KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Aktivis Lingkungan Gunung Lingai, Nurdin, menilai Tebing Lonceng memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam. Namun, pengelolaannya harus mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemilik lahan agar memberikan manfaat jangka panjang.
Hal itu disampaikan Nurdin saat mengunjungi kawasan Tebing Lonceng, Samarinda Seberang, Sabtu (11/7/2026) malam.
Menurutnya, panorama alam dari ketinggian menjadi daya tarik utama Tebing Lonceng yang memiliki nilai tersendiri dan sulit ditemukan di lokasi lain.
“Pemandangannya luar biasa. Keindahan alam seperti ini tidak bisa dibeli dengan uang,” ujarnya.
Nurdin mengatakan, potensi tersebut perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat membangun kerja sama sejak awal, sehingga pengembangan kawasan berjalan berkelanjutan.
Ia juga membagikan pengalamannya dalam mengembangkan wisata Gunung Lingai yang sempat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Namun, menurutnya, pengembangan kawasan itu sempat terhambat karena belum terbangunnya sinergi yang kuat.
“Jangan sampai pengalaman di Gunung Lingai terulang di Tebing Lonceng,” katanya.
Meski mengapresiasi keindahan kawasan tersebut, Nurdin mengingatkan bahwa aspek keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas. Ia menilai masih terdapat beberapa titik tebing yang berpotensi longsor dan memerlukan penanganan sebelum kawasan dikembangkan lebih luas.
“Keselamatan pengunjung harus menjadi perhatian utama pengelola,” tegasnya.
Nurdin berharap Tebing Lonceng tidak hanya berkembang sebagai destinasi wisata yang menarik, tetapi juga tetap menjaga kelestarian lingkungan, memperhatikan faktor keselamatan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui kolaborasi semua pihak.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















