KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan sejumlah program yang belum terlaksana hingga memasuki akhir tahun anggaran 2026 akan terus dikejar penyelesaiannya. Langkah tersebut dilakukan agar program yang telah direncanakan dapat direalisasikan secara optimal sesuai waktu dan kemampuan pelaksanaan.
Kepala Dispar Kukar, Awang Agus Dharmawan, mengatakan penyesuaian anggaran pada perubahan APBD 2026 tidak disertai dengan penambahan program baru. Perubahan yang dilakukan hanya berupa pergeseran anggaran untuk menyesuaikan kebutuhan pelaksanaan kegiatan yang sudah direncanakan.
“Perubahan anggaran hanya berupa pergeseran, tidak ada kegiatan atau anggaran baru,” ujar Awang Agus Dharmawan, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, pergeseran tersebut dilakukan agar alokasi anggaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin terbatas, Dispar Kukar akan memprioritaskan sejumlah pekerjaan yang masih memungkinkan untuk diselesaikan hingga akhir 2026.
Awang menegaskan, program yang sebelumnya belum berjalan tetap menjadi perhatian perangkat daerah. Pihaknya akan mengevaluasi kesiapan masing-masing kegiatan, termasuk dari sisi waktu dan teknis pelaksanaan, sebelum menentukan langkah percepatan.
“Program yang belum berjalan akan kita upayakan untuk dilaksanakan,” tegasnya.
Ia menyebut masih terdapat sejumlah item pekerjaan yang harus diselesaikan. Apabila secara teknis dan waktu masih memungkinkan, Dispar Kukar akan mendorong agar pekerjaan tersebut dapat direalisasikan sebelum tahun anggaran 2026 berakhir.
“Kalau masih memungkinkan diselesaikan tahun ini, akan kita kejar,” jelas Awang.
Perawatan Fasilitas Wisata Tetap Jadi Prioritas
Selain mengejar program yang belum terlaksana, Dispar Kukar tetap menjalankan pemeliharaan terhadap sejumlah fasilitas pariwisata. Perawatan dinilai penting untuk memastikan fasilitas yang menjadi bagian dari destinasi wisata tetap bersih, aman, dan dapat digunakan untuk mendukung aktivitas wisata masyarakat.
Salah satu kawasan yang mendapat perhatian ialah Pulau Kumala. Dispar Kukar secara rutin mengalokasikan anggaran untuk kebutuhan kebersihan serta jasa keamanan di kawasan tersebut.
Awang mengatakan pemeliharaan fasilitas tidak dapat dihentikan karena berkaitan langsung dengan kenyamanan dan keamanan pengunjung maupun keberlangsungan aktivitas di kawasan wisata.
“Perawatan fasilitas tetap dilakukan, termasuk kebersihan dan keamanan Pulau Kumala,” ungkapnya.
Kolaborasi Pengembangan Arbizz Space
Sementara itu, terkait pengembangan Arbizz Space di sekitar kawasan Tohima, Awang menjelaskan bahwa pengelolaan kawasan tersebut berada di bawah Dinas Koperasi dan UKM Kukar. Meski demikian, Dispar tetap membuka ruang kolaborasi karena keberadaan kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, sinergi lintas perangkat daerah diperlukan untuk mengoptimalkan potensi kawasan, terutama dalam mendukung aktivitas masyarakat, menarik kunjungan wisatawan, serta mengembangkan kegiatan ekonomi kreatif.
Dispar Kukar juga akan terus memantau data kunjungan wisatawan sebagai salah satu indikator untuk melihat perkembangan sektor pariwisata daerah. Data tersebut dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan kebijakan dan program pariwisata berikutnya.
Awang menambahkan, seluruh pekerjaan yang masih tersisa akan terus dipetakan dan didorong penyelesaiannya. Namun, pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kesiapan teknis, waktu yang tersedia, serta ketentuan dalam pelaksanaan anggaran.
“Yang masih bisa diselesaikan tahun ini akan kita upayakan,” pungkasnya.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















