Menu

Mode Gelap
Konflik Pengelolaan IPA Bendang 1 Memanas, PT WATS Klaim Hak 22 Tahun Diambil Sepihak Direktur PT WATS Menangis, Persoalkan Pengambilalihan IPA Bendang 1 Kasus Gangguan Pernapasan Meningkat di Balikpapan, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Kabut Asap Satgas PKH Kuasai Kembali 111,71 Hektare Kawasan Hutan di Tahura Bukit Soeharto PT WATS Minta Pemkot Samarinda dan Perumdam Hormati Kesepakatan Kerja Sama

BERITA DAERAH · 30 Mei 2025 13:15 WITA ·

Olah Gubang Bawa Misi Sosial ke Ruang Anak Muda, Perkenalkan Musik Tradisi Alunan Melayu Kutai


 Olah Gubang Bawa Misi Sosial ke Ruang Anak Muda, Perkenalkan Musik Tradisi Alunan Melayu Kutai Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah dominasi musik pop dan modern yang di gemari Gen Z, Olah Gubang hadir sebagai oase kultural yang menghidupkan kembali nada-nada tradisional dengan pendekatan segar dan relevan.

Lewat program andalan mereka, Alunan Melayu Kutai (AMK), komunitas ini membawa lagu-lagu lokal Kutai ke ruang-ruang publik yang akrab dengan anak muda, seperti kafe dan ruang kreatif.

Musik tradisi pun tak lagi terpaku di panggung-panggung seremoni, melainkan menyusup pelan ke telinga generasi baru yang haus akan jati diri budaya.

“Lagu-lagu Kutai tetap eksis, asalkan dikemas dengan cara yang relevan dengan zaman,” kata pendiri Olah Gubang, Achmad Fauzi, Jumat (30/5/2025).

Dalam dua tahun terakhir, mereka telah menjelajahi enam kafe di Tenggarong. Bukan sekedar tampil, tapi juga membangun ruang dialog dan edukasi budaya.

Melalui program sesi “Ngaji Seni”, komunitas ini membungan ruang pertukaran gagasan yang rutin mereka adakan, dan menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk memahami seni tradisi.

Tak hanya itu, program tersebut juga bertujuan agar generasi muda bisa memahami bahwa seni tradisi bukan milik masa lalu, ia hidup, berkembang, dan bisa menjadi milik siapa saja.

Dengan pendekatan inklusif dan semangat berbagi, Olah Gubang telah menginspirasi munculnya komunitas serupa di daerah lain, bahkan hingga Samarinda.

Mereka menolak stagnasi dan terus bereksperimen, dari menggabungkan berbagai musik modern dengan instrumen tradisional hingga merancang festival sendiri.

“Harapan kami cuma satu, istiqomah. Bisa bertahan itu pencapaian paling besar di dunia seni,” tutup Fauzi.

 

Pewarta : M. Zailany
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 82 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Konflik Pengelolaan IPA Bendang 1 Memanas, PT WATS Klaim Hak 22 Tahun Diambil Sepihak

1 September 2026 - 11:30 WITA

h48

Direktur PT WATS Menangis, Persoalkan Pengambilalihan IPA Bendang 1

1 September 2026 - 11:00 WITA

h47

Kasus Gangguan Pernapasan Meningkat di Balikpapan, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Kabut Asap

1 September 2026 - 09:30 WITA

h46

Satgas PKH Kuasai Kembali 111,71 Hektare Kawasan Hutan di Tahura Bukit Soeharto

31 Agustus 2026 - 19:00 WITA

h45

PT WATS Minta Pemkot Samarinda dan Perumdam Hormati Kesepakatan Kerja Sama

31 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h44

Kerja Sama PT WATS dan Perumdam Tirta Kencana Buntu, DPRD Samarinda Sorot Nasib 44 Karyawan

31 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h43
Trending di BERITA DAERAH