KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Untuk mencegah infeksi Virus Dengue, mengurangi tingkat keparahan penyakit, serta menurunkan risiko rawat inap dan kematian akibat DBD, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Kesehatan Kukar, melaksanakan vaksinasi demam berdarah di sejumlah sekolah di Kecamatan Tenggarong.
Program vaksinasi ini merupakan langkah preventif untuk melindungi anak-anak dari penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Penyakit tersebut selama ini menjadi momok menakutkan, terutama bagi orang tua yang memiliki anak berusia di bawah 14 tahun.
“Pemprov Kaltim melalui Dinas Kesehatan mendorong seluruh Kabupaten/Kota untuk mengimplementasikan program vaksinasi DBD. Kick-Off pelaksanaannya dimulai dari Kota Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, Rabu (23/7/2025).
Lebih lanjut, Jaya Mualimin, mengatakan, tujuan vaksinasi ini adalah untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak-anak terhadap virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti.
Sebelumnya, berbagai upaya pencegahan telah dilakukan oleh Dinas Kesehatan, seperti penyuluhan, pembersihan lingkungan, pembentukan kader jumantik di rumah-rumah, serta fogging dan larvasidasi, hingga imbauan 3M plus juga terus dikampanyekan.
Namun, menurut Jaya, dalam tiga tahun terakhir lebih dari 50 anak di Kaltim meninggal akibat DBD. Hal ini mendorong Dinas Kesehatan Kaltim untuk melakukan inovasi, dengan menambahkan program vaksinasi seperti yang sudah dilaksanakan untuk polio dan hepatitis.
“Vaksin Dengue yang digunakan diproduksi oleh perusahaan asal Jepang, sudah mendapat izin edar dari Balitbangkes dan BPOM, serta telah dinyatakan Halal. Vaksin ini dinilai aman dan cocok digunakan di Indonesia,” jelasnya.
Jaya mualimin menambahkan, program vaksinasi Dengue sudah dilaksanakan sejak tiga tahun terakhir di Balikpapan, Samarinda, dan Kutai Kartanegara. Tahun depan, program ini akan dilanjutkan di daerah lain di Kalimantan Timur.
Dinas Kesehatan Kaltim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung program ini. Harapannya, langkah ini mampu menekan angka kasus dan kematian akibat DBD di Kalimantan Timur.
Pewarta & Editor : Fairuzzabady

















