Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 30 Mei 2025 09:15 WITA ·

Terjun Dari Dermaga Pasar Pagi Sangkulirang, Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia


 Terjun Dari Dermaga Pasar Pagi Sangkulirang, Pria 37 Tahun Ditemukan Meninggal Dunia Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Setelah upaya pencarian selama lebih dari satu hari, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan seorang laki-laki bernama Sukadan (37), yang sebelumnya dilaporkan terjun ke laut dari Dermaga Pasar Pagi, Desa Benua Baru Ilir, Kecamatan Sangkulirang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur (Kaltim).

Pria 37 tahun itu, ditemukan oleh Tim SAR Gabungan dalam kondisi meninggal dunia, pada (29/05/2025) malam.

Berdasarkan informasi awal, kejadian ini terjadi pada Rabu (28/05/2025) pagi pukul 09.00 WITA, saat Sukadan terlihat mengendarai sepeda motornya.

Kemudian, secara tiba-tiba melompat ke laut bersama kendaraannya, dan upaya warga dilokasi kejadian untuk mencegah aksi tersebut tidak berhasil.

Koordinator Pos SAR Sangatta Aurelius Godja mengungkapkan bahwa, setelah menerima laporan dari Polsek Sangkulirang pukul 11.20 WITA, tim langsung bergerak ke lokasi kejadian dengan membawa peralatan lengkap pencarian dan penyelamatan.

“Setelah dua hari operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur dan masyarakat, korban akhirnya ditemukan sekitar 400 meter dari lokasi awal kejadian” ujar Aurelius Godja.

Lebih lanjut Aurelius Godja menerangkan bahwa, pria 37 itu ditemukan Tim SAR Gabungan pada pukul 18.50 WITA dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke rumah duka.

Aurelius Godja juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR dan potensi yang terlibat dalam operasi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam pencarian ini,” tuturnya.

“Dengan ditemukannya korban, maka operasi SAR resmi kami tutup dan seluruh personel kembali ke satuannya masing-masing,” imbuhnya.

Aurelius Godja juga menyebut bahwa, dalam menjalan operasi itu sempat mengalami hambatan akibat sinyal komunikasi yang terbatas dan arus bawah laut yang deras.

“Meski demikian, cuaca yang berawan cukup mendukung pelaksanaan pencarian di lapangan dalam pencarian pria tersebut,” tutupnya. (*)

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH