Menu ✖

Mode Gelap
LPADKT-KU Minta Dialog Terbuka Terkait Laporan Masyarakat Adat di Kawasan IKN DAD Kaltim Soroti Laporan Masyarakat Adat Terkait Kampung Dayak Ramadhan IKN Pendapatan PI Migas Menurun, Kukar Dorong Keterlibatan di Blok ENI Pemerintah Sepakati Delapan Langkah Penataan Tahura Bukit Soeharto Kebakaran Lahan Ex HGU PTPN 13 di Marangkayu Diperkirakan Capai 150 Hektare

IKN NUSANTARA · 5 Agu 2026 19:00 WITA ·

Basuki Hadimuljono Lepas 34 Mahasiswa KKN Tematik di IKN, Bekali Pengalaman Nyata Membangun Kota Masa Depan


 Dirangkai dengan kegiatan penanaman pohon sebagai jejak hijau di Nusantara, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono meresmikan penarikan mahasiswa KKN Bersama Kalimantan Universities Consortium (KUC)–Borneo Studies Network (BSN) Tahun 2026, Rabu (5/8/2026). Foto: Humas Otorita IKN. Perbesar

Dirangkai dengan kegiatan penanaman pohon sebagai jejak hijau di Nusantara, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono meresmikan penarikan mahasiswa KKN Bersama Kalimantan Universities Consortium (KUC)–Borneo Studies Network (BSN) Tahun 2026, Rabu (5/8/2026). Foto: Humas Otorita IKN.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, secara resmi menutup sekaligus melepas 34 mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Bersama Kalimantan Universities Consortium (KUC)–Borneo Studies Network (BSN) Tahun 2026 usai menyelesaikan program pengabdian dan magang di lingkungan Otorita IKN, Rabu (5/8/2026).

Program KKN Tematik yang berlangsung sejak 13 Juli hingga 5 Agustus 2026 tersebut menjadi wadah pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengenal proses pembangunan IKN sekaligus memahami tata kelola pemerintahan dalam membangun ibu kota negara baru.

Selama mengikuti program, para mahasiswa ditempatkan di berbagai unit kerja Otorita IKN sesuai bidang keilmuan masing-masing. Mereka terlibat dalam pendampingan di sektor hukum, perencanaan makro, pertanahan, pengendalian penyelenggaraan pemerintahan dan perizinan pembangunan, pelayanan dasar, lingkungan hidup dan penanggulangan bencana, ketahanan pangan, investasi dan kemudahan berusaha, pembiayaan, pembangunan sarana dan prasarana dasar maupun sosial, hingga pengelolaan gedung, kawasan, dan perkotaan.

Dalam sambutannya, Basuki menegaskan bahwa kegiatan KKN tidak boleh dipandang sekadar sebagai kewajiban akademik. Menurutnya, program tersebut merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi dalam proses pembangunan sebuah kota baru.

“Jangan hanya menggugurkan kewajiban. Carilah nilai dan manfaatnya untuk diri sendiri,” ujar Basuki.

Ia berharap pengalaman selama berada di IKN mampu membentuk pola pikir, kemampuan analisis, serta karakter mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja.

Sebanyak 34 mahasiswa yang mengikuti program ini berasal dari tujuh perguruan tinggi, yakni Universitas Kutai Kartanegara, Institut Teknologi Kalimantan, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Mulawarman, Universitas Balikpapan, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. Para peserta berasal dari berbagai disiplin ilmu, seperti agroteknologi, teknik pertambangan, teknik lingkungan, perencanaan wilayah dan kota, teknik sipil, hukum, ekonomi dan bisnis, pertanian, psikologi, manajemen, akuntansi, serta bidang ilmu lainnya.

Mewakili para dosen pembimbing lapangan, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Layanan KKN LPPM Universitas Borneo Tarakan, Anang Sulistyo, S.P., M.P., menyampaikan apresiasi kepada Otorita IKN yang telah membuka ruang belajar bagi mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan.

Menurutnya, KKN Tematik di IKN tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga membentuk karakter, etos kerja, serta tanggung jawab yang menjadi bekal penting bagi mahasiswa di masa depan.

“Mahasiswa belajar langsung tentang dunia kerja, etos, dan tanggung jawab, bukan hanya teori di ruang kuliah,” katanya.

Sementara itu, salah seorang peserta KKN dari Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda, Aleandra Bonita Khansa Werat, mengaku memperoleh pengalaman berharga selama mengikuti program tersebut. Ia menilai KKN Tematik di IKN memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami proses kerja pemerintahan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat dalam mendukung pembangunan Nusantara.

Aleandra mengatakan dirinya turut mempelajari proses penyelarasan regulasi terkait pembangunan IKN dengan berbagai peraturan perundang-undangan lainnya sebagai bagian dari pembentukan sistem pemerintahan khusus di Nusantara.

“Program ini memberikan pengalaman yang sangat berharga karena kami bisa belajar langsung di lingkungan pemerintahan dan memahami proses pembangunan IKN,” ujarnya.

Melalui program KKN Bersama KUC–BSN Tahun 2026 ini, Otorita IKN berharap sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah terus diperkuat sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan siap berkontribusi dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota masa depan Indonesia.

 

Sumber: Humas Otorita Ibu Kota Nusantara
@2026
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemerintah Sepakati Delapan Langkah Penataan Tahura Bukit Soeharto

1 Oktober 2026 - 15:00 WITA

l65

Hakim Agung Tinjau IKN, Sebut Pembangunan Kawasan Yudikatif Terus Berjalan

1 Oktober 2026 - 09:00 WITA

l53

Basuki Sambut Mahasiswa Angkatan Pertama Universitas Gunadarma IKN

1 Oktober 2026 - 08:30 WITA

l50

Festival Cabai Nusantara 2026 Hadir Di IKN, Dorong Ketahanan Pangan Dan Ekonomi Lokal

27 September 2026 - 10:00 WITA

l11

Otorita IKN Kedepankan Dialog, Warga Sukarela Tinggalkan Kawasan Tahura Bukit Soeharto

27 September 2026 - 09:00 WITA

l10

ITS Juara Umum KRTI 2026 di IKN, Dominasi Dua Divisi dan Bawa Pulang Piala Danadyaksa Dirgantara

26 September 2026 - 15:00 WITA

l9
Trending di IKN NUSANTARA