Menu

Mode Gelap
Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Celni Pita Sari Apresiasi Sinergi Polri Jaga Kondusivitas Samarinda Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara ke-80 Wawali Balikpapan: Perempuan Berdaya Jadi Kunci Ketahanan Keluarga dan Penggerak Ekonomi BPPRD Balikpapan Hadirkan e-Contengan, Bayar Pajak Kini Cukup Lewat Gawai Disdikbud Balikpapan Perketat Verifikasi SPMB 2026, Cegah Kecurangan dengan Sistem Berlapis

BERITA DAERAH · 3 Sep 2024 12:15 WITA ·

Pemkab PPU Sosialisasikan Pengukuran Indeks Kebijakan Kabupaten


 Pj. Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun, saat memberikan arahan dalam kegiatan sosialisasi pengukuran indeks kebijakan Kabupaten (Foto : Dok Pemkab PPU) Perbesar

Pj. Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun, saat memberikan arahan dalam kegiatan sosialisasi pengukuran indeks kebijakan Kabupaten (Foto : Dok Pemkab PPU)

KUMALANEWS.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pengukuran indeks kebijakan Kabupaten PPU, pada Selasa (3/9/2024).

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai III Kantor Bupati PPU, dan dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Bupati PPU Makmur Marbun, serta didampangi  Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda PPU, Ainie.

Pada kesempatan itu juga, turut hadir Kepala Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Kajian Desentralisasi dan Otonomi Daerah – Lembaga Administrasi Negara (Puslatbang KDOD LAN), Muhammad Aswad, serta para pejabat di lingkungan Pemkab PPU.

Pj. Bupati Penajam Paser Utara Makmur Marbun mengatakan, sosialisasi ini sebagai wujud memantapkan komitmen kinerja dalam rangka meningkatkan pelaksanaan reformasi birokrasi di Pemerintah Daerah Kabupaten PPU.

Menurutnya, dari hasil pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) tahun 2023 secara nasional mengalami peningkatan cukup signifika,  jika dibandingkan dengan tahun 2021 lalu.

“Tahun 2021 yang lalu hanya 40 persen, dan jumlah partisipasi instansi pusat dan daerah yang mengikuti pengukuran IKK juga meningkat 97 persen,” ungkap Makmur Marbun.

Tak hanya itu, Makmur Marbun juga menyebut bahwa masih banyak kebijakan dan regulasi yang diterbitkan hanya sebagai syarat pemenuhan penilaian Indikator Kinerja Utama (IKU), yang menekankan pada jumlah serta kuantitas regulasi yang dibuat, bukan pada kualitas kebijakan tersebut.

Oleh karena itu, untuk mendorong setiap kebijakan publik perlu disertai evidence based yang kuat, inovatif, partisipatif kelompok kepentingan dan komunikatif sebagai modal utama dalam mengupayakan kebijakan publik yang berkualitas.

“Setiap kebijakan publik perlu disertai evidence based yang kuat, inovatif, partisipatif kelompok kepentingan dan komunikatif sebagai modal utama dalam mengupayakan kebijakan publik yang berkualitas,” tutup Makmur Marbun.(adv)

Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Celni Pita Sari Apresiasi Sinergi Polri Jaga Kondusivitas Samarinda

1 Juli 2026 - 21:00 WITA

a191

Ketua DPRD Samarinda Apresiasi Pengabdian Polri di Hari Bhayangkara ke-80

1 Juli 2026 - 20:00 WITA

a190

Wawali Balikpapan: Perempuan Berdaya Jadi Kunci Ketahanan Keluarga dan Penggerak Ekonomi

1 Juli 2026 - 19:00 WITA

a181

BPPRD Balikpapan Hadirkan e-Contengan, Bayar Pajak Kini Cukup Lewat Gawai

1 Juli 2026 - 18:00 WITA

a180

Disdikbud Balikpapan Perketat Verifikasi SPMB 2026, Cegah Kecurangan dengan Sistem Berlapis

1 Juli 2026 - 17:00 WITA

a179

Inspektorat Balikpapan Perketat Pengawasan SPMB 2026, Buka Posko Aduan Cegah Kecurangan

1 Juli 2026 - 16:00 WITA

a178
Trending di BERITA DAERAH