KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – SDN 008 Tenggarong Seberang berkomitmen untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan bullying di lingkungan sekolah. Kepala SDN 008 Tenggarong Seberang, Suko Prianto, menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih penting daripada mengobati dampak yang ditimbulkan dari tindakan perundungan.
Menurutnya, bullying bukan sekadar persoalan ringan yang bisa diabaikan. Meski sering kali dimulai dari hal kecil, seperti ejekan atau candaan antar siswa, tindakan tersebut dapat berkembang menjadi perilaku yang lebih serius dan meninggalkan luka psikologis jangka panjang bagi korban.
“Mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Bullying itu yang kami takutkan justru dampak psikologisnya. Luka dari perundungan bisa terbawa seumur hidup,” ujar Suko Prianto,” Rabu (5/11/2025).
Ia menjelaskan, pihak sekolah terus berupaya menanamkan kesadaran kepada seluruh siswa agar menghormati teman dan menghindari segala bentuk ejekan, baik secara langsung maupun tidak langsung. Pesan-pesan antiperundungan disampaikan secara rutin melalui kegiatan upacara bendera, pengarahan di kelas, serta pengumuman tertulis di lingkungan sekolah.
Selain itu, SDN 008 Tenggarong Seberang juga melibatkan orang tua dalam menjaga kenyamanan dan keamanan siswa di sekolah. Melalui pertemuan rutin minimal dua kali dalam setahun, terutama saat pembagian rapor, sekolah memanfaatkan momen tersebut untuk berdialog dan membangun komunikasi yang baik antara guru dan orang tua murid.
“Kami punya program minimal dua kali dalam setahun bertemu orang tua siswa. Biasanya bersamaan dengan pembagian rapor. Dari situ komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua bisa terjalin lebih erat,” jelasnya.
Menurut Suko, kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua sangat penting untuk mendeteksi lebih dini adanya perilaku bullying. Dengan adanya komunikasi dua arah, sekolah dapat memperoleh informasi tambahan tentang kondisi sosial maupun emosional anak di rumah, sehingga penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh.
Selain pengawasan di lingkungan sekolah, SDN 008 Tenggarong Seberang juga menerapkan pendekatan personal terhadap siswa. Guru-guru diinstruksikan untuk memantau kehadiran anak secara rutin. Jika ditemukan siswa yang jarang hadir tanpa keterangan, guru akan melakukan pendekatan langsung, baik melalui kunjungan ke rumah maupun komunikasi dengan keluarga.
“Kami berupaya melakukan pendekatan langsung. Kalau ada siswa yang lama tidak masuk tanpa keterangan, guru akan mendatangi rumahnya, baik secara resmi maupun tidak resmi, untuk memastikan kondisi anak tersebut,” tutur Suko.
Langkah ini dinilai efektif dalam membangun hubungan emosional antara guru, siswa, dan keluarga. Dengan cara tersebut, sekolah tidak hanya berperan sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter dan penguatan mental anak agar tumbuh dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.
“Kami ingin sekolah menjadi tempat yang nyaman, bebas dari rasa takut. Dengan kerja sama semua pihak, baik guru, orang tua, maupun masyarakat, kita bisa menciptakan lingkungan pendidikan yang benar-benar ramah anak,” pungkasnya.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















