KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Program Upskilling Guru dan Transformasi Digital Sekolah Tahun 2026 serta Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman resmi dibuka di Gedung GOR Segiri, Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, Selasa (21/7/2026). Kegiatan yang digelar Dinas Pendidikan Kota Samarinda ini diikuti sekitar 1.200 guru jenjang TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi dan Harminsyah, yang menyatakan dukungannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan melalui penguatan kompetensi guru, transformasi digital, dan terciptanya lingkungan belajar yang aman serta nyaman.
Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan peningkatan kapasitas guru menjadi kebutuhan mendesak di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
“Guru harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi agar pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” ujarnya.
Menurut Ismail, transformasi digital di sekolah juga harus didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, seperti laptop, smartboard, dan perangkat pembelajaran lainnya. Hal itu dinilai penting seiring penerapan pembelajaran digital dan mata pelajaran coding di sekolah.
Selain itu, ia mengapresiasi Deklarasi Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai bentuk komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan dan perundungan (bullying).
Ismail juga mengapresiasi kehadiran sekitar 1.200 guru, termasuk dari sekolah-sekolah di kawasan pinggiran. Menurutnya, peningkatan mutu pendidikan harus dirasakan secara merata di seluruh wilayah Kota Samarinda.
“Peningkatan kualitas pendidikan tidak boleh hanya terpusat di sekolah perkotaan. Sekolah di kawasan pinggiran juga harus mendapat perhatian yang sama,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerataan kualitas pendidikan sejalan dengan semangat kebijakan zonasi, baik dari sisi kompetensi guru maupun ketersediaan fasilitas pendukung pembelajaran.
Melalui program ini, DPRD berharap kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh peserta didik di Kota Samarinda.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















