Menu

Mode Gelap
Abdul Rohim: HUT ke-81 RI Harus Jadi Momentum Menghadirkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat DPRD Samarinda Rampungkan Tiga Raperda, Masa Kerja Pansus I Diperpanjang Demi Matangkan Substansi DPRD Samarinda: Trauma Anak Jangan Jadi Alasan Menghentikan Proses Hukum Kasus Kekerasan Ketua TRC PPA Kaltim Soroti Wacana RUU LGBTQ, Tekankan Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum DPRD Samarinda Dorong Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan Ditingkatkan Demi Pelayanan Publik Berkualitas

BERITA DAERAH · 16 Jul 2026 13:00 WITA ·

150 Ribu Seragam Gratis Dibagikan, Pemkot Balikpapan Ringankan Beban Orang Tua


 Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud didampingi Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik menyerahkan secara simbolis bantuan 150 ribu stel seragam sekolah gratis kepada perwakilan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 di SD Negeri 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026). Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud didampingi Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik menyerahkan secara simbolis bantuan 150 ribu stel seragam sekolah gratis kepada perwakilan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 di SD Negeri 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026). Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan kembali membagikan sekitar 150 ribu stel seragam sekolah gratis kepada peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 sebagai upaya memperluas akses pendidikan dan meringankan beban orang tua. Program tersebut menyasar siswa PAUD, SD, SMP hingga Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Kesetaraan di sekolah negeri maupun swasta.

Penyerahan seragam secara simbolis dilakukan oleh Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Irfan Taufik, di SD Negeri 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026).

Rahmad Mas’ud mengatakan, pembagian seragam gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun sekaligus memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan belajar tanpa terkendala biaya perlengkapan sekolah.

“Kami ingin semua anak mendapatkan hak pendidikan yang sama tanpa terbebani biaya seragam,” ujar Rahmad.

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan meliputi seragam nasional, batik, dan Pramuka. Program ini tidak hanya membantu meringankan pengeluaran orang tua pada awal tahun ajaran, tetapi juga menjadi investasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama menjelang peran Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Selain program seragam gratis, Pemkot Balikpapan juga terus memperkuat layanan pendidikan melalui pembangunan ruang kelas baru, penambahan daya tampung sekolah, pemberian stimulus bagi sekolah swasta, hingga pembangunan SMP Negeri 29 di kawasan Grand City. Rahmad juga menegaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) berlangsung transparan dan bebas dari praktik titipan.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Balikpapan Irfan Taufik mengatakan setiap peserta didik baru akan menerima tiga jenis seragam lengkap beserta topi dan ikat pinggang. Distribusi dilakukan secara bertahap selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan ditargetkan selesai sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung penuh pada 20 Juli 2026.

“Seluruh seragam ditargetkan sudah diterima siswa sebelum pembelajaran berjalan normal,” kata Irfan.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu keluarga siswa, tetapi juga berpotensi menekan pengeluaran masyarakat pada awal tahun ajaran sehingga turut mendukung pengendalian inflasi daerah. Dengan pengadaan seragam secara terpusat, manfaat program diharapkan dapat dirasakan baik oleh masyarakat maupun perekonomian Kota Balikpapan.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 18 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Abdul Rohim: HUT ke-81 RI Harus Jadi Momentum Menghadirkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat

7 Agustus 2026 - 17:00 WITA

e99

DPRD Samarinda Rampungkan Tiga Raperda, Masa Kerja Pansus I Diperpanjang Demi Matangkan Substansi

7 Agustus 2026 - 16:00 WITA

e98

DPRD Samarinda: Trauma Anak Jangan Jadi Alasan Menghentikan Proses Hukum Kasus Kekerasan

7 Agustus 2026 - 15:00 WITA

e97

Ketua TRC PPA Kaltim Soroti Wacana RUU LGBTQ, Tekankan Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum

7 Agustus 2026 - 14:00 WITA

e96

DPRD Samarinda Dorong Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan Ditingkatkan Demi Pelayanan Publik Berkualitas

7 Agustus 2026 - 13:00 WITA

e95

DPRD Samarinda Dorong Pesantren Layak Anak, Minta Sistem Pencegahan Kekerasan Seksual Diperkuat

7 Agustus 2026 - 12:00 WITA

e94
Trending di BERITA DAERAH