Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

SENI BUDAYA · 26 Sep 2025 17:15 WITA ·

Tari Ganjur, Tarian Sakral Penjaga Keamanan dalam Erau Adat Kutai


 Tari Ganjur, tarian sakral Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, ditampilkan dalam rangkaian Erau Adat pada ritual malam Bepelas Sultan. (Foto. Dok: Awal) Perbesar

Tari Ganjur, tarian sakral Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, ditampilkan dalam rangkaian Erau Adat pada ritual malam Bepelas Sultan. (Foto. Dok: Awal)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memiliki sejumlah tarian sakral yang dibawakan pada upacara tertentu, khususnya dalam rangkaian Erau Adat saat malam Bepelas Sultan.

Salah satunya adalah Tari Ganjur, tarian yang dibawakan oleh penari laki-laki dengan senjata gada sebagai simbol penjaga keamanan.

Tari Ganjur merupakan tarian ritual sakral yang memiliki peran penting dalam upacara adat Kesultanan. Tarian ini biasanya dibawakan oleh empat penari laki-laki dari kerabat Kesultanan, yang disebut beganjar, dengan mengayunkan gada atau ganjur secara dinamis.

Dalam prosesi Bepelas, Tari Ganjur melambangkan penjagaan terhadap Tiang Ayu, sebuah tiang pusaka yang disucikan. Gerakan tari yang enerjik menggambarkan kegagahan dan keteguhan, diiringi alunan gamelan klasik khas Kutai yang juga mencerminkan akulturasi budaya Jawa.

lip011f f

Tari Ganjur, tarian sakral Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, ditampilkan dalam rangkaian Erau Adat pada ritual malam Bepelas Sultan. (Foto. Dok: Awal)

Lebih dari sekadar pertunjukan seni, Tari Ganjur merupakan bagian penting dari ritual adat. Tarian ini diyakini berfungsi menjaga Tiang Ayu agar terbebas dari gangguan dimensi lain selama perhelatan penting, seperti Erau maupun penobatan Sultan.

Tari Ganjur hanya ditampilkan pada upacara tertentu yang bersifat sakral, antara lain Festival Erau, penobatan Sultan, dan penyambutan tamu agung. Para penari biasanya mengenakan busana khas berupa atasan miskat, celana panjang hitam, dan sarung.

Dahulu, terdapat tarian serupa bernama Kanjar Ganjur. Namun, Tari Ganjur yang berasal dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura berbeda dengan tari Kanjar di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, yang lebih bersifat hiburan adat.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 604 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BeSeprah Erau Adat Kutai 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Pererat Kebersamaan

24 September 2026 - 13:00 WITA

k95

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan

20 September 2026 - 12:00 WITA

k48

Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

k47

Merangin, Ritual Sakral Kesultanan Kutai Menandai Awal Perjalanan Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

k45

Menjamu Benua Digelar, Kesultanan Kutai Sambut Erau 2026

17 September 2026 - 20:00 WITA

k33

Beluluh Sultan Buka Jalan Menuju Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

k26
Trending di BERITA DAERAH