Menu

Mode Gelap
Konflik Pengelolaan IPA Bendang 1 Memanas, PT WATS Klaim Hak 22 Tahun Diambil Sepihak Direktur PT WATS Menangis, Persoalkan Pengambilalihan IPA Bendang 1 Kasus Gangguan Pernapasan Meningkat di Balikpapan, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Kabut Asap Satgas PKH Kuasai Kembali 111,71 Hektare Kawasan Hutan di Tahura Bukit Soeharto PT WATS Minta Pemkot Samarinda dan Perumdam Hormati Kesepakatan Kerja Sama

BERITA DAERAH · 14 Jun 2025 12:15 WITA ·

Kala Fest Menghidupkan Kembali Romantika Citra Niaga Tempo Dulu


 Kala Fest Menghidupkan Kembali Romantika Citra Niaga Tempo Dulu. (Axel/Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Kala Fest Menghidupkan Kembali Romantika Citra Niaga Tempo Dulu. (Axel/Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Suara sepeda onthel berderit pelan, menyusuri batu-batu trotoar yang menua di antara kios-kios tua Citra Niaga. Sore berganti malam. Lampu-lampu remang menyala, menambah kuat nuansa tempo dulu. Samarinda seakan mundur ke masa lalu ke era 70 hingga 80-an yang ramai dan penuh warna.

Inilah Kala Fest 2025, yang digelar oleh Tirtonegoro Foundation selama tiga hari penuh di jantung kota Samarinda. Mengusung tema “Samarinda Tempo Dulu”, festival ini tak sekadar menyuguhkan hiburan, tetapi juga membangkitkan memori kolektif warga akan kenangan masa lampau.

Di tengah alunan musik lawas dan aroma jajanan jadul yang menggoda, pengunjung seolah tak ingin melewatkan satu detail pun dari nostalgia yang disajikan. Anak-anak mencoba permainan tradisional, sementara para orang tua tersenyum lirih saat menatap deretan buku-buku klasik yang pernah menemani masa muda mereka.

Festival ini bukan hanya tentang seni, tetapi juga menjadi ruang dialog antargenerasi. Sebuah forum kecil turut digelar, membahas sejarah kota dan dinamika perubahan wajah Samarinda dari masa ke masa.

Ketua panitia, Ramadhan Sabilla Majid, menyebut Kala Fest sebagai pengingat akan jati diri Kota Samarinda. Ia berharap generasi muda tak hanya menikmati festival ini, tetapi juga menangkap pesan penting yang ingin disampaikan: bahwa budaya dan sejarah bukan sekadar kenangan—melainkan warisan yang harus dijaga.

“Kala Fest bukan hanya sekadar acara, melainkan cara Samarinda bercermin. Menengok masa lalu bukan untuk tinggal di sana, tetapi untuk mengingat dari mana kita berasal, singkat Ramadhan Sabilla Majid.

Pewarta : Axel
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 74 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Konflik Pengelolaan IPA Bendang 1 Memanas, PT WATS Klaim Hak 22 Tahun Diambil Sepihak

1 September 2026 - 11:30 WITA

h48

Direktur PT WATS Menangis, Persoalkan Pengambilalihan IPA Bendang 1

1 September 2026 - 11:00 WITA

h47

Kasus Gangguan Pernapasan Meningkat di Balikpapan, Dinkes Ingatkan Warga Waspadai Kabut Asap

1 September 2026 - 09:30 WITA

h46

Satgas PKH Kuasai Kembali 111,71 Hektare Kawasan Hutan di Tahura Bukit Soeharto

31 Agustus 2026 - 19:00 WITA

h45

PT WATS Minta Pemkot Samarinda dan Perumdam Hormati Kesepakatan Kerja Sama

31 Agustus 2026 - 18:00 WITA

h44

Kerja Sama PT WATS dan Perumdam Tirta Kencana Buntu, DPRD Samarinda Sorot Nasib 44 Karyawan

31 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h43
Trending di BERITA DAERAH