Menu

Mode Gelap
Dirut BPJS Kesehatan Tinjau IKN, Siapkan Kantor Layanan Untuk Perkuat Akses Kesehatan PWI Kukar Latih Jurnalistik Warga di Desa Kersik, Dorong Informasi Akurat dan Promosi Potensi Desa PWI Kukar dan Desa Kersik Hijaukan Pantai Biru, Perkuat Tahan Abrasi Pelantikan Matra Kaltim di IKN, Basuki Tekankan Persatuan dan Peran Adat Dalam Pembangunan Kunjungi IKN, PP Pelti Optimistis Ibu Kota Baru Segera Resmi Beroperasi

BERITA DAERAH · 11 Jun 2025 16:15 WITA ·

Pemkab PPU Gandeng Investor Korea Selatan, Kantongi Rp 300 Miliar untuk Sektor Pertanian


 Pemkab PPU Gandeng Investor Korea Selatan, Kantongi Rp 300 Miliar untuk Sektor Pertanian Perbesar

KUMALANEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menandatangani kesepakatan kerja sama strategis dengan investor asal Korea Selatan, yakni PT Informasi Geo Sistem (IGS), dengan nilai investasi mencapai Rp 300 miliar untuk pengembangan sektor pertanian.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan langsung oleh Bupati PPU, Mudyat Noor, dan Vice President PT IGS, Jason Byun, di Jakarta, Rabu (11/6/2025).

“Ini adalah langkah awal yang sangat positif. Kami berkomitmen memperkuat sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan, tidak hanya untuk PPU tetapi juga Kalimantan Timur,” ujar Mudyat Noor.

Ia menjelaskan, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program hibah Pemerintah Korea Selatan kepada Indonesia, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan, yang dikoordinasikan melalui Kementerian Pertanian RI.

Bupati PPU berharap kolaborasi ini dapat diperluas ke sektor lain seperti pengembangan pariwisata, infrastruktur pengairan pedesaan, hingga dukungan teknologi pertanian berbasis digital.

Sementara itu, Plh. Kepala Bappelitbang PPU, Ade Rianto Embongbulan, menjelaskan bahwa PT IGS merupakan mitra strategis yang telah menerima dana hibah dari Pemerintah Korea Selatan untuk merealisasikan program kerja sama internasional di bidang pertanian.

“Rencana investasi ini ditargetkan mulai berjalan paling lambat akhir tahun 2026, dan akan berlangsung selama tiga tahun hingga 2029,” ungkap Ade.

Pemkab PPU menyambut baik kehadiran investor asing sebagai bentuk transfer pengetahuan, teknologi, dan dukungan finansial dalam memodernisasi sektor pertanian daerah.

“Kami berharap, melalui kolaborasi ini, PPU tidak hanya menjadi lumbung pangan Kalimantan Timur, tetapi juga pionir pertanian modern berbasis kemitraan internasional,” tutup Mudyat. (ADV/DiskominfoPPU)

Artikel ini telah dibaca 26 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar Latih Jurnalistik Warga di Desa Kersik, Dorong Informasi Akurat dan Promosi Potensi Desa

4 Mei 2026 - 09:00 WITA

pwi0003

PWI Kukar dan Desa Kersik Hijaukan Pantai Biru, Perkuat Tahan Abrasi

4 Mei 2026 - 08:00 WITA

pwikukar0001

Kongres PSSI Kukar 2026: Dorong Pembinaan Dari Akar Rumput, Targetkan Stadion Kembali Ramai

2 Mei 2026 - 18:00 WITA

pssikukar01

May Day 2026 di Kukar, Momentum Perkuat Sinergi dan Kepedulian bagi Pekerja

1 Mei 2026 - 14:00 WITA

day3

May Day 2026, Perempuan Mahardhika Samarinda Soroti Ketidakadilan Buruh Perempuan

1 Mei 2026 - 13:00 WITA

day1

Nelayan Muara Badak Ditemukan Meninggal Dunia Usai Terseret Arus

1 Mei 2026 - 12:00 WITA

tenggelam3
Trending di BERITA DAERAH