Menu

Mode Gelap
Abdul Rohim: HUT ke-81 RI Harus Jadi Momentum Menghadirkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat DPRD Samarinda Rampungkan Tiga Raperda, Masa Kerja Pansus I Diperpanjang Demi Matangkan Substansi DPRD Samarinda: Trauma Anak Jangan Jadi Alasan Menghentikan Proses Hukum Kasus Kekerasan Ketua TRC PPA Kaltim Soroti Wacana RUU LGBTQ, Tekankan Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum DPRD Samarinda Dorong Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan Ditingkatkan Demi Pelayanan Publik Berkualitas

BERITA DAERAH · 21 Jul 2026 17:00 WITA ·

Lima Hari Pencarian, Operasi SAR Nelayan Hilang di Muara Berau Resmi Ditutup


 Basarnas Balikpapan melalui Pos SAR Kutai Timur resmi menutup Operasi SAR terhadap nelayan Hasriarto (37) yang hilang di Perairan Muara Berau setelah pencarian selama lima hari belum membuahkan hasil. Foto: Basarnas Kaltim. Perbesar

Basarnas Balikpapan melalui Pos SAR Kutai Timur resmi menutup Operasi SAR terhadap nelayan Hasriarto (37) yang hilang di Perairan Muara Berau setelah pencarian selama lima hari belum membuahkan hasil. Foto: Basarnas Kaltim.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan melalui Pos SAR Kutai Timur resmi menutup Operasi SAR terhadap Hasriarto (37), nelayan yang dilaporkan hilang akibat kecelakaan kapal di Perairan Muara Berau, Desa Muara Badak Ulu, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (21/7/2026). Penutupan dilakukan setelah upaya pencarian selama lima hari tidak membuahkan hasil.

Korban, warga RT 01 Desa Muara Badak Ulu, diketahui berangkat memancing seorang diri pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 16.30 WITA. Keesokan harinya, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 08.00 WITA, warga dan nelayan menemukan kapal milik korban dalam kondisi setengah tenggelam di Perairan Muara Berau. Namun, korban tidak berada di lokasi dan hingga kini belum ditemukan.

Koordinator Pos SAR Kutai Timur, Dwi Adi Wibowo, mengatakan pada hari kelima operasi Tim SAR Gabungan memperluas pencarian hingga area seluas 587 nautical mile persegi dengan melakukan penyisiran di permukaan perairan serta pemantauan di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban.

“Seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal sesuai rencana operasi, namun korban belum berhasil ditemukan,” ujarnya.

Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur, TNI AL Muara Badak, Polairud Polda Kalimantan Timur, BPBD Kutai Kartanegara, Damkar Muara Badak, Potensi SAR Muara Badak, keluarga korban, serta nelayan setempat. Berbagai peralatan juga dikerahkan, di antaranya Rigid Inflatable Boat (RIB), speed boat, peralatan SAR air, peralatan selam, komunikasi, dan medis.

Meski cuaca selama operasi terpantau cerah, proses pencarian terkendala kondisi gelombang yang cukup tinggi di wilayah perairan Muara Berau. Setelah dilakukan evaluasi bersama keluarga korban dan seluruh unsur SAR, disepakati operasi pencarian dihentikan.

“Operasi SAR resmi ditutup berdasarkan hasil evaluasi dan kesepakatan bersama keluarga serta seluruh unsur yang terlibat,” kata Dwi.

Dengan ditutupnya operasi, seluruh personel SAR dikembalikan ke satuan masing-masing. Basarnas Balikpapan tetap akan melakukan pemantauan dan siap membuka kembali operasi apabila terdapat informasi baru terkait keberadaan korban.

Basarnas Balikpapan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, instansi terkait, nelayan, dan masyarakat yang telah berpartisipasi serta mendukung proses pencarian selama operasi berlangsung.

 

Sumber: Basarnas Kaltim
@2026
Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Abdul Rohim: HUT ke-81 RI Harus Jadi Momentum Menghadirkan Keadilan dan Kesejahteraan bagi Rakyat

7 Agustus 2026 - 17:00 WITA

e99

DPRD Samarinda Rampungkan Tiga Raperda, Masa Kerja Pansus I Diperpanjang Demi Matangkan Substansi

7 Agustus 2026 - 16:00 WITA

e98

DPRD Samarinda: Trauma Anak Jangan Jadi Alasan Menghentikan Proses Hukum Kasus Kekerasan

7 Agustus 2026 - 15:00 WITA

e97

Ketua TRC PPA Kaltim Soroti Wacana RUU LGBTQ, Tekankan Perlindungan Anak dan Kepastian Hukum

7 Agustus 2026 - 14:00 WITA

e96

DPRD Samarinda Dorong Kesejahteraan Guru dan Tenaga Kesehatan Ditingkatkan Demi Pelayanan Publik Berkualitas

7 Agustus 2026 - 13:00 WITA

e95

DPRD Samarinda Dorong Pesantren Layak Anak, Minta Sistem Pencegahan Kekerasan Seksual Diperkuat

7 Agustus 2026 - 12:00 WITA

e94
Trending di BERITA DAERAH