Menu

Mode Gelap
Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN Satukan Ribuan Jamaah, Hidupkan Ruang Ibadah di Nusantara Sambut Ramadan 1447 H, Harminsyah Ajak Warga Samarinda Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial DPRD Samarinda Turun Tangan, Aduan Lahan Perumahan Giri Indah Berujung Rencana Cek Lapangan Ribuan Peserta PBI Dinonaktifkan, Komisi IV DPRD Samarinda Minta Warga Segera Cek Status BPJS Sambut Ramadan, DPK KNPI Loa Janan Gelar Japamadhan dan Ajak Pemuda Perkuat Kebersamaan

BERITA DAERAH · 11 Jun 2025 16:15 WITA ·

Pemkab PPU Gandeng Investor Korea Selatan, Kantongi Rp 300 Miliar untuk Sektor Pertanian


 Pemkab PPU Gandeng Investor Korea Selatan, Kantongi Rp 300 Miliar untuk Sektor Pertanian Perbesar

KUMALANEWS.ID, JAKARTA – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menandatangani kesepakatan kerja sama strategis dengan investor asal Korea Selatan, yakni PT Informasi Geo Sistem (IGS), dengan nilai investasi mencapai Rp 300 miliar untuk pengembangan sektor pertanian.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dilakukan langsung oleh Bupati PPU, Mudyat Noor, dan Vice President PT IGS, Jason Byun, di Jakarta, Rabu (11/6/2025).

“Ini adalah langkah awal yang sangat positif. Kami berkomitmen memperkuat sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan, tidak hanya untuk PPU tetapi juga Kalimantan Timur,” ujar Mudyat Noor.

Ia menjelaskan, kerja sama ini merupakan kelanjutan dari program hibah Pemerintah Korea Selatan kepada Indonesia, khususnya di sektor pertanian dan ketahanan pangan, yang dikoordinasikan melalui Kementerian Pertanian RI.

Bupati PPU berharap kolaborasi ini dapat diperluas ke sektor lain seperti pengembangan pariwisata, infrastruktur pengairan pedesaan, hingga dukungan teknologi pertanian berbasis digital.

Sementara itu, Plh. Kepala Bappelitbang PPU, Ade Rianto Embongbulan, menjelaskan bahwa PT IGS merupakan mitra strategis yang telah menerima dana hibah dari Pemerintah Korea Selatan untuk merealisasikan program kerja sama internasional di bidang pertanian.

“Rencana investasi ini ditargetkan mulai berjalan paling lambat akhir tahun 2026, dan akan berlangsung selama tiga tahun hingga 2029,” ungkap Ade.

Pemkab PPU menyambut baik kehadiran investor asing sebagai bentuk transfer pengetahuan, teknologi, dan dukungan finansial dalam memodernisasi sektor pertanian daerah.

“Kami berharap, melalui kolaborasi ini, PPU tidak hanya menjadi lumbung pangan Kalimantan Timur, tetapi juga pionir pertanian modern berbasis kemitraan internasional,” tutup Mudyat. (ADV/DiskominfoPPU)

Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sambut Ramadan 1447 H, Harminsyah Ajak Warga Samarinda Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial

18 Februari 2026 - 22:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 18 at 21.47.55

DPRD Samarinda Turun Tangan, Aduan Lahan Perumahan Giri Indah Berujung Rencana Cek Lapangan

18 Februari 2026 - 17:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 3

Ribuan Peserta PBI Dinonaktifkan, Komisi IV DPRD Samarinda Minta Warga Segera Cek Status BPJS

18 Februari 2026 - 11:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 2

Sambut Ramadan, DPK KNPI Loa Janan Gelar Japamadhan dan Ajak Pemuda Perkuat Kebersamaan

18 Februari 2026 - 10:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 18 at 09.39.20

Demokrat Samarinda Serukan Semangat Kebersamaan Sambut Ramadhan 1447 H

17 Februari 2026 - 20:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 17 at 22.13.05

Danau Saguntur, Nadi Kehidupan Nelayan dan Mutiara Ekowisata di Hulu Mahakam

17 Februari 2026 - 19:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan
Trending di BERITA DAERAH