Menu

Mode Gelap
Polsek Muara Jawa Ringkus Pengedar Sabu, 42 Paket Narkoba Disita Dua Pengedar Sabu di Sebulu Ditangkap, Polres Kukar Amankan 10 Paket Sabu dan Jutaan Rupiah Tersasar di Hutan Sepaku, Rofik Ditemukan Selamat Setelah Operasi SAR Iduladha Pertama di Masjid Negara IKN, Ribuan Paket Kurban Disalurkan Untuk Warga dan Pekerja Sangkuliman Tampilkan Pesona Ekowisata dan Budaya Lokal

BERITA DAERAH · 14 Jun 2025 12:15 WITA ·

Kala Fest Menghidupkan Kembali Romantika Citra Niaga Tempo Dulu


 Kala Fest Menghidupkan Kembali Romantika Citra Niaga Tempo Dulu. (Axel/Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Kala Fest Menghidupkan Kembali Romantika Citra Niaga Tempo Dulu. (Axel/Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Suara sepeda onthel berderit pelan, menyusuri batu-batu trotoar yang menua di antara kios-kios tua Citra Niaga. Sore berganti malam. Lampu-lampu remang menyala, menambah kuat nuansa tempo dulu. Samarinda seakan mundur ke masa lalu ke era 70 hingga 80-an yang ramai dan penuh warna.

Inilah Kala Fest 2025, yang digelar oleh Tirtonegoro Foundation selama tiga hari penuh di jantung kota Samarinda. Mengusung tema “Samarinda Tempo Dulu”, festival ini tak sekadar menyuguhkan hiburan, tetapi juga membangkitkan memori kolektif warga akan kenangan masa lampau.

Di tengah alunan musik lawas dan aroma jajanan jadul yang menggoda, pengunjung seolah tak ingin melewatkan satu detail pun dari nostalgia yang disajikan. Anak-anak mencoba permainan tradisional, sementara para orang tua tersenyum lirih saat menatap deretan buku-buku klasik yang pernah menemani masa muda mereka.

Festival ini bukan hanya tentang seni, tetapi juga menjadi ruang dialog antargenerasi. Sebuah forum kecil turut digelar, membahas sejarah kota dan dinamika perubahan wajah Samarinda dari masa ke masa.

Ketua panitia, Ramadhan Sabilla Majid, menyebut Kala Fest sebagai pengingat akan jati diri Kota Samarinda. Ia berharap generasi muda tak hanya menikmati festival ini, tetapi juga menangkap pesan penting yang ingin disampaikan: bahwa budaya dan sejarah bukan sekadar kenangan—melainkan warisan yang harus dijaga.

“Kala Fest bukan hanya sekadar acara, melainkan cara Samarinda bercermin. Menengok masa lalu bukan untuk tinggal di sana, tetapi untuk mengingat dari mana kita berasal, singkat Ramadhan Sabilla Majid.

Pewarta : Axel
Editor  : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 62 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tersasar di Hutan Sepaku, Rofik Ditemukan Selamat Setelah Operasi SAR

28 Mei 2026 - 19:00 WITA

hutan01

Sangkuliman Tampilkan Pesona Ekowisata dan Budaya Lokal

28 Mei 2026 - 09:00 WITA

703092475 122275769672165445 671834973514103866 n

Tinjau Penyembelihan Kurban di Sejumlah Titik, Bupati Kukar Dorong Semangat Berbagi dan Kepedulian Sosial

27 Mei 2026 - 16:00 WITA

pwi3

Gotong Royong Sembelih Kurban, PWI Kukar Perkuat Kebersamaan dan Sinergi

27 Mei 2026 - 15:00 WITA

pwi1

Viral Orangutan Kurus di Jalan Tambang Kaltim, Kisah Mauliyan dan Ariandi Jadi Alarm Rusaknya Habitat

26 Mei 2026 - 20:00 WITA

orangutan001

Dishub dan Satlantas Samarinda Tegas Tertibkan Truk Gandeng di Teuku Umar, Pelanggar Terancam Digembosi

26 Mei 2026 - 19:00 WITA

dishubkota03
Trending di BERITA DAERAH