KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat komitmennya dalam melestarikan bahasa daerah melalui jalur pendidikan formal.
Salah satu wujud konkret dari komitmen tersebut adalah penyelenggaraan Workshop Penyusunan Modul Pembelajaran Bahasa Kutai bagi guru sekolah dasar (SD) tahun 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk melahirkan draft modul pembelajaran Bahasa Kutai yang kemudian akan dibimbing dan disempurnakan oleh narasumber dari Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), hingga menjadi modul utuh yang siap digunakan dalam proses pembelajaran di kelas.
Para peserta mengaku sangat terbantu dengan pelaksanaan workshop ini, dan berharap hasilnya bisa segera diimplementasikan di sekolah masing-masing.
“Workshop ini sangat membantu dalam proses belajar bahasa daerah di sekolah. Meskipun ada kendala teknis seperti jaringan internet, saya merasa lebih siap menyusun modul,” ujar Nadifa Nurfadila Adisti Putri, guru SDN 009 Tenggarong, Selasa (15/7/2025).
Nadifa Nurfadila Adisti Putri juga menyebut bahwa dalam penyusunan modul terdapat sejumlah tantangan, antara lain dalam memilih diksi yang tepat dan menyusun struktur materi yang sesuai dengan jenjang pendidikan dasar.
Senada dengan itu, Syara Ulan, guru dari SDN 002 Loa Kulu, juga mengungkapkan manfaat serupa. Ia menilai workshop ini memberikan banyak wawasan baru, terutama dalam teknik penyusunan modul bahasa daerah yang lebih sistematis dan aplikatif.
“Sebagai peserta dari berbagai latar belakang, kami sempat menghadapi tantangan dalam memahami Bahasa Kutai secara utuh. Tapi justru dari perbedaan itu kami jadi lebih terbuka dan menambah wawasan,” ungkapnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 50 guru SD dari 18 kecamatan se-Kutai Kartanegara. Fokus utama workshop adalah menyusun draft modul Bahasa Kutai yang dirancang sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal di tingkat sekolah dasar.
Melalui kegiatan ini, Disdikbud Kukar berharap Bahasa Kutai dapat terus hidup dan berkembang sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Kukar.
Workshop ini juga menjadi langkah strategis dalam pelestarian budaya daerah melalui pendidikan yang terstruktur, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Fairuzzabady

















