KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Komisi II DPRD Kota Samarinda menggelar rapat hearing bersama Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan PT Varian Niaga guna membahas evaluasi kerja sama, kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta dukungan terhadap penguatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Rapat berlangsung di Ruang Rapat Gabungan Lantai I Gedung DPRD Samarinda, dipimpin oleh Sekretaris Komisi II Rusdi Doviyanto, didampingi Anggota Komisi II Viktor Yuan, dan dihadiri Direktur Utama PT Varian Niaga Syamsuddin Hamade beserta jajaran manajemen.
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada evaluasi pelaksanaan kerja sama PT Varian Niaga dengan pelaku UMKM di Samarinda serta sejauh mana kontribusinya terhadap peningkatan PAD daerah.
Direktur Utama PT Varian Niaga, Syamsuddin Hamade, menjelaskan bahwa hearing kali ini juga menyoroti rencana perubahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Pembentukan Varian Niaga agar selaras dengan dinamika dan aktivitas bisnis perusahaan saat ini.
“Kami membahas revisi perda, khususnya yang berkaitan dengan pembentukan Varian Niaga. Regulasi itu perlu disesuaikan dengan perkembangan terbaru agar kegiatan perusahaan dapat berjalan lebih optimal,” ungkap Syamsuddin.
Ia menambahkan, dalam rancangan perubahan perda tersebut turut diatur mekanisme penyetoran laba bersih sebagai bagian dari kontribusi PAD.
“Selama ini belum ada aturan yang mengatur penyetoran laba bersih ke PAD. Dalam perda baru, hal ini akan diatur secara jelas agar kontribusi Varian Niaga terhadap pendapatan daerah lebih terukur,” ujarnya.
Syamsuddin juga menegaskan komitmen Varian Niaga dalam mendukung pertumbuhan UMKM di Samarinda melalui stabilisasi harga bahan pokok serta pembukaan ruang usaha baru yang disertai pembinaan.
“Kami terus berkomitmen membantu UMKM agar bisa tumbuh. Dulu banyak yang kesulitan berjualan karena harga bahan pokok tinggi, seperti ayam. Sekarang kami bantu menjaga stabilitas harga agar pelaku usaha kecil tetap bisa bertahan,” jelasnya.
Selain menjaga harga pangan, Varian Niaga juga membuka peluang bagi UMKM untuk berjualan di sejumlah titik, seperti di Tera Samarindo, dengan sistem pembinaan berbasis peningkatan daya saing dan kualitas usaha.
“Kami ingin UMKM di Samarinda ini tertib, kompetitif, dan berstandar baik. Tidak hanya membuka ruang usaha, tapi juga membina agar mereka bisa berkembang dan berdaya saing,” tegas Syamsuddin.

Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Viktor Yuan, memberikan keterangan kepada wartawan usai rapat terkait evaluasi kerja sama Dispenda dan Varian Niaga. (Foto: Yana)
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Samarinda Viktor Yuan menyampaikan bahwa rapat tersebut turut menyoroti pentingnya optimalisasi pengawasan dan sinergi antara Dispenda dan Varian Niaga guna memaksimalkan potensi PAD.
“Kami ingin memastikan kerja sama ini benar-benar memberi dampak pada PAD. Kami juga minta agar laporan keuangan Varian Niaga dilihat lebih rinci agar bisa diketahui kendalanya dan kami bantu carikan solusinya,” terang Viktor.
Viktor juga menyoroti masih lemahnya efektivitas pemungutan pajak di sektor restoran, rumah makan, dan hotel.
“Masih banyak tempat usaha yang sudah dipasangi alat chip pajak tetapi belum diaktifkan. Ini harus segera diselesaikan karena pajak itu merupakan titipan konsumen yang wajib disalurkan ke kas daerah,” tambahnya.
Komisi II DPRD Samarinda berharap, melalui rapat tersebut, koordinasi antara Dispenda dan Varian Niaga dapat semakin diperkuat, baik dalam aspek pengelolaan keuangan daerah maupun pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan, sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan ekonomi lokal dan PAD Kota Samarinda.
Pewarta : Yana Editor : Awang @2025

















