KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Institut Teknologi Kalimantan (ITK) memasuki usia ke-12 dengan tekad memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia, teknologi, dan inovasi untuk Kalimantan serta Indonesia.
Momentum tersebut ditandai dengan pelaksanaan Sidang Senat Terbuka Dies Natalis ke-12 ITK yang berlangsung di Auditorium Gedung Laboratorium Terpadu I ITK, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (8/10/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang hadir sebagai orator ilmiah.
Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “ITK untuk Kalimantan dan Indonesia yang Maju serta Sejahtera”, AHY mendorong ITK mengambil peran lebih besar dalam menyiapkan sumber daya manusia dan teknologi yang dibutuhkan Indonesia.
Menurut AHY, pembangunan tidak cukup hanya bertumpu pada kekayaan sumber daya alam. Kemajuan daerah dan bangsa juga sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, penguasaan teknologi, kemampuan berinovasi, serta kesiapan menghadapi perubahan.
Ia mengingatkan bahwa ITK sejak awal didirikan dengan semangat memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi. Karena itu, perjalanan institusi tersebut harus terus dikaitkan dengan kebutuhan pembangunan nasional dan perkembangan Kalimantan.
“Jangan sampai melupakan sejarah. ITK sejak awal dibangun untuk memperkuat SDM teknologi,” ujar AHY.
AHY juga menyoroti pentingnya peningkatan sumber daya manusia berbasis sains, teknologi, teknik, dan matematika atau STEM. Berdasarkan data yang dipaparkannya, proporsi SDM berbasis STEM Indonesia masih berada di kisaran 20 persen, lebih rendah dibandingkan Malaysia sekitar 43,5 persen dan China 41 persen.
Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perguruan tinggi teknologi untuk memperkuat kualitas pendidikan dan menghasilkan talenta yang mampu menjawab kebutuhan industri serta pembangunan.
“Perguruan tinggi teknologi memiliki posisi strategis untuk menjawab kebutuhan SDM tersebut,” katanya.
ITK Didorong Jadi Penggerak Teknologi Kalimantan
AHY menilai posisi Kalimantan semakin strategis dalam peta pembangunan Indonesia. Kalimantan tidak lagi hanya dipandang sebagai kawasan yang memiliki kekayaan sumber daya alam, tetapi juga diarahkan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru dan laboratorium transformasi nasional.
Transformasi tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari pengembangan energi, hilirisasi industri, ekonomi hijau, ekonomi maritim, hingga pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam konteks tersebut, AHY berharap ITK mampu menjadi salah satu penggerak utama pengembangan teknologi dan inovasi yang sesuai dengan karakter serta kebutuhan Kalimantan.
“ITK diharapkan menjadi engine of technology, innovation and transformation bagi Kalimantan dan Indonesia,” katanya.
Kepada mahasiswa, AHY juga menitipkan lima bekal penting dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045, yakni kompetensi, karakter, kreativitas, kolaborasi, dan kepemimpinan.
Kelima aspek tersebut dinilai penting agar lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu beradaptasi, bekerja sama, menciptakan inovasi, serta mengambil peran dalam pembangunan.
ITK Dorong Dukungan Pengembangan Kampus
Di tengah momentum Dies Natalis ke-12, Rektor ITK, Prof. Dr. Agus Rubiyanto, turut menyampaikan sejumlah kebutuhan pengembangan kampus kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Salah satu yang menjadi perhatian yakni kebutuhan lahan kampus yang hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi sesuai dengan komitmen awal. Menurut Agus, ketersediaan lahan menjadi bagian penting untuk mendukung pengembangan fasilitas pendidikan dan aktivitas akademik ITK ke depan.
Ia berharap pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat ikut mengawal pemenuhan kebutuhan tersebut sehingga ITK memiliki ruang yang memadai untuk berkembang.
Selain gedung perkuliahan dan fasilitas akademik, Agus juga menyoroti kebutuhan pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk gerbang utama kampus.
“Gerbang bukan sekadar bangunan, tetapi menjadi monumen penyambutan bagi talenta terbaik bangsa,” ujar Agus.
Usulan tersebut mendapat respons positif dari Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud. Ia menyatakan Pemprov Kaltim siap mengawal rencana pembangunan gerbang ITK dan membahas pemenuhannya bersama pemerintah pusat serta pihak kampus.
Dukungan tersebut juga mencakup aspek penganggaran sesuai kemampuan dan ketentuan yang berlaku.
“Dua belas tahun adalah perjalanan penting. Usianya boleh muda, tetapi bobotnya berkelas,” kata Rudy.
Rudy berharap ITK semakin mampu menarik minat generasi muda Kalimantan Timur untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang teknologi. Ia juga mendorong agar semakin banyak anak muda daerah memilih ITK sebagai tempat mengembangkan kompetensi dan mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan dunia kerja.
Saat ini, ITK memiliki ribuan mahasiswa aktif, ratusan dosen dan tenaga kependidikan, serta 27 program studi.
Empat Institut Teknologi Bentuk Konsorsium ITX
Dies Natalis ke-12 ITK juga menjadi momentum peluncuran simbolis ITX, konsorsium yang mempertemukan empat institut teknologi negeri, yakni ITK, Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Institut Teknologi Sumatera (ITERA).
Peluncuran dilakukan oleh jajaran pimpinan perguruan tinggi terkait dan turut disaksikan Gubernur serta Wakil Gubernur Kaltim bersama Menko AHY.
ITX dirancang sebagai wadah kolaborasi antarperguruan tinggi teknologi dalam memperkuat pendidikan, penelitian, hilirisasi inovasi, serta hubungan dengan dunia industri.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong hasil penelitian agar tidak berhenti di lingkungan laboratorium, tetapi berkembang menjadi produk dan teknologi yang memiliki nilai tambah serta dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri.
Masing-masing institut dalam konsorsium tersebut memiliki fokus pengembangan berdasarkan keunggulan dan karakter wilayahnya.
ITB diarahkan pada pengembangan advanced manufacturing, energi baru, dan semikonduktor melalui Bandung Tech Valley. ITS mengambil fokus pada otomasi industri, robotika, dan kendaraan listrik melalui Maritime & Automation Hub.
Sementara ITERA diarahkan memperkuat energi terbarukan, agroindustri, dan bioekonomi melalui Sumatera Energy & Bioindustry Park.
Adapun ITK mengambil posisi strategis dalam pengembangan teknologi pesisir, perikanan digital, dan energi maritim melalui konsep Kalimantan Pesisir Tech Hub.
Fokus tersebut dinilai relevan dengan karakter Kalimantan yang memiliki wilayah pesisir luas serta potensi kelautan dan maritim yang besar.
Dalam rancangan pengembangannya, ITX menargetkan pembangunan empat pusat pengembangan teknologi hingga mencapai Technology Readiness Level (TRL) 8–9, yakni tahap yang semakin mendekati kesiapan komersialisasi.
Konsorsium tersebut juga menargetkan pengembangan 150 produk teknologi siap pasar, melahirkan 20 perusahaan rintisan berbasis teknologi mendalam atau deep-tech startup, serta memberikan pelatihan dan sertifikasi industri kepada 5.000 SDM bidang teknologi.
Selain itu, ITX akan mengembangkan InnoHub ITX, sebuah platform digital yang dirancang untuk mempertemukan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan industri dan peluang investasi.
Bagi ITK, konsorsium tersebut membuka peluang memperluas jejaring riset sekaligus memperkuat hubungan antara inovasi kampus dengan kebutuhan industri.
Perkuat Peran ITK di Tengah Transformasi Kalimantan
Memasuki usia ke-12, ITK ingin memperluas perannya dari institusi pendidikan menjadi pusat pengetahuan, inovasi, kewirausahaan, sekaligus penyedia solusi teknologi bagi Kalimantan.
Kehadiran ITX menjadi salah satu instrumen untuk mendukung tujuan tersebut. Kolaborasi empat institut teknologi diharapkan mampu mempertemukan keunggulan masing-masing kampus sehingga kegiatan riset dan inovasi dapat berkembang dalam ekosistem yang lebih terintegrasi.
Bagi Kalimantan Timur, penguatan peran ITK juga memiliki arti strategis. Daerah ini tengah menghadapi berbagai perubahan akibat pembangunan IKN, pengembangan industri, hilirisasi, transisi energi, serta pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Karena itu, perguruan tinggi teknologi dituntut mampu menghasilkan lulusan dan inovasi yang selaras dengan kebutuhan pembangunan kawasan.
Rangkaian Dies Natalis ke-12 ITK kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada dosen dan mahasiswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pencapaian sivitas akademika.
Perayaan tersebut sekaligus menjadi penanda perjalanan 12 tahun ITK dalam memperkuat kapasitas institusi. Ke depan, kampus diharapkan tidak hanya terus bertumbuh secara akademik, tetapi juga mampu melahirkan sumber daya manusia, pengetahuan, dan teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi Kalimantan dan Indonesia.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















