Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Tetap Damai dan Jaga Kondusivitas Konser HKBP Semarakkan IKN, Perkuat Kebersamaan DPRD Samarinda Apresiasi Kajari Lama, Dorong Kinerja Lebih Baik Di Era Baru Sekda Samarinda Optimistis Sinergi Dengan Kejaksaan Terus Berlanjut Pisah Sambut Kajari Samarinda, Sinergi dan Penegakan Hukum Ditegaskan

BERITA DAERAH · 27 Jun 2025 10:15 WITA ·

Kampung Adat di Perangat Selatan Disiapkan Jadi Ruang Ekspresi Budaya Masyarakat Multietnis


 Kampung Adat di Perangat Selatan Disiapkan Jadi Ruang Ekspresi Budaya Masyarakat Multietnis Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Desa Perangat Selatan, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berencana menjadikan kawasan Embung Desa tak hanya sebagai destinasi wisata, tapi juga sebagai ruang pelestarian budaya masyarakat multietnis melalui pembangunan Kampung Adat.

Kepala Desa Perangat Selatan, Sarkono, mengatakan bahwa pengembangan Kampung Adat ini merupakan salah satu gagasan besar dari masyarakat yang berasal dari berbagai latar belakang budaya. “Warga kami sangat beragam, ada dari Jawa, Madura, Sulawesi, Lombok, Dayak, Banjar, hingga Kutai. Ini adalah kekayaan yang perlu diangkat dan dijaga,” ujarnya, Jum’at (27/06/2025).

Rencana pembangunan Kampung Adat ini akan terintegrasi dalam pengembangan kawasan Embung Desa, yang sejak tiga tahun terakhir dibangun secara bertahap melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) tanpa melibatkan anggaran pemerintah daerah.

“Kami ingin membangun Kampung Adat sebagai ruang kreasi, ekspresi, dan pelestarian budaya. Ini juga jadi bagian dari visi kami menjadikan embung sebagai pusat kegiatan edukatif dan sosial masyarakat,” jelas Sarkono.

Embung Desa sendiri telah dilengkapi sejumlah fasilitas dasar seperti toilet, gazebo, dan empat unit ruko yang dibangun oleh PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS). Selain itu, PT Mahakam Sumberjaya (MSJ) juga turut mendukung penataan kawasan.

Dalam waktu dekat, kawasan tersebut akan dilengkapi gedung perpustakaan yang dibangun oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar sebagai penunjang fungsi edukasi, terutama bagi pelajar dari sekolah-sekolah di desa yang telah tersedia dari jenjang SD hingga SMA.

Pemerintah desa juga telah mengirim surat resmi kepada Dinas Pariwisata Kukar untuk meminta pendampingan penyusunan perencanaan kawasan, termasuk blueprint Kampung Adat dan wisata edukatif yang diusung.

“Kami sangat butuh dukungan untuk membentuk Pokdarwis, karena itu adalah ujung tombak pengembangan wisata. Sampai sekarang, desa kami belum memiliki kelompok tersebut,” ujar Sarkono.

BUMDes Perangat Selatan juga akan dilibatkan secara aktif, termasuk dalam pengelolaan wisata air dengan rencana pengadaan sepeda air yang bisa dimanfaatkan di area embung.

“Harapannya, kawasan ini bisa menjadi pusat wisata yang inklusif, tidak hanya menarik bagi pengunjung luar, tapi juga menjadi tempat warga sendiri mengekspresikan budayanya dan mendapatkan manfaat ekonomi,” tandas Sarkono.(ADV/DiskominfoKukar)

Penulis : Indirwan | Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Ingatkan Aksi 21 April Tetap Damai dan Jaga Kondusivitas

16 April 2026 - 13:00 WITA

ikn120098

DPRD Samarinda Apresiasi Kajari Lama, Dorong Kinerja Lebih Baik Di Era Baru

16 April 2026 - 11:00 WITA

ikn900008851

Sekda Samarinda Optimistis Sinergi Dengan Kejaksaan Terus Berlanjut

16 April 2026 - 10:00 WITA

smd999876

Pisah Sambut Kajari Samarinda, Sinergi dan Penegakan Hukum Ditegaskan

16 April 2026 - 09:00 WITA

smd8989898

Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi

15 April 2026 - 18:00 WITA

andi9999991

BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama

15 April 2026 - 17:00 WITA

smd909761
Trending di BERITA DAERAH