Menu

Mode Gelap
Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Celni Pita Sari Apresiasi Sinergi Polri Jaga Kondusivitas Samarinda Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara ke-80 Wawali Balikpapan: Perempuan Berdaya Jadi Kunci Ketahanan Keluarga dan Penggerak Ekonomi BPPRD Balikpapan Hadirkan e-Contengan, Bayar Pajak Kini Cukup Lewat Gawai Disdikbud Balikpapan Perketat Verifikasi SPMB 2026, Cegah Kecurangan dengan Sistem Berlapis

BERITA DAERAH · 2 Sep 2024 14:15 WITA ·

Kepala Dinas Pertanian Andi Traso Diharto Akui “Petani Milenial” Masih Minim di PPU


 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Andi Traso Diharto (Foto : Dok Pemkab PPU) Perbesar

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Andi Traso Diharto (Foto : Dok Pemkab PPU)

KUMALANEWS.ID, PENAJAM – Program petani milenial di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), saat ini terbilang masih menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pertanian PPU.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Andi Traso Diharto, saat dijumpai di sela-sela kegiatannya, pada Senin (2/9/2024).

“Ditengah gencarnya program-program dan bantuan untuk pertanian di Kabupaten PPU, program petani milenial sendiri di PPU terbilang masih menjadi PR untuk Dinas Pertanian,” ungkap Andi Traso Diharto.

Dalam hal itu, Andi Traso Diharto mengaku  bahwa program petani milenial masih sangatlah minim akan peminat, apalagi kelangkaan pupuk yang kerap terjadi kian menambah surutnya generasi muda di Penajam Paser Utara untuk terjun kedunia pertanian.

“Petani milenial di PPU masih sangat kecil, bahkan untuk data kami sendiri di PPU itu hanya mencapai 10-15 persen saja,” Andi Traso Diharto.

Lebih lanjut Andi Traso Diharto mengemukakan bahwa, persoalan pupuk kerap menjadi masalah. Oleh sebab itu, saat ini Dinas Pertanian terus rutin terjun langsung ke masyarakat untuk mensosialisasikan penggunaan pupuk-pupuk organik.

Tak hanya itu, Andi Traso Diharto juga menyebut bahwa rata-rata petani milenial yang ada di Benuo Taka menanam tanaman Holtikultura, seperti sayur-sayuran, cabe, tomat dan lainnya. Sehingga penggunaan pupuk organik dapat membantu meningkatkan hasil pertanian yang lebih efisien.

“Kita akan membina dan membimbing petani milenial untuk menggunakan pupuk organik, jangan berfokus ke pupuk kimia,” tegas Andi Traso Diharto.

“Dengan dibantu perpanjangan tangan petugas dilapangan, nantinya yang akan memberikan pembelajaran dan edukasi bagi petani milenial di PPU,” tutup Andi Traso Diharto.(adv)

Artikel ini telah dibaca 235 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Celni Pita Sari Apresiasi Sinergi Polri Jaga Kondusivitas Samarinda

1 Juli 2026 - 21:00 WITA

a191

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara ke-80

1 Juli 2026 - 20:00 WITA

a190

Wawali Balikpapan: Perempuan Berdaya Jadi Kunci Ketahanan Keluarga dan Penggerak Ekonomi

1 Juli 2026 - 19:00 WITA

a181

BPPRD Balikpapan Hadirkan e-Contengan, Bayar Pajak Kini Cukup Lewat Gawai

1 Juli 2026 - 18:00 WITA

a180

Disdikbud Balikpapan Perketat Verifikasi SPMB 2026, Cegah Kecurangan dengan Sistem Berlapis

1 Juli 2026 - 17:00 WITA

a179

Inspektorat Balikpapan Perketat Pengawasan SPMB 2026, Buka Posko Aduan Cegah Kecurangan

1 Juli 2026 - 16:00 WITA

a178
Trending di BERITA DAERAH