Menu

Mode Gelap
Antisipasi Kekeringan dan Karhutla, OIKN-BMKG Jalankan Operasi Modifikasi Cuaca Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean Temui Ratusan Sopir, Andi Harun Buka Ruang Evaluasi Fuel Card Solar Subsidi DPRD Samarinda Dorong Pemerintah Libatkan Sopir dalam Penataan Kupon Solar Subsidi Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat

BERITA DAERAH · 6 Nov 2024 12:15 WITA ·

Tekan Angka Stunting, Kelurahan Melayu Bakal Berikan PMT Bagi Balita


 Lurah Melayu, Aditya Rakhman (Kumalanews.id) Perbesar

Lurah Melayu, Aditya Rakhman (Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dalam upaya menekan angka stunting di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), bakal melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada setiap balita yang ada di Kelurahan tersebut.

Lurah Melayu Aditiya Rakhman menjelaskan bahwa, untuk melakukan PMT tersebut harus dilakukan secara intensif kepada balita, sehingga tidak terindikasi kekurangan gizi dan berat badan yang belum ideal.

“Dari pihak posyandu itu masa PMT diberikan dua kali sehari ini, makanan tambahannya bukan makanan pokok, jadi dia sudah sarapan jam 8 pagi kemudian di sekitar jam 9 atau jam 10 itu beri makanan tambahan, agar bisa meningkatkan berat badan si balita tersebut,” ujar Aditya Rakhman, Rabu (6/11/2024).

“Kemudian sore, sekitar jam 4-5 diberi makan dengan menu-menu yang sudah ditetapkan oleh pihak puskesmas yang  menyesuaikan dengan aturan gizi kalorinya yang sekiranya memang kedepannya bisa memperbaiki berat badan si balita itu,” Aditya Rakhman.

Aditya Rakhman mengemukakan bahwa, menurut data terbaru dari Pukesmas ada sekitar 13 persen balita di Kelurahan Melayu yang terindikasi kekurangan berat badan dan kurang gizi.

“Kita selalu diberikan update kegiatan dari Puskesmas terkait stunting, karena memang kami intens melakukan pendataan, jemput bola ke masyarakat,” ungkapnya.

Dalam hal itu, Aditya Rakhman menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan edukasi kepada orang guna secara intensif membawa balitanya kepada posyando, serta diharapakan kepada orang tua untuk tidak takut apabila bayinya teridentifikasi kekuarangan gizi bahkan stunting.

“Masyarakat itu tidak ingin anaknya diketahuan bahwa dia stunting, kadang kita tidak tahu iklim orang tua, dia merasa anaknya sehat, beraktifitas seperti biasa,” bebernya.

“Ketika posyandu ataupun dari pihak puskesmas mengatakan bahwa anak ini terindikasi gizi kurang atau malah mengarah ke stunting itu kadang orang tua berkeberatan, padahal kita sudah menyiapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut,” imbuhnya.

Baca juga Kelurahan Melayu Bakal Bangun Tempat MCK Bagi Masyarakat Bantaran Sungai https://kumalanews.id/2024/11/06/kelurahan-melayu-bakal-bangun-tempat-mck-bagi-masyarakat-bantaran-sungai/

Aditya Rakhman juga menungkapkan, dengan cara itulah yang dilakukan oleh Kelurahan Melayu dalam menurunkan angka stunting memberikan edukasi kepada orang tua dan melakukan PMT.

Tak hanya itu, pihaknya juga terus memantau melalui 12 posyandu untuk memastikan kesahatan para balita.

“12 posyandu balita itu buka 1 bulan sekali dan apabila memang ada kegiatan harus intervensi secara serentak kita buka ssemua,” pungkas Aditya Rakhman.(adv/diskominfokukar/fay/ruz)

Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pemkot Balikpapan Atur Jam Layanan Pertalite dan Biosolar, Lima SPBU Disiapkan Kurangi Antrean

24 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h16

Temui Ratusan Sopir, Andi Harun Buka Ruang Evaluasi Fuel Card Solar Subsidi

24 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h15

DPRD Samarinda Dorong Pemerintah Libatkan Sopir dalam Penataan Kupon Solar Subsidi

24 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h14

Semarak HUT ke-81 RI, Warga Tiga RT di Gunung Arjuna Gelar Jalan Sehat

23 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h13

CFD Terpadu Resmi Diluncurkan di Taman Tiga Generasi, Jadi Ruang Sehat dan Penggerak UMKM

23 Agustus 2026 - 11:00 WITA

h6

Semarak HUT ke-81 RI, CFR Samarinda Gelar Lomba Mancing Antaranggota

22 Agustus 2026 - 19:00 WITA

h2
Trending di BERITA DAERAH