KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda bekerja sama dengan PT Gamma Persada Sinergi menggelar Program Upskilling 1.000 Guru bertajuk “Akselerasi Transformasi Digital Sekolah untuk Mendorong Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN)” sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sekaligus memperkuat budaya sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif.
Program yang dibuka oleh Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, ini mendapat antusiasme tinggi. Sebanyak sekitar 1.200 guru mendaftar, melampaui target awal 1.000 peserta.
Saefuddin menegaskan bahwa kehadiran AI bukan untuk menggantikan guru, melainkan menjadi alat bantu yang dapat meningkatkan kualitas proses pembelajaran.
“AI tidak bisa menggantikan guru. AI hanya membantu dan melengkapi proses pembelajaran,” ujarnya.
Ia mengatakan, Pemerintah Kota Samarinda terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan melalui pelatihan dan pengembangan kapasitas guru. Tingginya minat peserta juga menjadi bukti semangat para pendidik untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu penyusunan administrasi pembelajaran, memberikan inspirasi metode mengajar, hingga menganalisis hasil belajar peserta didik. Namun, pemanfaatan teknologi harus diimbangi dengan penguatan karakter melalui penerapan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN).
Saefuddin juga mengingatkan pentingnya penggunaan media sosial secara bijak di tengah tantangan era digital, seperti cyberbullying, penyebaran informasi palsu, hingga rendahnya etika bermedia sosial.
“Sekolah yang maju bukan hanya memiliki teknologi, tetapi juga mampu membangun karakter dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman,” tegasnya.
Melalui program ini, Pemkot Samarinda berharap para guru semakin siap menghadapi transformasi digital, mampu memanfaatkan AI secara optimal dalam pembelajaran, serta menjadi teladan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















