan Layanan KB Gratis Tersedia di Puskesmas hingga Rumah Sakit

17 Oktober 2026 - 14:00 WITA

o4

Sunggono Buka Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar 500 Guru Mengaji se-Kukar

17 Oktober 2026 - 13:00 WITA

o3

Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

17 Oktober 2026 - 09:30 WITA

o1

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97
Trending di BERITA DAERAH