Menu

Mode Gelap
Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama DPRD Samarinda Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Soroti Pentingnya Kepercayaan Masyarakat Bongkar Jaringan Sabu 1,5 Kg di Loa Janan, Polres Kukar Amankan Dua Tersangka dan Kejar Satu DPO Penertiban Kawasan Hutan di Kukar Dipercepat, Pemda dan Satgas PKH Perkuat Sinergi

BERITA DAERAH · 18 Nov 2024 13:15 WITA ·

Dispora Kaltim Gencarkan Program Olahraga Tradisional Lewat Kerja Sama KORMI


 Dispora Kaltim Gencarkan Program Olahraga Tradisional Lewat Kerja Sama KORMI Perbesar

KUMALANEWS.ID, KALIMANTAN TIMUR – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan popularitas olahraga tradisional. Salah satu organisasi yang terlibat aktif adalah KORMI, yang bekerja sama dalam program olahraga bersama.

Kepala Seksi Olahraga dan Rekreasi Tradisional serta Layanan Khusus Dispora Kaltim, Thomas Alva Edison, menyebut bahwa kegiatan ini dirancang untuk mengajak masyarakat lebih dekat dengan olahraga tradisional.“Kegiatan ini kami fasilitasi dengan berbagai organisasi, salah satunya KORMI, yang mengelola kegiatan olahraga bersama di hari Minggu,” jelas Thomas.

Dispora Kaltim juga menyediakan fasilitas senam sore di Palaran, untuk menyesuaikan waktu kegiatan dengan preferensi masyarakat.“Kami juga memfasilitasi senam di Palaran, yang dilakukan sore hari karena pagi hari sering kurang efektif,” tambah Thomas.

Dalam program ini, Dispora Kaltim melibatkan 16 instruktur olahraga yang bertugas mengajarkan senam dan olahraga tradisional. Para instruktur ini berperan penting dalam memberikan panduan kepada peserta agar lebih memahami dan menikmati olahraga tradisional.Dispora Kaltim juga berupaya menggali olahraga tradisional lokal dari berbagai daerah di Kaltim.

Thomas menjelaskan bahwa setiap daerah sering memiliki nama berbeda untuk permainan yang sama, dan ini menjadi salah satu fokus edukasi.“Olahraga tradisional ini sebenarnya ada di mana-mana, hanya saja nama-namanya berbeda. Ada yang menyebutnya propapanjang, ada juga yang dengan istilah lainnya,” ungkap Thomas.

Kolaborasi yang dilakukan diharapkan dapat memperluas jangkauan olahraga tradisional sehingga semakin banyak masyarakat yang tertarik untuk ikut serta dalam program ini.(adv)

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi

15 April 2026 - 18:00 WITA

andi9999991

BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama

15 April 2026 - 17:00 WITA

smd909761

DPRD Samarinda Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Soroti Pentingnya Kepercayaan Masyarakat

15 April 2026 - 16:00 WITA

iswandi0987

Penertiban Kawasan Hutan di Kukar Dipercepat, Pemda dan Satgas PKH Perkuat Sinergi

15 April 2026 - 08:00 WITA

pkh001

Jembatan Merah Putih Presisi di Jonggon Resmi Direnovasi, Dorong Akses dan Ekonomi Warga

14 April 2026 - 14:00 WITA

polreskkar909

Redistribusi Iuran Jaminan Kesehatan Disorot, DPRD Samarinda Minta Pemprov dan Daerah Duduk Bersama

14 April 2026 - 13:00 WITA

dprd09999911
Trending di BERITA DAERAH