Menu

Mode Gelap
IKN Youth Forum Dorong Generasi Muda Lawan Hoaks dan Kawal Masa Depan Nusantara May Day 2026 di Kukar, Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian bagi Pekerja May Day 2026, Perempuan Mahardhika Samarinda Soroti Ketidakadilan Buruh Perempuan Nelayan Muara Badak Ditemukan Meninggal Dunia Usai Terseret Arus Investasi Rp1,2 Triliun Masuk IKN, Dua Investor Pelopor Teken PKS

BERITA DAERAH · 30 Mei 2025 13:15 WITA ·

Olah Gubang Bawa Misi Sosial ke Ruang Anak Muda, Perkenalkan Musik Tradisi Alunan Melayu Kutai


 Olah Gubang Bawa Misi Sosial ke Ruang Anak Muda, Perkenalkan Musik Tradisi Alunan Melayu Kutai Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah dominasi musik pop dan modern yang di gemari Gen Z, Olah Gubang hadir sebagai oase kultural yang menghidupkan kembali nada-nada tradisional dengan pendekatan segar dan relevan.

Lewat program andalan mereka, Alunan Melayu Kutai (AMK), komunitas ini membawa lagu-lagu lokal Kutai ke ruang-ruang publik yang akrab dengan anak muda, seperti kafe dan ruang kreatif.

Musik tradisi pun tak lagi terpaku di panggung-panggung seremoni, melainkan menyusup pelan ke telinga generasi baru yang haus akan jati diri budaya.

“Lagu-lagu Kutai tetap eksis, asalkan dikemas dengan cara yang relevan dengan zaman,” kata pendiri Olah Gubang, Achmad Fauzi, Jumat (30/5/2025).

Dalam dua tahun terakhir, mereka telah menjelajahi enam kafe di Tenggarong. Bukan sekedar tampil, tapi juga membangun ruang dialog dan edukasi budaya.

Melalui program sesi “Ngaji Seni”, komunitas ini membungan ruang pertukaran gagasan yang rutin mereka adakan, dan menjadi wadah bagi anak-anak muda untuk memahami seni tradisi.

Tak hanya itu, program tersebut juga bertujuan agar generasi muda bisa memahami bahwa seni tradisi bukan milik masa lalu, ia hidup, berkembang, dan bisa menjadi milik siapa saja.

Dengan pendekatan inklusif dan semangat berbagi, Olah Gubang telah menginspirasi munculnya komunitas serupa di daerah lain, bahkan hingga Samarinda.

Mereka menolak stagnasi dan terus bereksperimen, dari menggabungkan berbagai musik modern dengan instrumen tradisional hingga merancang festival sendiri.

“Harapan kami cuma satu, istiqomah. Bisa bertahan itu pencapaian paling besar di dunia seni,” tutup Fauzi.

 

Pewarta : M. Zailany
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 60 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

May Day 2026 di Kukar, Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian bagi Pekerja

1 Mei 2026 - 14:00 WITA

day3

May Day 2026, Perempuan Mahardhika Samarinda Soroti Ketidakadilan Buruh Perempuan

1 Mei 2026 - 13:00 WITA

day1

Nelayan Muara Badak Ditemukan Meninggal Dunia Usai Terseret Arus

1 Mei 2026 - 12:00 WITA

tenggelam3

Disdik Kukar Tunggu Advice Kejaksaan, Insentif Guru Non-ASN Ditarget Segera Cair

30 April 2026 - 21:00 WITA

honorer3

DPRD Kukar Bahas Insentif Guru Honorer dan Layanan Kesehatan, Pembayaran Ditarget Pekan Depan

30 April 2026 - 20:00 WITA

honorer1

Nelayan Muara Badak Hilang Terseret Arus, Basarnas Kerahkan Tim Gabungan

30 April 2026 - 19:00 WITA

tenggelam01
Trending di BERITA DAERAH