Menu

Mode Gelap
May Day 2026 di Kukar, Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian bagi Pekerja May Day 2026, Perempuan Mahardhika Samarinda Soroti Ketidakadilan Buruh Perempuan Nelayan Muara Badak Ditemukan Meninggal Dunia Usai Terseret Arus Investasi Rp1,2 Triliun Masuk IKN, Dua Investor Pelopor Teken PKS Disdik Kukar Tunggu Advice Kejaksaan, Insentif Guru Non-ASN Ditarget Segera Cair

BERITA DAERAH · 1 Mei 2026 13:00 WITA ·

May Day 2026, Perempuan Mahardhika Samarinda Soroti Ketidakadilan Buruh Perempuan


 Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 dimanfaatkan Perempuan Mahardhika Samarinda untuk menyuarakan kondisi buruh perempuan yang dinilai masih jauh dari sejahtera. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026 dimanfaatkan Perempuan Mahardhika Samarinda untuk menyuarakan kondisi buruh perempuan yang dinilai masih jauh dari sejahtera. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Momentum peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026 dimanfaatkan oleh Perempuan Mahardhika Samarinda untuk menyuarakan kondisi buruh perempuan yang dinilai masih jauh dari sejahtera. Melalui pernyataan sikap, mereka menuntut terwujudnya kerja layak bagi perempuan serta penghentian kekerasan dan praktik militerisme di dunia kerja.

Dalam rilis yang disampaikan, organisasi ini menilai perempuan pekerja di Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari ketidakpastian kerja, diskriminasi, hingga kekerasan. Kondisi tersebut, menurut mereka, semakin diperparah oleh tingginya angka pengangguran dan maraknya pemutusan hubungan kerja, yang memaksa perempuan menerima pekerjaan dengan upah rendah, kontrak tidak jelas, serta tanpa jaminan sosial.

Mereka juga menyoroti belum terealisasinya janji pemerintah terkait penciptaan 19 juta lapangan kerja. Di lapangan, masyarakat dinilai masih kesulitan mendapatkan pekerjaan yang aman, tetap, dan bermartabat.

Selain itu, diskriminasi dalam proses rekrutmen tenaga kerja masih kerap terjadi. Perempuan sering dihadapkan pada persyaratan yang tidak relevan, seperti batas usia, status perkawinan, hingga rencana memiliki anak. Bahkan, kelompok rentan seperti penyandang disabilitas, perempuan kepala keluarga, dan minoritas gender disebut semakin tersingkir dari akses kerja formal.

Perempuan Mahardhika Samarinda juga menilai menguatnya pendekatan militerisme dalam tata kelola negara berdampak pada menyempitnya ruang demokrasi, termasuk kebebasan berserikat bagi buruh. Budaya represif di tempat kerja dinilai memperburuk kondisi pekerja perempuan dalam memperjuangkan haknya.

Kekerasan di dunia kerja pun masih menjadi ancaman nyata, mulai dari pelecehan seksual, kekerasan verbal, ancaman pemecatan saat hamil, hingga pemotongan upah sepihak. Banyak korban memilih diam karena takut kehilangan pekerjaan atau tidak percaya pada mekanisme pengaduan yang ada.

Dalam tuntutannya, mereka meminta pemerintah memastikan ketersediaan lapangan kerja yang aman dan berupah layak, menghapus sistem rekrutmen yang diskriminatif, menghentikan praktik represif, serta menjamin perlindungan perempuan dari segala bentuk kekerasan di tempat kerja.

“Perubahan tidak datang dari belas kasihan, tetapi dari perjuangan perempuan pekerja yang terorganisir dan berani bersuara,” tegas mereka.

Aksi ini menjadi bagian dari peringatan May Day di Samarinda yang tidak hanya menyoroti isu ketenagakerjaan secara umum, tetapi juga menekankan pentingnya perspektif gender dalam menciptakan sistem kerja yang adil dan inklusif.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

May Day 2026 di Kukar, Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian bagi Pekerja

1 Mei 2026 - 14:00 WITA

day3

Nelayan Muara Badak Ditemukan Meninggal Dunia Usai Terseret Arus

1 Mei 2026 - 12:00 WITA

tenggelam3

Disdik Kukar Tunggu Advice Kejaksaan, Insentif Guru Non-ASN Ditarget Segera Cair

30 April 2026 - 21:00 WITA

honorer3

DPRD Kukar Bahas Insentif Guru Honorer dan Layanan Kesehatan, Pembayaran Ditarget Pekan Depan

30 April 2026 - 20:00 WITA

honorer1

Nelayan Muara Badak Hilang Terseret Arus, Basarnas Kerahkan Tim Gabungan

30 April 2026 - 19:00 WITA

tenggelam01

Disperindag Sambut Sidak DPRD, Pasar TAS Didorong Bangkit Kembali

30 April 2026 - 17:00 WITA

tas03
Trending di BERITA DAERAH