Menu

Mode Gelap
Padel Mulai Dilirik KONI Samarinda, Diproyeksikan Jadi Cabor Andalan RDP Pasar Pagi Samarinda Catat 14 Persoalan, DPRD Siap Kawal Tindak Lanjut Pemkot Samarinda Dorong Solusi Bersama Untuk Benahi Persoalan Pasar Pagi Dishub Samarinda Beri Penjelasan Soal Parkir dan Akses Kendaraan di Pasar Pagi Akses dan Tarif Parkir Jadi Sorotan Pedagang Pasar Pagi Samarinda

BERITA DAERAH · 1 Feb 2025 11:15 WITA ·

Pasca Diguyur Hujan Beberapa Pekan Terakhir, Air Sungai Tenggarong Berubah Menjadi Hitam dan Menimbulkan Bau Tak Sedap


 pic.kumalanews.id Perbesar

pic.kumalanews.id

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pasca Hujan beberapa waktu lalu, tidak hanya menyebabkan banjir dan tanah longsor, namun juga berdampak pada air di sungai.

Seperti yang terjadi di sungai Tenggarong, tepatnya di RT 43 Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar).

Dimana air tersebut berubah menjadi warna hitam dan menimbulkan aroma bau menyengat tidak sedap.

Saat dijumpa, warga RT 43 Kelurahan Loa Ipuh Mujiono mengatakan, kejadian ini di sebabkan oleh tanaman liar serta akar-akar yang membusuk, sehingga menimbulkan bau yang sangat menyengat.

Hal itu disebabkan oleh curah yang cukup tinggi, yang mengguyur Kutai Kartanegara (Kukar) beberapa waktu.

Tak hanya itu, Mujiono juga menduga kejadian ini disebabkan adanya aktivitas Tambang di hulu sungai Tenggarong.

Sehingga, limbahnya pun ikut mengalir ke sungai Tenggarong dan menyebabkan air sungai berwarna hitam serta menimbulkan bau tak sedap.

Selain menimbulkan bau tak sedap dan air berwarna hitam, biota air tawar seperti ikan maupun udang pun ikut mengapung yang disebabkan oleh air tersebut, untuk mencari oksigen yang baru.

“Selain airnya berwarna hitam, baunya sangat mengganggu,” ujar Mujiono, Sabtu (01/02/2025).

Mujiono juga menyebut bahwa, kejadian ini bukan yang pertama kali, akan tetapi sudah sering terjadi bahkan 2 kali dalam setahun.

“Untuk konsumsi air, masyarakat setempat sudah menggunakan air dari PDAM atau membeli pada depo air isi ulang,” tutup Mujiono.

Meski demikian, aktivitas warga di bantaran sungai Tenggarong ini pun tetap berjalan dengan normal.(fin/ruz)

Artikel ini telah dibaca 76 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Padel Mulai Dilirik KONI Samarinda, Diproyeksikan Jadi Cabor Andalan

1 September 2026 - 19:00 WITA

h53

RDP Pasar Pagi Samarinda Catat 14 Persoalan, DPRD Siap Kawal Tindak Lanjut

1 September 2026 - 18:30 WITA

h52

Pemkot Samarinda Dorong Solusi Bersama Untuk Benahi Persoalan Pasar Pagi

1 September 2026 - 18:00 WITA

h51

Dishub Samarinda Beri Penjelasan Soal Parkir dan Akses Kendaraan di Pasar Pagi

1 September 2026 - 17:30 WITA

h50

Akses dan Tarif Parkir Jadi Sorotan Pedagang Pasar Pagi Samarinda

1 September 2026 - 17:00 WITA

h49

Konflik Pengelolaan IPA Bendang 1 Memanas, PT WATS Klaim Hak 22 Tahun Diambil Sepihak

1 September 2026 - 11:30 WITA

h48
Trending di BERITA DAERAH