Menu

Mode Gelap
Progres 70 Persen, SMPN 29 Balikpapan Ditargetkan Rampung November 2026 Pemkot Balikpapan Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Akses Pendidikan Diperluas Haornas 2026, KORMI Balikpapan Dorong Olahraga Jadi Gaya Hidup Masyarakat Patroli Udara Temukan Titik Api Baru di Deliniasi IKN, 275 Hotspot Terdeteksi DAD Kaltim Sampaikan Ucapan Selamat Untuk Syaharie Jaang, Doakan Kesehatan dan Kelancaran Pengabdian

BERITA DAERAH · 16 Mei 2026 14:00 WITA ·

Viktor Yuan Dorong Penyelesaian Polemik Atribut Adat Lewat Permintaan Maaf Terbuka


 Pelantikan Pengurus Provinsi PDKT masa bhakti 2026–2031 Lembaga Adat Dayak Kenyah Kalimantan Timur berlangsung di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Sabtu (16/5/2026). Perbesar

Pelantikan Pengurus Provinsi PDKT masa bhakti 2026–2031 Lembaga Adat Dayak Kenyah Kalimantan Timur berlangsung di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Sabtu (16/5/2026).

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan, meminta agar persoalan yang tengah berproses terkait polemik atribut adat dapat diselesaikan secara terbuka melalui penyampaian permintaan maaf kepada lembaga adat dan masyarakat Dayak.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Dewan Adat Dayak Kalimantan Timur, Viktor Yuan, usai menghadiri Pelantikan Pengurus Persekutuan Dayak Kalimantan Timur (PDKT) masa bhakti 2026–2031 di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Sabtu (16/5/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Yulianus Henock Sumual resmi dilantik sebagai Ketua Umum PDKT, didampingi Marten Apuy sebagai Sekretaris Umum dan Paulus Adam sebagai Bendahara.

Menurut Viktor, kehadiran lembaga adat memiliki peran penting dalam membantu menjembatani komunikasi agar persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat diselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan kesalahpahaman berkepanjangan.

“Kami berharap dari lembaga adat Dayak Kenyah untuk bisa menjembatani itu. Karena kan itu ada topi, topi itu macam-macam. Ada topi Belayar Mal, topi Dayak Kenyah, macam-macam. Nah kebetulan itu Dayak Kenyah, jadi kita meminta kepada lembaga adat Dayak Kenyah untuk memfasilitasi,” ujarnya kepada awak media.

Ia menegaskan bahwa penyelesaian persoalan tersebut harus tetap mengedepankan penghormatan terhadap lembaga adat dan nilai-nilai budaya masyarakat Dayak. Karena itu, pihak yang terlibat diminta menyampaikan permintaan maaf secara terbuka sebagaimana hasil pembahasan yang sebelumnya dilakukan bersama Dewan Adat Dayak Kalimantan.

“Mereka harus menyampaikan permintaan maaf seperti yang kita sampaikan di rapat di kantor Dewan Adat Dayak Kalimantan. Mereka harus menyampaikan permintaan maaf baik kepada Dewan Adat, lembaga adat, maupun kepada masyarakat,” tegas Viktor.

Lebih lanjut, ia mengatakan proses penyelesaian persoalan tersebut hingga kini masih berjalan dan ditangani bersama panitia yang telah dibentuk sebelumnya. Ia berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog agar situasi tetap kondusif.

“Masih berproses, dengan panitia yang kemarin,” pungkasnya.

 

ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda
Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 51 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Progres 70 Persen, SMPN 29 Balikpapan Ditargetkan Rampung November 2026

10 September 2026 - 21:00 WITA

i56

Pemkot Balikpapan Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Akses Pendidikan Diperluas

10 September 2026 - 20:00 WITA

i55

Haornas 2026, KORMI Balikpapan Dorong Olahraga Jadi Gaya Hidup Masyarakat

10 September 2026 - 19:00 WITA

i54

DAD Kaltim Sampaikan Ucapan Selamat Untuk Syaharie Jaang, Doakan Kesehatan dan Kelancaran Pengabdian

10 September 2026 - 17:00 WITA

i57

Raperda Industri Samarinda 2025-2045 Masuk Tahap Finalisasi, Sejumlah Poin Tinggal Disempurnakan

10 September 2026 - 15:00 WITA

i50

Hari Aksara Internasional 2026, Pemkot Balikpapan Dorong Penguatan Literasi Di Era Digital

10 September 2026 - 14:00 WITA

i51
Trending di BERITA DAERAH