Menu

Mode Gelap
Tarawih Perdana di Masjid Negara IKN Satukan Ribuan Jamaah, Hidupkan Ruang Ibadah di Nusantara Sambut Ramadan 1447 H, Harminsyah Ajak Warga Samarinda Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial DPRD Samarinda Turun Tangan, Aduan Lahan Perumahan Giri Indah Berujung Rencana Cek Lapangan Ribuan Peserta PBI Dinonaktifkan, Komisi IV DPRD Samarinda Minta Warga Segera Cek Status BPJS Sambut Ramadan, DPK KNPI Loa Janan Gelar Japamadhan dan Ajak Pemuda Perkuat Kebersamaan

BERITA DAERAH · 22 Okt 2025 10:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Lestarikan Seni Lisan Ladon sebagai Warisan Budaya Kutai


 Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, M. Saidar, memberikan keterangan terkait upaya Disdikbud Kukar dalam memperkuat pelestarian seni lisan tradisional Ladon, salah satu kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kutai. Perbesar

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutai Kartanegara, M. Saidar, memberikan keterangan terkait upaya Disdikbud Kukar dalam memperkuat pelestarian seni lisan tradisional Ladon, salah satu kekayaan budaya yang menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Kutai.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya pelestarian seni lisan tradisional Ladon, salah satu kekayaan budaya yang menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Kutai.

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, menjelaskan bahwa Ladon merupakan bentuk komunikasi lisan yang dibawakan secara bersahutan oleh dua orang, dengan lirik atau syair yang sarat akan pesan moral dan nilai-nilai budaya.

“Ladon biasanya disampaikan secara bersahutan dan disesuaikan dengan tema yang diangkat. Melalui irama dan kata-kata yang puitis, masyarakat Kutai menyampaikan nilai-nilai kehidupan dengan cara yang indah dan menghibur,” ungkap Saidar, Selasa (21/10/2025).

Ia menerangkan, seni Ladon memiliki kemiripan dengan tradisi tarsul, namun dengan karakter penyampaian yang berbeda. Dalam Ladon, dua orang pelantun saling menimpali secara bergantian, menciptakan irama dialog yang dinamis serta menggambarkan kecerdasan verbal masyarakat Kutai dalam mengolah bahasa.

Tema yang diangkat dalam Ladon umumnya bersifat edukatif dan mengandung pesan kebajikan — mulai dari ajakan untuk menjaga kelestarian budaya, memperkuat rasa kebersamaan, hingga menegaskan pentingnya menjaga identitas bangsa. Dengan demikian, Ladon bukan hanya berfungsi sebagai hiburan rakyat, tetapi juga sebagai media pendidikan moral dan sosial.

Menurut Saidar, keberadaan Ladon menjadi bukti bahwa masyarakat Kutai memiliki kreativitas tinggi dalam mengekspresikan nilai-nilai budaya melalui seni tutur. Tradisi ini juga mencerminkan filosofi hidup masyarakat lokal yang menghargai harmoni, kebersamaan, dan keindahan bahasa.

“Ladon merupakan warisan budaya yang mencerminkan kecerdasan lokal masyarakat Kutai. Melestarikannya berarti menjaga jati diri dan karakter bangsa dari akar tradisinya sendiri,” jelasnya.

Ia menambahkan, agar tradisi Ladon tetap hidup di tengah arus modernisasi, diperlukan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, terutama dalam memberikan ruang pembelajaran bagi generasi muda.

“Anak-anak muda perlu dikenalkan dan dilatih untuk membawakan Ladon, agar mereka memahami nilai-nilai budaya leluhur dan mampu meneruskannya ke generasi berikutnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Saidar berharap kegiatan pelestarian ini dapat memperluas apresiasi masyarakat terhadap Ladon, baik di tingkat lokal maupun nasional. Dengan begitu, seni lisan khas Kutai ini tidak hanya bertahan, tetapi juga menjadi kebanggaan bersama.

“Ladon bukan sekadar tradisi, tetapi simbol identitas dan keunikan masyarakat Kutai. Melestarikannya adalah tanggung jawab bersama demi menjaga warisan budaya agar tetap hidup dan relevan di masa depan,” pungkas Saidar.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Sambut Ramadan 1447 H, Harminsyah Ajak Warga Samarinda Perkuat Iman dan Kepedulian Sosial

18 Februari 2026 - 22:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 18 at 21.47.55

DPRD Samarinda Turun Tangan, Aduan Lahan Perumahan Giri Indah Berujung Rencana Cek Lapangan

18 Februari 2026 - 17:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 3

Ribuan Peserta PBI Dinonaktifkan, Komisi IV DPRD Samarinda Minta Warga Segera Cek Status BPJS

18 Februari 2026 - 11:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan 2

Sambut Ramadan, DPK KNPI Loa Janan Gelar Japamadhan dan Ajak Pemuda Perkuat Kebersamaan

18 Februari 2026 - 10:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 18 at 09.39.20

Demokrat Samarinda Serukan Semangat Kebersamaan Sambut Ramadhan 1447 H

17 Februari 2026 - 20:00 WITA

WhatsApp Image 2026 02 17 at 22.13.05

Danau Saguntur, Nadi Kehidupan Nelayan dan Mutiara Ekowisata di Hulu Mahakam

17 Februari 2026 - 19:00 WITA

Melalui buku ini kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan IKN tahap I dilaksanakan dengan perencanaan yang matang standar teknis yang jelas serta visi besar pembangunan berkelanjutan
Trending di BERITA DAERAH