Menu

Mode Gelap
Baru Dua Kali Bertanding, Ayesha Mikhayla Mulai Tunjukkan Potensi di Fun Swimming 2026 AB Swimming Kembali Dukung Fun Swimming Samarinda, Dorong Pembinaan Atlet Pelajar Fun Swimming 2026 Jadi Ajang Pembinaan, Pemkot Samarinda Bidik Bibit Atlet Renang Baru Bukan Sekadar Adu Bidikan, Turnamen Biliar PWI Kukar Jadi Ajang Pererat Kebersamaan Wartawan 39 Paskibraka Balikpapan Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI

BERITA DAERAH · 30 Okt 2024 11:15 WITA ·

Tergabung Dalam Penanganan Stunting Daerah, Disketapang Kukar Kembangkan Program Gerakan B2SA


 Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ananias (Kumalanews.id) Perbesar

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ananias (Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang merupakan anggota tim Penanganan Stunting Daerah, dan berperan dalam memberikan intervensi dari bidang penyediaan pangan yang bergizi.

Berbagai macam program disusun dalam mendukung gerakan pengentasan stunting di Kukar dengan mengacu pada skor polang pangan harapan termasuk gerakan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA).

Pada tahun 2023 lalu, angka stunting di Kukar berhasil diturunkan hingga mencapai 16,73 persen, sebuah penurunan drastis dari 27,10 persen pada tahun sebelumnya.

Hingga saat ini, tim penanganan stunting daerah terus melakukan langkah-langkah konkret untuk menekan angka stunting tersebut.

“Program-program yang coba kita kembangkan sesuai dengan tupoksi kami di dinas ketahanan pangan berangkat dari skor pola pangan harapan,” ujar Sekretaris Disketapang Kukar, Ananias, Rabu (30/10/2024).

Lebih lanjut Ananias mengemukakan bahwa, di Kukar untuk konsumtif makanan berserat seperti sayuran, buah-buahan dan umbi-umbian cukup rendah

Sehingga, melalui Rencana Strategis (Renstra), Disketapang Kukar mendorong masyarakat khususnya anak-anak untuk membudayakan makan sayur dan buah-buahan.

“Makanya di Renstra 2025-2029 kita akan mencoba bagaimana mengajak anak-anak untuk melakukan gerakan salat satunya gerakan makan buah dan sayur kemudian gerakan makan telur dan minum susu,” ungkap Ananias.

Baca juga Kemenpan RB Gelar Penilaian SPBE, Sekda Kukar Sunggono : Kita Diberi Kewenangan untuk Nilai Sendiri https://kumalanews.id/2024/10/30/kemenpan-rb-gelar-penilaian-spbe-sekda-kukar-sunggono-kita-diberi-kewenangan-untuk-nilai-sendiri/

 Menurut Ananias langkah tersebut dilakukan sebagai pemenuhan B2SA dalam sajian masakan, dalam satu piring sehingga asupan gizi harian terpenuhi.

Tak hanya itu, Gerakan B2SA ini juga akan menyasar ke sekolah Paud atau TK dan SD, karena dinilai lebih efektif dan efisien.

“Jadi bagaimana anak-anak itu mulai dari paud atau TK dan SD sudah dibiasakan makan sayur karena kalau dirumah mereka pasti menolak tapi kalau di sekolah mereka akan nurut sama gurunya,” tutup Ananias.(adv/diskominfokukar/ind/ruz)

Artikel ini telah dibaca 87 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

39 Paskibraka Balikpapan Dikukuhkan, Siap Kibarkan Merah Putih pada HUT ke-81 RI

16 Agustus 2026 - 15:00 WITA

g21

Meriahkan HUT RI, PWI Kukar Satukan Anggota Lewat Lomba dan Kebersamaan

15 Agustus 2026 - 13:00 WITA

g9

Evakuasi Korban Kecelakaan di Samarinda Berujung Pemukulan Wakapolsek

14 Agustus 2026 - 23:00 WITA

g6

KUA-PPAS 2027 Disepakati, Samarinda Segera Masuk Tahap Pembahasan RAPBD

14 Agustus 2026 - 22:00 WITA

g5

DPRD Samarinda Dorong Penguatan PAD di Tengah Efisiensi Anggaran 2027

14 Agustus 2026 - 21:00 WITA

g4

APBD Samarinda 2027 Diproyeksi Rp3,3 Triliun, Andi Harun Tekankan Efisiensi dan Belanja Prioritas

14 Agustus 2026 - 19:00 WITA

g1
Trending di BERITA DAERAH