Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 6 Mei 2025 08:15 WITA ·

Operasi SAR Hari Kedua Fokuskan Penyelaman dan Pemanfaatan Teknologi Bawah Air


 Operasi SAR Hari Kedua Fokuskan Penyelaman dan Pemanfaatan Teknologi Bawah Air Perbesar

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Dody Setiawan, menyampaikan perkembangan terkini terkait operasi SAR hari kedua atas kecelakaan kapal Ferry Mukhlisa yang tenggelam di Perairan Teluk Balikpapan pada rute Balikpapan – Penajam.

“Operasi SAR hari ini kami lanjutkan dengan mengerahkan seluruh potensi SAR yang ada. Fokus utama adalah pencarian di permukaan dan penyelaman di lokasi tenggelamnya kapal,” ujar Dody Setiawan, Selasa (06/05/2025).

Lebih lanjut Dody Setiawan menjelaskan, pencarian dilakukan oleh Tim SAR Gabungan yang dibagi ke dalam empat SRU.

SRU 1 dan SRU 3 menyisir permukaan di dua sektor seluas total 9 NM2. Sementara, SRU 2 melakukan penyelaman di area kapal dengan bantuan sonar bawah laut dan 13 penyelam untuk memeriksa kabin-kabin yang diduga menjadi tempat korban terjebak.

“SRU 4 turut mengerahkan drone thermal dan ROV untuk mendukung pencarian bawah air,” papar Dody Setiawan.

Dody Setiawan juga menyampaikan bahwa hingga saat ini, dua orang korban masih dalam pencarian, atas nama Kahayu (P) dan Ilham (L).

“Apabila korban ditemukan, mereka akan segera dievakuasi ke Posko SAR Gabungan di Pelabuhan Semayang dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Balikpapan untuk penanganan medis,” tambahnya.

Dody Setiawan juga mengakui, salah satu tantangan di lapangan adalah keterbatasan jarak pandang saat penyelaman akibat kondisi perairan.

“Namun dengan kerja sama lintas instansi dan dukungan peralatan seperti ROV, sonar, serta keterlibatan masyarakat kami harapkan semoga korban segera ditemukan” tutup Dody Setiawan. (*)

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH