Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 21 Jul 2026 12:00 WITA ·

Ribuan Guru Samarinda Ikuti Upskilling AI, Pemkot Perkuat Transformasi Digital Sekolah


 Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, membuka Program Upskilling 1.000 Guru untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam pemanfaatan AI sekaligus memperkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), hasil kolaborasi Pemkot Samarinda dan PT Gamma Persada Sinergi. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, membuka Program Upskilling 1.000 Guru untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam pemanfaatan AI sekaligus memperkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), hasil kolaborasi Pemkot Samarinda dan PT Gamma Persada Sinergi. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda bekerja sama dengan PT Gamma Persada Sinergi menggelar Program Upskilling 1.000 Guru bertajuk “Akselerasi Transformasi Digital Sekolah untuk Mendorong Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN)” sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sekaligus memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.

Program yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, ini mendapat antusiasme tinggi. Sebanyak sekitar 1.200 guru mendaftar, melampaui target awal 1.000 peserta.

Saefuddin menegaskan bahwa kehadiran AI bukan untuk menggantikan guru, melainkan menjadi alat bantu yang dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran.

“AI tidak bisa menggantikan guru. AI hanya membantu dan melengkapi proses pembelajaran,” ujarnya.

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Samarinda terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas guru. Tingginya minat peserta juga menjadi bukti semangat para pendidik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu penyusunan administrasi pembelajaran, memberikan inspirasi metode mengajar, hingga menganalisis hasil belajar peserta didik. Namun, pemanfaatan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter melalui penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).

Saefuddin juga mengingatkan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak di tengah tantangan era digital, seperti cyberbullying, penyebaran informasi palsu, hingga rendahnya etika bermedia sosial.

“Sekolah yang maju bukan hanya memiliki teknologi, tetapi juga mampu membangun karakter dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman,” tegasnya.

Melalui program ini, Pemkot Samarinda berharap para guru semakin siap menghadapi transformasi digital, mampu memanfaatkan AI secara optimal dalam pembelajaran, serta menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH