Menu ✖

Mode Gelap
IKN Jadi Tuan Rumah Borneo Economic Forum 2027, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Kalimantan Polda Kaltim Sita 1 Kilogram Sabu di Samarinda, Pengungkapan Berawal dari Pemeriksaan Warga Binaan Ditresnarkoba Polda Kaltim Tangkap Pria Bawa 2,1 Kilogram Sabu di Kutai Timur Peserta KRTJ ke-16 Tinjau Infrastruktur IKN, Apresiasi Progres Pembangunan Nusantara Reses di Tengah Pemadaman Listrik, Markaca Tampung Aspirasi Warga Sungai Kapih

BERITA DAERAH · 28 Apr 2026 16:00 WITA ·

Bupati Kukar Tinjau Intake Bekotok, Siap Tingkatkan Kapasitas Air Bersih Tanpa Naik Tarif


 Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memberikan keterangan kepada awak media usai meninjau lokasi pembangunan Intake Bekotok di Tenggarong, Selasa (28/4/2026), dalam rangka peningkatan kapasitas produksi air bersih. Foto: Akmal Hafidz Krisnowo. Perbesar

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri memberikan keterangan kepada awak media usai meninjau lokasi pembangunan Intake Bekotok di Tenggarong, Selasa (28/4/2026), dalam rangka peningkatan kapasitas produksi air bersih. Foto: Akmal Hafidz Krisnowo.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri meninjau lokasi pembangunan Intake Bekotok di Kecamatan Tenggarong, Selasa (28/4/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari rencana peningkatan kapasitas produksi air bersih guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Aulia menjelaskan, proyek tersebut merupakan kerja sama antara pemerintah daerah dan pihak ketiga, dengan target peningkatan kapasitas intake dari 75 liter per detik menjadi 250 liter per detik.

“Kita meninjau Intake Bekotok untuk peningkatan kapasitas. Nantinya pihak ketiga akan membangun intake 250 liter per detik, dari yang saat ini 75 liter per detik, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Tenggarong,” ujarnya.

Ia menegaskan, skema kerja sama ini menggunakan pola baru, di mana Perumda Air Minum membeli air bersih yang telah diolah oleh pihak ketiga. Meski demikian, pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan tarif bagi masyarakat.

“Kita menjamin dengan skema ini tidak ada kenaikan tarif. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas layanan, air bisa lebih deras dan kualitasnya lebih baik,” tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Aulia menyebut tidak ditemukan kendala berarti. Lokasi pembangunan telah tersedia dan proses konstruksi diharapkan berjalan lancar.

“Sejauh ini tidak ada kendala. Kita harap pembangunan ini bisa berjalan baik,” katanya.

Pemilihan Bekotok sebagai lokasi proyek juga bukan tanpa alasan. Menurutnya, pengolahan air di wilayah tersebut memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi dibanding lokasi lain seperti Sukarame dan Bukit Biru, sehingga dijadikan percontohan kerja sama.

“Kita ingin membuktikan bahwa dengan tingkat pengolahan yang lebih sulit di Bekotok saja bisa berhasil, maka ke depan lokasi lain juga bisa kita kembangkan,” jelasnya.

Menghadapi musim kemarau, Aulia memastikan ketersediaan air baku masih dalam kondisi aman, didukung sumber utama dari Sungai Mahakam. Selain itu, Perumda juga telah menyiapkan strategi antisipasi jika terjadi penurunan debit air.

“Alhamdulillah sejauh ini masih cukup aman. Kita juga punya Sungai Mahakam sebagai sumber utama,” ungkapnya.

Ke depan, seluruh sistem intake di Kukar, termasuk Bekotok, Sukarame, dan Bukit Biru, akan diintegrasikan agar dapat saling mendukung distribusi air bersih. Pemerintah juga menargetkan penurunan tingkat kebocoran air (Non-Revenue Water/NRW) dari sekitar 38 persen menjadi di bawah 30 persen.

“Kalau kebocoran bisa ditekan, itu sama saja dengan menyelamatkan air dan pendapatan,” ujarnya.

Saat ini, proyek kerja sama tersebut telah memasuki tahap konstruksi setelah melalui proses lelang. Pemerintah menargetkan pembangunan fisik sudah mulai terlihat dalam tahun ini.

“Proses lelang sudah selesai dan sekarang tahap konstruksi. Kita ingin memastikan lahannya siap, dan mudah-mudahan tahun ini sudah mulai terlihat pembangunan intake 250 liter per detik,” pungkas Aulia.

 

Pewarta : Akmal Hafidz Krisnowo
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 40 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Reses di Tengah Pemadaman Listrik, Markaca Tampung Aspirasi Warga Sungai Kapih

9 Oktober 2026 - 10:00 WITA

m56

Kebakaran di Muara Muntai Hanguskan Rumah, Toko dan Kantor Bank

9 Oktober 2026 - 09:00 WITA

m54

Reses Yakob Pangedongan, Warga Lok Bahu Sampaikan Aspirasi Infrastruktur hingga Fasilitas Anak

9 Oktober 2026 - 08:00 WITA

m53

Reses Markaca di Sungai Kapih, Warga Harapkan Pembangunan Parit Berlanjut pada 2027

9 Oktober 2026 - 07:00 WITA

markaca

Disnaker Balikpapan Ubah Pola Pelatihan Kerja, Kini Berbasis Kebutuhan Dunia Usaha

8 Oktober 2026 - 23:00 WITA

m51

Dinkes Balikpapan Dorong Deteksi Dini dan Gaya Hidup Sehat untuk Cegah Kanker

8 Oktober 2026 - 22:00 WITA

m50
Trending di BERITA DAERAH