Menu ✖

Mode Gelap
Selamat Ulang Tahun Ke-55 H. Viktor Yuan, S.H., M.H. Hadiri Pelantikan PMII Samarinda, Celni Pita Sari Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Distanak Kukar Sediakan Klinik Hewan Gratis, Bisa Periksa hingga Operasi DP2KB Kukar Tegaskan Layanan KB Gratis Tersedia di Puskesmas hingga Rumah Sakit Sunggono Buka Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar 500 Guru Mengaji se-Kukar

BERITA DAERAH · 2 Okt 2024 16:15 WITA ·

Pemekaran Wilayah, Sekda PPU Tohar : Masih Menunggu Penetapan


 Sekretaris Daerah Penajam Paser Utara, Tohar Perbesar

Sekretaris Daerah Penajam Paser Utara, Tohar

KUMALANEWS.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) akan melakukan pemekaran sejumlah wilayah. Hal itu dilakukan, pasca wilayah Kecamatan Sepaku, Kabupaten PPU bergabung menjadi bagian wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Saat ini kami masih menunggu penetapan jumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Sepaku yang masuk kawasan IKN untuk penataan wilayah pemekaran,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar, saat ditemui pada Rabu (2/10/2024).

“Terdapat 11 desa dan empat kelurahan, di Kecamatan Sepaku yang akan masuk wilayah pengembangan IKN. Tetapi diperkirakan tidak semua wilayah masuk Ibu kota nusantara (IKN),” sambung Tohar.

Lebih lanjut Tohar mengemukakan, apabila Kecamatan Sepaku masuk dan diambil alih Otorita IKN, Kabupaten PPU hanya akan memiliki tiga kecamatan yaitu Kecamatan Penajam, Kecamatan Waru, dan Kecamatan Babulu. Sementara syarat minimal suatu daerah menjadi daerah otonom, yakni minimal memiliki empat kecamatan.

Baca juga Cegah Epidemiologi Akibat Nyamuk Malaria, Dinkes PPU Salurkan 60 Ribu Kelambu Kepada Masyarakat https://kumalanews.id/2024/10/02/cegah-epidemiologi-akibat-nyamuk-malaria-dinkes-ppu-salurkan-60-ribu-kelambu-kepada-masyarakat/

Oleh karenanya pemekaran memang sebuah keharusan, namun masih harus melihat daerah yang akan ditetapkan.

“Pemkab PPU merencanakan untuk menambah kecamatan menjadi tujuh kecamatan, proses terus berjalan beriringan dengan proses pemekaran desa,” ungkapnya.

Tohar juga menyebut bahwa, dari jumlah desa nantinya akan disesuaikan, agar memenuhi jumlah desa dalam satu kecamatan, sesuai saran badan perencanaan pembangunan nasional (Bappenas), yang berfokus pada aspek-aspek tertentu seperti jumlah penduduk, aspek wilayah dan pendekatan sosiokultural.

“Dengan pemekaran dan penyesuaian wilayah ini, diharapkan pengelolaan wilayah serta pembangunan di kawasan IKN akan menjadi lebih terencana dan efektif, demi mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang berkelanjutan,” pungkasnya.(adv)

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hadiri Pelantikan PMII Samarinda, Celni Pita Sari Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah

17 Oktober 2026 - 21:00 WITA

o6

Distanak Kukar Sediakan Klinik Hewan Gratis, Bisa Periksa hingga Operasi

17 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o5

DP2KB Kukar Tegaskan Layanan KB Gratis Tersedia di Puskesmas hingga Rumah Sakit

17 Oktober 2026 - 14:00 WITA

o4

Sunggono Buka Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar 500 Guru Mengaji se-Kukar

17 Oktober 2026 - 13:00 WITA

o3

Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

17 Oktober 2026 - 09:30 WITA

o1

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97
Trending di BERITA DAERAH