Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan 17 Orang Positif Narkoba Saat Operasi Ketiga di Gunung Bugis, Polda Kaltim Siapkan Rehabilitasi Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

BERITA DAERAH · 28 Apr 2026 15:00 WITA ·

Dirut Perumda Tirta Mahakam Ungkap Tantangan Air Bersih di Kukar, Siap Tambah Kapasitas dan Gandeng Pihak Ketiga


 Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mahakam Kukar, Suparno, memberikan keterangan terkait tantangan peningkatan layanan air bersih, khususnya kualitas air baku dan keterbatasan kapasitas produksi. Foto: Akmal Hafidz Krisnowo. Perbesar

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mahakam Kukar, Suparno, memberikan keterangan terkait tantangan peningkatan layanan air bersih, khususnya kualitas air baku dan keterbatasan kapasitas produksi. Foto: Akmal Hafidz Krisnowo.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Suparno, mengungkapkan sejumlah tantangan dalam peningkatan layanan air bersih, khususnya terkait kualitas air baku hingga keterbatasan kapasitas produksi. Hal ini disampaikannya di Tenggarong, Selasa (28/4/2026).

Suparno menjelaskan, saat ini Pemerintah Kabupaten Kukar tengah melakukan evaluasi terhadap kinerja pelayanan air bersih. Salah satu persoalan utama yang dihadapi adalah kondisi air baku dari Sungai Tenggarong yang kerap keruh.

“Pak bupati saat ini sedang mengevaluasi pelayanan kami. Salah satu tantangan utama adalah kualitas air baku dari Sungai Tenggarong yang cenderung keruh atau ‘coklat’, sehingga perlu peningkatan dari sisi sarana dan pengolahan,” ujarnya.

Dari sisi infrastruktur, Perumda Tirta Mahakam saat ini memiliki tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA), yakni di Bukit Biru, Sukarame, dan Bekotok. Ke depan, seluruh instalasi tersebut akan diintegrasikan guna memperkuat distribusi air bersih.

“Saat ini kami memiliki tiga IPA, dan ke depan akan diintegrasikan agar saling mendukung dalam distribusi air bersih,” jelasnya.

Meski demikian, Suparno mengakui masih ada wilayah yang belum terlayani air bersih selama 24 jam akibat keterbatasan kapasitas. Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya berencana melakukan penambahan kapasitas, termasuk menggandeng pihak ketiga.

“Kendala kami, masih ada wilayah yang belum terlayani 24 jam. Karena itu, sesuai arahan bupati, kami akan mempercepat penambahan kapasitas, termasuk melibatkan pihak ketiga,” katanya.

Ia menambahkan, skema kerja sama yang disiapkan adalah pihak ketiga memproduksi air bersih, kemudian Perumda membeli air jadi tersebut untuk didistribusikan kepada masyarakat.

“Kami sudah beberapa kali melakukan survei dengan pihak ketiga. Polanya, mereka memproduksi air bersih, lalu kami membeli untuk disalurkan,” ungkapnya.

Secara capaian layanan, wilayah Tenggarong disebut telah mencapai sekitar 99 persen. Namun secara keseluruhan, cakupan layanan di Kukar masih berada di angka 54 persen, mencakup 132 desa dan 44 kelurahan dari total 193 desa di 20 kecamatan.

“Ini menjadi tantangan karena kondisi geografis Kukar membutuhkan investasi besar untuk perluasan layanan,” jelas Suparno.

Ke depan, pihaknya menargetkan tidak ada lagi warga Tenggarong yang tidak mendapatkan layanan air bersih akibat keterbatasan kapasitas.

“Target kami, tidak boleh ada lagi masyarakat Tenggarong yang tidak terlayani. Dengan penambahan kapasitas, kami optimistis layanan bisa maksimal,” tegasnya.

Terkait kesiapan menghadapi musim kemarau, Suparno memastikan sumber air utama masih relatif aman. Namun, pihaknya tetap mewaspadai penurunan debit pada anak-anak sungai, terutama jika terjadi fenomena El Nino berkepanjangan.

“Kami menilai sumber air utama masih aman, tapi yang perlu diwaspadai adalah anak-anak sungai yang debitnya bisa menurun saat kemarau panjang,” katanya.

Sebagai langkah antisipasi, Perumda telah menyiapkan sejumlah sumber air cadangan yang telah melalui uji kualitas dan dinyatakan layak digunakan.

Selain itu, inovasi teknologi juga terus dilakukan, salah satunya melalui uji coba teknologi membran untuk mengatasi kondisi air baku ekstrem.

“Kami juga menguji teknologi membran untuk kondisi air ‘bangar’. Hasilnya cukup efektif dalam meningkatkan kualitas air,” pungkasnya.

Menurutnya, kondisi air baku di Tenggarong juga sangat dipengaruhi oleh intake dari Sungai Mangkurawang, sehingga perubahan kualitas air akan berdampak signifikan terhadap proses pengolahan.

 

Pewarta : Akmal Hafidz Krisnowo
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

17 Oktober 2026 - 09:30 WITA

o1

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97

Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan

16 Oktober 2026 - 18:00 WITA

n85

Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

16 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n84

Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027

16 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n80

Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla

16 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n83
Trending di BERITA DAERAH