Menu

Mode Gelap
Anhar Tekankan Kepemimpinan Visioner dan Etika Politik, Soroti Pemerataan MBG di Samarinda DPRD Samarinda Soroti Kinerja BPKAD, Iswandi: Anggaran Besar Harus Sejalan dengan Hasil Nyata Presiden Sahkan Desain Kawasan Legislatif IKN, MPR Apresiasi Konsep Megah dan Berwibawa IKN Cetak Talenta Digital Sejak Dini, Guru Dilatih Robotika untuk Siapkan Generasi Masa Depan Mahasiswa Pingsan di Tengah Aksi Ricuh di DPRD Samarinda, Polisi Pastikan Penanganan Cepat

BERITA DAERAH · 30 Mei 2025 13:15 WITA ·

Olah Gubang Bawa Misi Sosial ke Ruang Anak Muda, Perkenalkan Musik Tradisi Alunan Melayu Kutai


 Olah Gubang Bawa Misi Sosial ke Ruang Anak Muda, Perkenalkan Musik Tradisi Alunan Melayu Kutai Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah dominasi musik pop dan modern yang di gemari Gen Z, Olah Gubang hadir sebagai oase kultural yang menghidupkan kembali nada-nada tradisional dengan pendekatan segar dan relevan.

Lewat program andalan mereka, Alunan Melayu Kutai (AMK), komunitas ini membawa lagu-lagu lokal Kutai ke ruang-ruang publik yang akrab dengan anak muda, seperti kafe dan ruang kreatif.

Musik tradisi pun tak lagi terpaku di panggung-panggung seremoni, melainkan menyusup pelan ke telinga generasi baru yang haus akan jati diri budaya.

“Lagu-lagu Kutai tetap eksis, asalkan dikemas dengan cara yang relevan dengan zaman,” kata pendiri Olah Gubang, Achmad Fauzi, Jumat (30/5/2025).

Dalam dua tahun terakhir, mereka telah menjelajahi enam kafe di Tenggarong. Bukan sekedar tampil, tapi juga membangun ruang dialog dan edukasi budaya.

Melalui program sesi “Ngaji Seni”, komunitas ini membungan ruang pertukaran gagasan yang rutin mereka adakan, dan menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk memahami seni tradisi.

Tak hanya itu, program tersebut juga bertujuan agar generasi muda bisa memahami bahwa seni tradisi bukan milik masa lalu, ia hidup, berkembang, dan bisa menjadi milik siapa saja.

Dengan pendekatan inklusif dan semangat berbagi, Olah Gubang telah menginspirasi munculnya komunitas serupa di daerah lain, bahkan hingga Samarinda.

Mereka menolak stagnasi dan terus bereksperimen, dari menggabungkan berbagai musik modern dengan instrumen tradisional hingga merancang festival sendiri.

“Harapan kami cuma satu, istiqomah. Bisa bertahan itu pencapaian paling besar di dunia seni,” tutup Fauzi.

 

Pewarta : M. Zailany
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Anhar Tekankan Kepemimpinan Visioner dan Etika Politik, Soroti Pemerataan MBG di Samarinda

21 April 2026 - 16:00 WITA

anhar55542

DPRD Samarinda Soroti Kinerja BPKAD, Iswandi: Anggaran Besar Harus Sejalan dengan Hasil Nyata

21 April 2026 - 15:00 WITA

wndai909090909

Mahasiswa Pingsan di Tengah Aksi Ricuh di DPRD Samarinda, Polisi Pastikan Penanganan Cepat

21 April 2026 - 13:00 WITA

demo098712

PWI Kukar dan Kejari Perkuat Sinergi, Dorong Informasi Hukum Yang Akurat dan Berimbang

21 April 2026 - 12:00 WITA

pwi0971

Samri Dukung Kebijakan WFA ASN, Tekankan Disiplin dan Profesionalitas

21 April 2026 - 10:00 WITA

sam90987 1

Iswandi: Hari Kartini Harus Diwujudkan Dalam Kebijakan Nyata Untuk Perempuan

21 April 2026 - 09:30 WITA

wandi070
Trending di BERITA DAERAH