Menu

Mode Gelap
Padel Mulai Dilirik KONI Samarinda, Diproyeksikan Jadi Cabor Andalan RDP Pasar Pagi Samarinda Catat 14 Persoalan, DPRD Siap Kawal Tindak Lanjut Pemkot Samarinda Dorong Solusi Bersama Untuk Benahi Persoalan Pasar Pagi Dishub Samarinda Beri Penjelasan Soal Parkir dan Akses Kendaraan di Pasar Pagi Akses dan Tarif Parkir Jadi Sorotan Pedagang Pasar Pagi Samarinda

BERITA DAERAH · 19 Nov 2024 16:15 WITA ·

Kaltim Terapkan Model Sekolah Olahraga Modern untuk Atlet Muda


 Kaltim Terapkan Model Sekolah Olahraga Modern untuk Atlet Muda Perbesar

KUMALANEWS.ID, KALIMANTAN TIMUR – Untuk mendukung pengembangan atlet muda, Kalimantan Timur (Kaltim) akan menerapkan model pembinaan olahraga seperti sekolah olahraga modern di luar negeri. Program ini didukung dana hibah dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) senilai Rp30 miliar yang dialokasikan untuk pelatihan atlet usia dini pada 2024.

Kepala Pelaksanaan Harian (Plh) Sekretaris Desain Besar Olahraga Daerah (DBOD), Zaitin Zain, menungkapkan pendanaan yang didapatkan akan digunakan semaksimal mungkin dalam pembinaan atlet secara menyeluruh di wilayah Kaltim. “Kami ingin mencontoh sekolah olahraga di luar negeri yang begitu maju. Dengan dukungan dana hibah, anak-anak ini akan dilatih sejak usia dini sesuai perintah Gubernur agar mereka bisa berkembang,” ujarnya.

Kaltim menghadapi tantangan keterbatasan fasilitas di Samarinda, sehingga pelatihan akan dilakukan secara sentralisasi di daerah yang memiliki fasilitas lebih memadai. “Pelatihan akan dilakukan di Kukar, Kutim, dan Balikpapan. Kami akan menanggung semua biaya untuk memastikan program berjalan optimal,” jelasnya.

Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga pembentukan karakter dan mental juara. Dengan pola pelatihan modern, DBOD Kaltim ingin mencetak atlet yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di kancah internasional.  “Sentralisasi ini adalah langkah awal untuk mewujudkan mimpi besar Kaltim menciptakan generasi atlet berbakat dan berdaya saing,” tambah Zaitin.

Dukungan penuh dari pemerintah provinsi melalui Dispora menjadi fondasi penting dalam pelaksanaan program ini. Kolaborasi antara pemerintah, pelatih, dan atlet diharapkan dapat membawa hasil yang membanggakan untuk daerah.   Dengan alokasi anggaran yang cukup besar, program ini juga akan menjadi solusi atas berbagai tantangan, seperti fasilitas yang terbatas dan distribusi pelatihan yang merata di seluruh Kaltim.  “Kami optimis program ini dapat meningkatkan kualitas pembinaan dan menjadikan Kaltim sebagai salah satu daerah dengan sistem olahraga terbaik di Indonesia,” ujarnya.

Pelatihan sentralisasi akan dimulai awal 2024 dengan harapan dapat menciptakan ekosistem olahraga yang berkelanjutan. “Ini bukan hanya soal menghasilkan juara, tetapi juga membangun budaya olahraga yang kuat di Kaltim,” pungkas Zaitin.(adv)

Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Padel Mulai Dilirik KONI Samarinda, Diproyeksikan Jadi Cabor Andalan

1 September 2026 - 19:00 WITA

h53

RDP Pasar Pagi Samarinda Catat 14 Persoalan, DPRD Siap Kawal Tindak Lanjut

1 September 2026 - 18:30 WITA

h52

Pemkot Samarinda Dorong Solusi Bersama Untuk Benahi Persoalan Pasar Pagi

1 September 2026 - 18:00 WITA

h51

Dishub Samarinda Beri Penjelasan Soal Parkir dan Akses Kendaraan di Pasar Pagi

1 September 2026 - 17:30 WITA

h50

Akses dan Tarif Parkir Jadi Sorotan Pedagang Pasar Pagi Samarinda

1 September 2026 - 17:00 WITA

h49

Konflik Pengelolaan IPA Bendang 1 Memanas, PT WATS Klaim Hak 22 Tahun Diambil Sepihak

1 September 2026 - 11:30 WITA

h48
Trending di BERITA DAERAH