Menu

Mode Gelap
Uji Coba Perlinsos Digital Dongkrak Aktivasi IKD di Balikpapan hingga 15 Persen Koperasi Merah Putih di Balikpapan Utara Mulai Bergerak, Dorong Ekonomi Warga Disnaker Balikpapan Bidik Penyerapan Tenaga Kerja JMF 2026 Tembus di Atas 50 Persen Dinsos Samarinda: Serapan Anggaran 2026 Capai 31 Persen, Kemiskinan Turun Jadi 3,45 Persen Komisi IV DPRD Samarinda Minta Dinsos Percepat Pembaruan Data Sosial Demi Bantuan Tepat Sasaran

SENI BUDAYA · 26 Sep 2025 17:15 WITA ·

Tari Ganjur, Tarian Sakral Penjaga Keamanan dalam Erau Adat Kutai


 Tari Ganjur, tarian sakral Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, ditampilkan dalam rangkaian Erau Adat pada ritual malam Bepelas Sultan. (Foto. Dok: Awal) Perbesar

Tari Ganjur, tarian sakral Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, ditampilkan dalam rangkaian Erau Adat pada ritual malam Bepelas Sultan. (Foto. Dok: Awal)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura memiliki sejumlah tarian sakral yang dibawakan pada upacara tertentu, khususnya dalam rangkaian Erau Adat saat malam Bepelas Sultan.

Salah satunya adalah Tari Ganjur, tarian yang dibawakan oleh penari laki-laki dengan senjata gada sebagai simbol penjaga keamanan.

Tari Ganjur merupakan tarian ritual sakral yang memiliki peran penting dalam upacara adat Kesultanan. Tarian ini biasanya dibawakan oleh empat penari laki-laki dari kerabat Kesultanan, yang disebut beganjar, dengan mengayunkan gada atau ganjur secara dinamis.

Dalam prosesi Bepelas, Tari Ganjur melambangkan penjagaan terhadap Tiang Ayu, sebuah tiang pusaka yang disucikan. Gerakan tari yang enerjik menggambarkan kegagahan dan keteguhan, diiringi alunan gamelan klasik khas Kutai yang juga mencerminkan akulturasi budaya Jawa.

lip011f f

Tari Ganjur, tarian sakral Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, ditampilkan dalam rangkaian Erau Adat pada ritual malam Bepelas Sultan. (Foto. Dok: Awal)

Lebih dari sekadar pertunjukan seni, Tari Ganjur merupakan bagian penting dari ritual adat. Tarian ini diyakini berfungsi menjaga Tiang Ayu agar terbebas dari gangguan dimensi lain selama perhelatan penting, seperti Erau maupun penobatan Sultan.

Tari Ganjur hanya ditampilkan pada upacara tertentu yang bersifat sakral, antara lain Festival Erau, penobatan Sultan, dan penyambutan tamu agung. Para penari biasanya mengenakan busana khas berupa atasan miskat, celana panjang hitam, dan sarung.

Dahulu, terdapat tarian serupa bernama Kanjar Ganjur. Namun, Tari Ganjur yang berasal dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura berbeda dengan tari Kanjar di Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, yang lebih bersifat hiburan adat.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 530 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Diguyur Hujan, Festival Budaya Dayak Kenyah Tetap Dipadati Ribuan Pengunjung

29 Juni 2026 - 10:02 WITA

a127

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Diserbu Pengunjung, Panitia Dorong Peningkatan Fasilitas

29 Juni 2026 - 09:00 WITA

a126

Festival Budaya Dayak Kenyah Ditutup Meriah, Ketua Adat Pampang Bangga Antusiasme Masyarakat

29 Juni 2026 - 08:00 WITA

a125

Tari Kembar 4 Meriahkan Festival Budaya Pampang, Simbol Harmoni Dayak dan Jawa di Samarinda

25 Juni 2026 - 19:00 WITA

a99

Festival Budaya Dayak Kenyah Jadi Sarana Pelestarian Tradisi dan Penggerak Ekonomi Masyarakat Pampang

25 Juni 2026 - 16:00 WITA

a96

HUT ke-53 Desa Budaya Pampang, Andi Harun Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya dan Kelestarian Alam

25 Juni 2026 - 13:00 WITA

a93
Trending di BERITA DAERAH