Menu

Mode Gelap
Aktivis Lingkungan Dorong Pengembangan Tebing Lonceng Utamakan Keselamatan dan Kolaborasi Digagas Sejak 2015, Rusdiansyah Ingin Wisata Gunung Lonceng Dikembangkan Jadi Kawasan Terpadu Bocah 12 Tahun Diduga Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan, Pencarian Dilanjutkan Besok Orang Tua Siswa Bangga Titipkan Anak di SMA Taruna Nusantara Kampus IKN Komisi VII DPR RI Apresiasi Tingginya TKDN di IKN, Dorong UMKM dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi

BERITA DAERAH · 13 Okt 2025 16:15 WITA ·

Titik Nol Tenggarong Jadi Pusat Baru Kegiatan Budaya di Kukar


 Taman Titik Nol Tenggarong, Ikon Baru Ruang Publik di Jantung Kutai Kartanegara. Perbesar

Taman Titik Nol Tenggarong, Ikon Baru Ruang Publik di Jantung Kutai Kartanegara.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Setiap akhir pekan, kawasan Titik Nol Tenggarong berubah menjadi ruang hidup penuh warna. Suara musik tradisional berpadu dengan tarian daerah dan pertunjukan komunitas seni lokal, menjadikan area ini pusat baru aktivitas budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Inisiatif tersebut digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas daerah melalui pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal.

Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengatakan kawasan Titik Nol kini difungsikan sebagai panggung terbuka bagi masyarakat dan pelajar untuk mengekspresikan kreativitas mereka.

“Kami ingin menjadikan Titik Nol sebagai ruang yang hidup, tempat masyarakat bisa menikmati sekaligus melestarikan budaya lokal,” ujar Puji, Senin (13/10/2025).

Beragam kegiatan seni rutin digelar di kawasan ini — mulai dari tari Jepen, musik etnik, hingga pameran kriya lokal. Kehadiran aktivitas seni di ruang publik diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap warisan budaya sendiri.

Puji menilai, lokasi Titik Nol yang strategis di pusat kota dan dikelilingi situs bersejarah seperti Museum Mulawarman dan Masjid Jami Aji Amir Hasanoeddin, menjadi nilai tambah dalam memperkuat citra Tenggarong sebagai kota budaya.

“Kawasan ini memiliki nilai sejarah dan simbol identitas daerah. Karena itu, kami menjadikannya etalase bagi kegiatan seni dan budaya masyarakat,” jelasnya.

Disdikbud Kukar berkomitmen menjaga keberlanjutan kegiatan budaya di kawasan ini agar tidak sekadar menjadi tontonan musiman, melainkan wadah pembinaan, edukasi, dan promosi seni secara berkelanjutan.

“Kami ingin masyarakat terus berkreasi di sini. Dari pelajar hingga komunitas lokal, semuanya memiliki ruang untuk berekspresi,” tutup Puji.

 

ADV – DISDIKBUD KUKAR
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 68 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Aktivis Lingkungan Dorong Pengembangan Tebing Lonceng Utamakan Keselamatan dan Kolaborasi

11 Juli 2026 - 21:00 WITA

a285

Digagas Sejak 2015, Rusdiansyah Ingin Wisata Gunung Lonceng Dikembangkan Jadi Kawasan Terpadu

11 Juli 2026 - 20:00 WITA

a284

Bocah 12 Tahun Diduga Terseret Arus di Pantai Kemala Balikpapan, Pencarian Dilanjutkan Besok

11 Juli 2026 - 19:00 WITA

a283

Komisi VII DPR RI Apresiasi Tingginya TKDN di IKN, Dorong UMKM dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi

11 Juli 2026 - 13:00 WITA

a278

Pemkot Balikpapan Siapkan Relokasi Usai Gelombang Pasang Robohkan Tiga Rumah

10 Juli 2026 - 15:00 WITA

a273

Gelombang Pasang Robohkan Tiga Rumah di Balikpapan, Warga Selamat Berkat Evakuasi Cepat

10 Juli 2026 - 14:00 WITA

a272
Trending di BERITA DAERAH