Menu

Mode Gelap
LPM Samarinda Seberang Soroti Kerancuan Tapal Batas, Minta Pemkot Lakukan Kajian Ulang Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Siap Semarakkan Pampang, Angkat Warisan Leluhur ke Panggung Pariwisata Joko Wiratno Soroti Rendahnya Realisasi Budidaya Ikan, DPRD Minta Kendala Segera Diatasi Viktor Yuan Dorong Program Perikanan Tepat Sasaran, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Anggaran DPRD Samarinda Dorong Percepatan Pencairan Anggaran dan Prioritaskan Program Perikanan yang Menyentuh Masyarakat

BERITA DAERAH · 30 Jul 2024 08:15 WITA ·

Resmikan Posyandu, Edi Damansyah : Pemkab Kukar Terus Berupaya Menekan Angka Stunting Dengan Melakukan Gerakan Serentak Memberikan Makanan Tambahan Lokal Kepada Balita


 Resmikan Posyandu, Edi Damansyah : Pemkab Kukar Terus Berupaya Menekan Angka Stunting Dengan Melakukan Gerakan Serentak Memberikan Makanan Tambahan Lokal Kepada Balita Perbesar

KUMALANEWS.ID – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah melakukan kunjungan kerja ke Desa Sungai Payang, Kecamatan Loa Kulu, Kukar, dan sekaligus meresmikan Gedung Posyandu di desa tersebut yang ditandai dengan pengguntingan pita, pada Senin (29/7/2024).

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah mengatakan, Gedung Posyandu yang baru diresmikan ini merupakan program revitalisasi yaitu dengan memperbaiki Fisik Gedung Posyandu serta melengkapi peralatan hingga sumber daya manusia, dengan melakukan berbagai pelatihan.

“Ini merupakan program revitalisasi Posyandu, salah satunya perbaikan fisik posyandu dan melengkapi peralatannya serta sumber daya manusia yang ada, dan ini terus dilakukan dengan pelatihan-pelatihan,” ujar Edi Damansyah.

Lebih lanjut Edi Damansyah mengemukakan, kunjungan kerja ini juga betepatan dengan tindak lanjut dari hasil pengukuran dan penimbangan serentak bakita secara nasional, yang berakhir pada Juni 2024 lalu.

Tak hanya itu, Edi Damansyah juga merasa bersyukur  ditahun 2024 ini angka stunting menurun 15 persen. Dimana sejak 2022 lalu, angka tersebut berada di 25 persen yaitu dalam kategori berpotensi stunting.

“Alhamdulillah, di Kutai Kartanegara dari 2022 lalu angka 25 persen itu dalam kategori ada yang berpotensi stunting. Dan itu bisa menurun menjadi 15 persen di tahun 2024,” ungkap Edi Damansyah.

Edi Damansyah juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya menekan angka stunting tersebut, dengan melakukan gerakan serentak memberikan makanan tambahan lokal kepada  balita.

Untuk mewujudkan gerakan tersebut, Pemkab Kukar juga  melibatkan para kader Posyandu baik di tingkat Kecamatan, Kelurahan dan Desa, dengan dibawah tanggungjawab Ketua PKK Kecamatan, Kelurahan maupun Desa setempat.

“Untuk yang berpotensi stunting itu, kita lakukan gerakan serentak memberikan makanan tambahan, yang dilakukan oleh para kader dengan penanggung jawabnya ketua PKK di Kecamatan, Kelurahan dan Desa,” beber Edi Damansyah.

“Nantinya kegiatan tersebut akan dilakukan di posyandu, sehingga orang tua membawa anaknya berkumpul, dan gerakan ini akan berlangsung selama 2 bulan secara untuk memberikan makanan tambahan dan penanganan yang sudah stunting,” sambung Edi Damansyah.

Sebelumnya, di hari yang sama Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah melakukan kunjungan kerja ke Desa Muara Wis, Kecamatan Muara Wis, Kukar, untuk melaunching kegiatan intervensi gerakan bersama dalam penanganan stunting dengan melibatkan berbagai pihak.

Pasalnya, di Kecamatan Muara Wis memiliki data dan angka stunting tertinggi di Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Kecamatan tersebut mempunyai karakteristik wilayah sebagai besar warganya bermukim di pinggiran danau maupun sungai.

“Dari konsep kerja bersama ini, ada bantuan dari perusahaan melulai program CRSnya, para orang tua yang terhimpun sebagai bapak asuh, dan juga dinas-dinas Kabupaten Kukar serta Desa, dan kekuatan pembiayaan ini kita satukan,” sebut Edi Damansyah.

“Dalam pengelolaannya nanti para kades yang ada di desa-desa sebagai penanggungjawab posyandu, yang dikoordinir oleh Ketua PKK di tingkat desa.  Jadi khusus dalam dua bulan ini, kita coba ada kunjungan dokter spesial ke desa, imbuh Edi Damansyah.

Edi Damansyah juga berharap, dengan konsep kerja bersama dalam  intervensi gerakan bersama ini bisa terlaksana baik, dan dapat diimplementasikan di kecamatan-kecamatan lainnya.

“intervensi gerakan bersama ini bisa terlaksana baik, dan bida diimplementasikan di kecamatan-kecamatan lainnya,” tutup Edi Damansyah.(adv/prokomkukar/alf/ruz)

Artikel ini telah dibaca 77 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

LPM Samarinda Seberang Soroti Kerancuan Tapal Batas, Minta Pemkot Lakukan Kajian Ulang

24 Juni 2026 - 21:00 WITA

a92

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Siap Semarakkan Pampang, Angkat Warisan Leluhur ke Panggung Pariwisata

24 Juni 2026 - 20:00 WITA

a91

Joko Wiratno Soroti Rendahnya Realisasi Budidaya Ikan, DPRD Minta Kendala Segera Diatasi

24 Juni 2026 - 19:00 WITA

a90

Viktor Yuan Dorong Program Perikanan Tepat Sasaran, DPRD Minta Aspirasi Warga Jadi Prioritas Anggaran

24 Juni 2026 - 18:00 WITA

a89

DPRD Samarinda Dorong Percepatan Pencairan Anggaran dan Prioritaskan Program Perikanan yang Menyentuh Masyarakat

24 Juni 2026 - 17:00 WITA

a88

Dinas Perikanan Samarinda Optimistis Capaian Kinerja Meningkat, Usulkan Tambahan Dukungan untuk Nelayan dan Pembudidaya

24 Juni 2026 - 16:00 WITA

a87
Trending di BERITA DAERAH