Menu

Mode Gelap
Lima Hari Pencarian, Operasi SAR Nelayan Hilang di Muara Berau Resmi Ditutup Banggar DPRD Samarinda Kaji Draf KUA-PPAS 2027, Fokus pada Fiskal dan Peningkatan PAD Bapemperda DPRD Samarinda Rampungkan Finalisasi Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Banggar DPRD Samarinda Prioritaskan Program Masyarakat di Tengah Keterbatasan Fiskal 2027 DPRD Samarinda Dukung Upskilling 1.200 Guru, Perkuat Transformasi Digital Sekolah

BERITA DAERAH · 15 Sep 2025 14:15 WITA ·

Nelayan Muda di Muara Muntai Ditemukan Meninggal Tergantung di Danau Melintang


 Polisi dan warga melakukan evakuasi jasad seorang nelayan muda yang sudah tinggal tulang dan kulit. (Foto. Dok: Polsek Muara Muntai) Perbesar

Polisi dan warga melakukan evakuasi jasad seorang nelayan muda yang sudah tinggal tulang dan kulit. (Foto. Dok: Polsek Muara Muntai)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Warga Desa Jantur Baru, Kecamatan Muara Muntai, digemparkan dengan penemuan mayat seorang nelayan muda yang sudah tinggal tulang dan kulit di kawasan Perairan Danau Melintang, tepatnya di Daerah Jingga 2, pada Sabtu (13/9/2025) sekitar pukul 07.00 WITA.

Korban diketahui bernama Muhammad Noor (21), warga Desa Jantur Baru RT 09, Kecamatan Muara Muntai. Ia sebelumnya dilaporkan hilang sejak 10 Agustus 2025 ketika pergi mencari ikan di Danau Jempang.

Penemuan berawal dari seorang nelayan bernama Jasnan, yang saat mencari ikan di Danau Jempang mencium bau menyengat. Setelah ditelusuri, ia mendapati sesosok tubuh tergantung di dahan pohon dengan leher terikat sabuk hitam. Kondisi jasad sudah membusuk hingga tinggal kulit dan tulang.

Di sekitar lokasi, ditemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, yakni pakaian berwarna hitam abu-abu, sebuah parang, dan senter. Barang-barang tersebut kemudian dikenali langsung oleh Asdi, ayah korban, sebagai milik anaknya.

Kapolsek Muara Muntai, Iptu Wahid, membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya bersama tim Puskesmas Muara Muntai dan warga setempat langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

“Setelah dicocokkan dengan barang-barang pribadi, pihak keluarga meyakini bahwa jenazah tersebut adalah Muhammad Noor,” jelas Iptu Wahid, Senin (15/9/2025).

Keluarga korban, melalui ayahnya, Asdi, menyatakan bahwa peristiwa ini merupakan musibah. Mereka menolak dilakukannya otopsi dan membuat surat pernyataan resmi.

“Jenazah kemudian dimandikan secara syariat (fardu kifayah), dikafani, disalatkan di rumah duka, dan dimakamkan pada sore harinya sekitar pukul 16.00 WITA,” tutup Iptu Wahid.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Lima Hari Pencarian, Operasi SAR Nelayan Hilang di Muara Berau Resmi Ditutup

21 Juli 2026 - 17:00 WITA

c21

Banggar DPRD Samarinda Kaji Draf KUA-PPAS 2027, Fokus pada Fiskal dan Peningkatan PAD

21 Juli 2026 - 16:00 WITA

c20

Bapemperda DPRD Samarinda Rampungkan Finalisasi Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

21 Juli 2026 - 15:00 WITA

c19

Banggar DPRD Samarinda Prioritaskan Program Masyarakat di Tengah Keterbatasan Fiskal 2027

21 Juli 2026 - 14:00 WITA

c18

DPRD Samarinda Dukung Upskilling 1.200 Guru, Perkuat Transformasi Digital Sekolah

21 Juli 2026 - 13:00 WITA

c17

Ribuan Guru Samarinda Ikuti Upskilling AI, Pemkot Perkuat Transformasi Digital Sekolah

21 Juli 2026 - 12:00 WITA

c16
Trending di BERITA DAERAH