KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur, terus melakukan efisiensi anggaran di tengah keterbatasan ruang fiskal daerah. Salah satu langkah yang ditempuh yakni menekan belanja perjalanan dinas dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital untuk rapat dan koordinasi pemerintahan.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr Ir H Bagus Susetyo, MM., mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu strategi untuk mengurangi perjalanan dinas yang dinilai tidak selalu harus dilakukan secara tatap muka.
Menurutnya, sejumlah agenda koordinasi antarlembaga maupun pemerintahan dapat dilaksanakan melalui konferensi video, seperti Zoom, sehingga pejabat dan aparatur tidak harus melakukan perjalanan ke luar daerah. Selain lebih praktis, langkah tersebut dinilai dapat menghemat anggaran perjalanan dinas.
“Perjalanan dinas kita efektifkan. Kalau koordinasi bisa dilakukan melalui Zoom, tidak perlu selalu ke luar kota,” kata Bagus, Rabu (7/10/2026).
Ia menegaskan, kebijakan efisiensi anggaran bukan berarti Pemkot Balikpapan mengurangi program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pemerintah justru berupaya mengatur kembali penggunaan anggaran agar program prioritas tetap berjalan meski kondisi fiskal daerah menghadapi keterbatasan.
Sejumlah program yang tetap menjadi perhatian pemerintah daerah di antaranya Sekolah Rakyat, Sekolah Nasional Terintegrasi, dan Koperasi Merah Putih. Program tersebut diharapkan tetap dapat dilaksanakan secara optimal dengan pengelolaan anggaran yang lebih selektif dan efisien.
Bagus menjelaskan, efisiensi juga perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga aktivitas perekonomian di Kota Balikpapan. Karena itu, Pemkot tetap mendorong pelaksanaan kegiatan berskala nasional maupun agenda organisasi yang berpotensi mendatangkan peserta dari luar daerah.
Menurutnya, kegiatan dengan jumlah peserta besar dapat memberikan dampak ekonomi berantai bagi berbagai sektor. Mulai dari perhotelan, restoran, kuliner, transportasi hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Minggu depan ada Persatuan Dokter Hewan Indonesia yang mengadakan seminar di Balikpapan,” ujarnya.
Selain kegiatan tersebut, Bagus menyebut agenda organisasi dan komunitas yang menghadirkan ratusan peserta juga dapat membantu menjaga perputaran ekonomi daerah. Salah satunya kegiatan generasi Gereja Toraja yang diperkirakan dihadiri sekitar 500 hingga 800 peserta.
“Kegiatan seperti itu tetap kita dorong karena berdampak terhadap ekonomi Balikpapan,” katanya.
Tunjangan ASN Diupayakan Tetap Terjaga
Di sisi lain, Bagus menyampaikan bahwa efisiensi belanja pegawai juga menjadi bagian dari penataan keuangan daerah. Namun, Pemkot Balikpapan berupaya agar langkah tersebut tidak berdampak pada pemotongan tunjangan bagi aparatur sipil negara (ASN).
Ia mengatakan, pemerintah daerah juga berpotensi memperoleh ruang fiskal baru mulai 2027 seiring rencana pengalihan pembiayaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) kepada pemerintah pusat.
Apabila kebijakan tersebut terealisasi, beban belanja pegawai yang sebelumnya harus ditanggung daerah dapat berkurang. Dengan demikian, terdapat peluang bagi Pemkot Balikpapan untuk mengalokasikan sebagian anggaran ke kebutuhan pembangunan dan pelayanan publik lainnya.
“Harapannya, dengan adanya tanggungan dari pemerintah pusat, daerah memiliki ruang fiskal untuk mendukung kebutuhan lainnya,” tutur Bagus.
Pemkot Balikpapan pun berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi belanja pemerintahan, keberlanjutan program prioritas, serta aktivitas ekonomi daerah. Strategi tersebut diharapkan dapat memastikan keterbatasan anggaran tidak menghambat pelayanan publik sekaligus tetap memberikan ruang bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
ADV Diskominfo Kota Balikpapan Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















