Menu ✖

Mode Gelap
Bupati Kukar Dorong Solusi Atasi Pemadaman Listrik, Usulkan PLTU Mulut Tambang Andi Yusri Pimpin DPMPTSP Balikpapan, Fokus Perkuat Pelayanan dan Iklim Investasi Pemkab Kukar Perkuat Gerakan Etam Mengaji, Dorong ASN Budayakan Membaca Al-Qur’an Anhar Soroti Truk Bermuatan Berat Lewati Jalan Kampung di Bukuan, Minta Dishub Bertindak Tegas Turap Taman Musik Tenggarong Bergeser 50 Sentimeter, DPRD Kukar Dorong Kajian Teknis Menyeluruh

BERITA DAERAH · 3 Nov 2026 16:00 WITA ·

Atasi Dampak Kekeringan, Pemkot Balikpapan Bangun 12 Sumur Bor untuk Petani


 Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih, menyebut keterbatasan air saat musim kemarau meningkatkan biaya produksi dan berpotensi menekan produktivitas pertanian. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih, menyebut keterbatasan air saat musim kemarau meningkatkan biaya produksi dan berpotensi menekan produktivitas pertanian. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memperkuat upaya mengatasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian dengan membangun sumur bor di sejumlah kawasan produksi. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air bagi petani, terutama saat musim kemarau yang berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman dan menurunkan hasil panen.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, pemerintah membangun fasilitas sumur bor di 12 titik yang tersebar di kawasan pertanian. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan tandon air dan diberikan kepada 11 kelompok tani serta satu kelompok pembudidaya ikan.

Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih, mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi petani ketika musim kemarau. Tanaman tetap membutuhkan pasokan air yang cukup agar dapat tumbuh optimal dan menghasilkan panen.

Menurutnya, keterbatasan sumber air selama ini membuat sebagian petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan biaya produksi, tetapi juga berpotensi menekan produktivitas pertanian.

“Sebagian petani harus membeli air sendiri, sementara penyiraman tanaman tidak bisa dihentikan,” ujar Sri Wahyuningsih, Selasa (3/11/2026).

Sri menjelaskan, keterbatasan air dapat berdampak signifikan terhadap hasil produksi. Pada sejumlah petani, penurunan produksi bahkan diperkirakan mencapai sekitar 60 persen dibandingkan kondisi normal.

Penurunan produktivitas tersebut kemudian berpengaruh terhadap pendapatan petani. Di sisi lain, biaya operasional meningkat karena petani harus menyediakan anggaran tambahan untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman.

Kondisi itu juga dapat berpengaruh terhadap harga komoditas pertanian di tingkat pasar. Ketika biaya produksi meningkat dan hasil panen menurun, petani berpotensi menyesuaikan harga jual untuk menutupi biaya operasional.

“Ketika biaya produksi naik akibat kekeringan, harga sayuran di pasar juga bisa ikut terdampak,” jelasnya.

Untuk mengurangi beban tersebut, DKP3 Balikpapan mulai merealisasikan pembangunan sumur bor yang dilengkapi tandon air. Infrastruktur tersebut ditempatkan di sekitar lahan usaha pertanian agar sumber air dapat dimanfaatkan secara langsung oleh kelompok penerima.

Dari 12 titik pembangunan, sembilan titik berada di wilayah Balikpapan Timur dan dua titik berada di kawasan Karang Joang. Sementara satu titik lainnya tersebar di kawasan pertanian penerima bantuan lainnya.

“Sumur bor dibangun di lahan pertanian agar bisa langsung dimanfaatkan kelompok tani di sekitarnya,” kata Sri.

Menurut Sri, pembangunan seluruh fasilitas saat ini masih dalam proses pengerjaan. Pemkot Balikpapan menargetkan pembangunan sumur bor dan tandon air tersebut dapat rampung pada minggu ketiga November 2026.

“Semua masih dikerjakan dan ditargetkan selesai minggu ketiga November,” ungkapnya.

Dengan adanya fasilitas tersebut, petani diharapkan tidak lagi terlalu bergantung pada pasokan air dari luar kawasan pertanian. Ketersediaan sumber air yang lebih dekat dengan lahan dapat membantu memenuhi kebutuhan penyiraman dengan biaya yang lebih terkendali.

Keberadaan tandon juga memungkinkan air ditampung dan digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan tanaman. Dengan demikian, fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya membantu menghadapi kondisi kekeringan saat ini, tetapi juga memperkuat ketahanan sektor pertanian menghadapi perubahan kondisi cuaca.

Sri berharap kelompok penerima bantuan dapat memanfaatkan sekaligus menjaga fasilitas tersebut secara optimal agar keberadaannya dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Pemkot Balikpapan menilai ketersediaan air merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian. Penguatan infrastruktur pendukung di kawasan produksi diharapkan mampu menekan biaya operasional petani sekaligus menjaga keberlangsungan produksi pangan dan sayuran lokal.

Melalui pembangunan sumur bor di sejumlah kawasan tersebut, pemerintah berharap dampak kekeringan terhadap produksi pertanian dan harga komoditas dapat ditekan. Di sisi lain, petani diharapkan memiliki sumber air yang lebih mudah diakses sehingga aktivitas budidaya tetap berjalan meski menghadapi musim kemarau.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bupati Kukar Dorong Solusi Atasi Pemadaman Listrik, Usulkan PLTU Mulut Tambang

3 November 2026 - 21:00 WITA

Tambahkan sedikit teks isi 8

Andi Yusri Pimpin DPMPTSP Balikpapan, Fokus Perkuat Pelayanan dan Iklim Investasi

3 November 2026 - 20:00 WITA

Tambahkan sedikit teks isi 7

Pemkab Kukar Perkuat Gerakan Etam Mengaji, Dorong ASN Budayakan Membaca Al-Qur’an

3 November 2026 - 19:00 WITA

Tambahkan sedikit teks isi 6

Anhar Soroti Truk Bermuatan Berat Lewati Jalan Kampung di Bukuan, Minta Dishub Bertindak Tegas

3 November 2026 - 18:00 WITA

Tambahkan sedikit teks isi 5

Turap Taman Musik Tenggarong Bergeser 50 Sentimeter, DPRD Kukar Dorong Kajian Teknis Menyeluruh

3 November 2026 - 17:00 WITA

Tambahkan sedikit teks isi 3

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Pernikahan Usia Anak hingga Perceraian, Gandeng Pengadilan Agama

3 November 2026 - 15:00 WITA

Tambahkan sedikit teks isi 2
Trending di BERITA DAERAH