Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

BERITA DAERAH · 6 Nov 2024 12:15 WITA ·

Tekan Angka Stunting, Kelurahan Melayu Bakal Berikan PMT Bagi Balita


 Lurah Melayu, Aditya Rakhman (Kumalanews.id) Perbesar

Lurah Melayu, Aditya Rakhman (Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya menekan angka stunting di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), bakal melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada setiap balita yang ada di Kelurahan tersebut.

Lurah Melayu Aditiya Rakhman menjelaskan bahwa, untuk melakukan PMT tersebut harus dilakukan secara intensif kepada balita, sehingga tidak terindikasi kekurangan gizi dan berat badan yang belum ideal.

“Dari pihak posyandu itu masa PMT diberikan dua kali sehari ini, makanan tambahannya bukan makanan pokok, jadi dia sudah sarapan jam 8 pagi kemudian di sekitar jam 9 atau jam 10 itu beri makanan tambahan, agar bisa meningkatkan berat badan si balita tersebut,” ujar Aditya Rakhman, Rabu (6/11/2024).

“Kemudian sore, sekitar jam 4-5 diberi makan dengan menu-menu yang sudah ditetapkan oleh pihak puskesmas yang  menyesuaikan dengan aturan gizi kalorinya yang sekiranya memang kedepannya bisa memperbaiki berat badan si balita itu,” Aditya Rakhman.

Aditya Rakhman mengemukakan bahwa, menurut data terbaru dari Pukesmas ada sekitar 13 persen balita di Kelurahan Melayu yang terindikasi kekurangan berat badan dan kurang gizi.

“Kita selalu diberikan update kegiatan dari Puskesmas terkait stunting, karena memang kami intens melakukan pendataan, jemput bola ke masyarakat,” ungkapnya.

Dalam hal itu, Aditya Rakhman menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada orang guna secara intensif membawa balitanya kepada posyando, serta diharapakan kepada orang tua untuk tidak takut apabila bayinya teridentifikasi kekuarangan gizi bahkan stunting.

“Masyarakat itu tidak ingin anaknya diketahuan bahwa dia stunting, kadang kita tidak tahu iklim orang tua, dia merasa anaknya sehat, beraktifitas seperti biasa,” bebernya.

“Ketika posyandu ataupun dari pihak puskesmas mengatakan bahwa anak ini terindikasi gizi kurang atau malah mengarah ke stunting itu kadang orang tua berkeberatan, padahal kita sudah menyiapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut,” imbuhnya.

Baca juga Kelurahan Melayu Bakal Bangun Tempat MCK Bagi Masyarakat Bantaran Sungai https://kumalanews.id/2024/11/06/kelurahan-melayu-bakal-bangun-tempat-mck-bagi-masyarakat-bantaran-sungai/

Aditya Rakhman juga menungkapkan, dengan cara itulah yang dilakukan oleh Kelurahan Melayu dalam menurunkan angka stunting memberikan edukasi kepada orang tua dan melakukan PMT.

Tak hanya itu, pihaknya juga terus memantau melalui 12 posyandu untuk memastikan kesahatan para balita.

“12 posyandu balita itu buka 1 bulan sekali dan apabila memang ada kegiatan harus intervensi secara serentak kita buka ssemua,” pungkas Aditya Rakhman.(adv/diskominfokukar/fay/ruz)

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil

19 Juni 2026 - 17:00 WITA

a25

Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi

19 Juni 2026 - 16:00 WITA

a24

UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti

19 Juni 2026 - 15:00 WITA

a23

Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian

19 Juni 2026 - 14:00 WITA

a22

23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

19 Juni 2026 - 13:00 WITA

a21

Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan

18 Juni 2026 - 21:00 WITA

a20
Trending di BERITA DAERAH