Menu

Mode Gelap
Ketua Komisi II DPRD Samarinda Soroti Relokasi Pasar Pagi, PAD hingga Evaluasi BUMD DPRD Samarinda Pastikan Pajak Banjar Sari Catering Tak Bermasalah Pemancing Terjatuh dari Kapal Saat Badai, Tim SAR Balikpapan Lakukan Pencarian di Perairan Laut Otorita IKN–Universitas Brawijaya Buka Beasiswa untuk Warga Kawasan Nusantara DPMPTSP Samarinda Ungkap Temuan Perizinan Saat Dampingi Sidak DPRD

BERITA DAERAH · 4 Okt 2024 15:15 WITA ·

Maksimalkan PAD, Pemkab PPU Kajian Potensi Retribusi Parkir


 Ilustrasi parkiran sebagai upaya untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) PPU (Istimewa) Perbesar

Ilustrasi parkiran sebagai upaya untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) PPU (Istimewa)

KUMALANEWS.ID, PENAJAM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) mulai mengkaji potensi retribusi parkir sebagai salah satu upaya untuk memaksimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Meskipun retribusi parkir di PPU belum dikelola secara optimal, namum pemerintah daerah menilai sektor tersebut memiliki prospek yang besar jika dikelola dengan baik.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab PPU Sodikin menyebut bahwa, pemerintah daerah mulai meninjau berbagai sumber PAD, termasuk potensi retribusi parkir.

Dimana menurutnya, dengan pengelolaan yang lebih terarah, pendapatan dari sektor tersebut dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan daerah.

“Kami telah memulai kajian terhadap potensi pendapatan dari sektor parkir, terutama di lokasi strategis seperti rumah sakit dan fasilitas umum lainnya,” ujar Sodikin, saat dijumpai belum lama ini.

Lebih lanjut Sodikin mengemukakan bahwa, saat ini Dinas Perhubungan PPU sudah menyusun rencana untuk mengoptimalkan pengelolaan retribusi parkir di beberapa titik strategis. salah satunya di RSUD Ratu Aji Putri Botung, dimana penggunaan portal parkir telah diterapkan untuk mengatur keluar-masuk kendaraan secara lebih efektif.

Namun demikian, Sodikin mengakui bahwa pendapatan dari parkir di RSUD tersebut masih relatif kecil, dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp 60 juta per bulan. Jumlah itu didapatkan dari pengendara yang membayar biaya parkir sekitar Rp 3.000 per kendaraan.

“Pendapatan dari parkir di RSUD sudah ada, tapi hasilnya masih terbatas,” jelasnya.

“Kami terus berupaya meningkatkan efisiensi sistem parkir agar hasilnya lebih optimal,” sambungnya.

Baca juga Pilkada 2024, Sekda PPU Tohar : Jaga Persatuan dan Keamanan https://kumalanews.id/2024/10/04/pilkada-2024-sekda-ppu-tohar-jaga-persatuan-dan-keamanan/

Untuk mengoptimalkan potensi retribusi parkir tersebut, Sodikin juga menekankan bahwa pentingnya dukungan infrastruktur dan pendanaan yang cukup.

Pasalnya, pembangunan fasilitas parkir yang memadai serta penerapan teknologi seperti portal otomatis membutuhkan investasi yang signifikan.

“Pengembangan sektor parkir ini harus direncanakan dengan matang dan memerlukan infrastruktur yang baik serta anggaran yang memadai,” ungkap Sodikin.

“Diharapkan, dengan perencanaan yang baik dan investasi yang tepat, retribusi parkir dapat menjadi salah satu sumber pendapatan yang penting bagi PAD PPU di masa mendatang,” pungkas Sodikin.(adv)

Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ketua Komisi II DPRD Samarinda Soroti Relokasi Pasar Pagi, PAD hingga Evaluasi BUMD

11 Maret 2026 - 13:00 WITA

ISWANDI0001

DPRD Samarinda Pastikan Pajak Banjar Sari Catering Tak Bermasalah

11 Maret 2026 - 12:00 WITA

DOVI0001

Pemancing Terjatuh dari Kapal Saat Badai, Tim SAR Balikpapan Lakukan Pencarian di Perairan Laut

11 Maret 2026 - 11:00 WITA

SAR001

DPMPTSP Samarinda Ungkap Temuan Perizinan Saat Dampingi Sidak DPRD

10 Maret 2026 - 15:00 WITA

smd00001

Komisi I DPRD Samarinda Sidak Pergudangan Suryanata, Soroti Izin dan Dampak Lingkungan

10 Maret 2026 - 14:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 100

62 Kasus Campak di Samarinda Masih Suspect, Dinkes Kirim Sampel ke Laboratorium Kalsel

10 Maret 2026 - 09:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 97
Trending di BERITA DAERAH