KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — SDN 008 Tenggarong Seberang menunjukkan komitmen kuat terhadap transparansi dalam pengelolaan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSKAP). Langkah ini dilakukan agar setiap penggunaan dana pendidikan dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka dan melibatkan partisipasi aktif dari orang tua siswa.
Kepala SDN 008 Tenggarong Seberang, Suko Prianto, mengatakan bahwa pengelolaan BOSKAP di sekolahnya selalu dilakukan secara transparan. Setiap keputusan pembelanjaan barang disepakati melalui musyawarah bersama antara pihak sekolah dan perwakilan orang tua murid.
“Kami kumpulkan seluruh wali murid untuk menyetujui sistem pembelian barang. Proses belanja juga melibatkan orang tua agar tidak ada kecurigaan atau fitnah terhadap pihak sekolah,” jelas Suko, Rabu (5/11/2025).
Ia menegaskan, keterlibatan orang tua dilakukan agar tidak muncul persepsi negatif bahwa sekolah mencari keuntungan pribadi dari pengelolaan dana BOSKAP. Dalam praktiknya, bendahara sekolah bersama perwakilan orang tua turut serta dalam proses pembelian kebutuhan operasional.
“Saya tidak ikut campur dalam belanja. Semua dilakukan bendahara bersama perwakilan orang tua agar ada keterbukaan. Prinsipnya, tidak boleh ada kesan sekolah mengambil untung,” tegasnya.
Selain itu, Suko juga menuturkan bahwa setiap pembelanjaan dana BOSKAP dikenakan potongan pajak sebesar 11 persen, yang disetorkan langsung kepada negara. Menurutnya, hal ini penting untuk dipahami oleh masyarakat agar tidak menimbulkan salah persepsi terhadap besaran anggaran yang digunakan sekolah.
“Karena ini uang negara, tentu ada potongan pajak sebesar 11 persen. Semua itu dilaporkan secara resmi dan transparan,” tambahnya.
Suko menjelaskan, sistem transparansi ini telah menjadi bagian dari budaya kerja di SDN 008 Tenggarong Seberang. Setiap kali sekolah menerima dana BOSKAP, pihaknya selalu menggelar rapat terbuka agar seluruh penggunaan anggaran dapat dipahami oleh warga sekolah dan wali murid.
“Kami selalu buka komunikasi. Dana yang turun, penggunaannya harus disepakati bersama. Orang tua berhak tahu uang itu digunakan untuk apa,” katanya.
Melalui sistem pengelolaan terbuka ini, SDN 008 Tenggarong Seberang berharap dapat membangun kepercayaan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Suko meyakini bahwa transparansi bukan hanya bentuk tanggung jawab, tetapi juga sarana pendidikan karakter bagi siswa dan lingkungan sekitar.
“Kalau pengelolaan dana pendidikan terbuka, maka nilai kejujuran juga bisa ditanamkan kepada anak-anak. Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik, tapi juga tempat menanamkan integritas,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara yang telah menyalurkan dana BOSKAP dengan tepat waktu, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar.
“Kami bersyukur karena bantuan BOSKAP sangat membantu operasional sekolah. Semoga program ini terus berlanjut untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kukar,” tutup Suko Prianto.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















