KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di tengah upaya meningkatkan mutu pendidikan dan pembinaan karakter siswa, SDN 012 Tenggarong masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana pendukung kegiatan belajar mengajar. Beberapa fasilitas penting seperti ruang guru, ruang kepala sekolah, dan ruang UKS belum tersedia secara memadai, sehingga aktivitas sekolah terpaksa dijalankan dengan kondisi seadanya.
Kepala SDN 012 Tenggarong, Sudirman, mengungkapkan bahwa meski sekolahnya aktif dalam berbagai kegiatan pengembangan karakter dan ekstrakurikuler, kondisi infrastruktur masih menjadi kendala utama. Fasilitas yang seharusnya mendukung kenyamanan tenaga pendidik dan siswa belum sepenuhnya terpenuhi.
“Untuk mushola kami sudah punya dan cukup memadai, dibangun hasil swadaya guru dan wali murid. Tapi untuk ruang guru, ruang kepala sekolah, dan ruang UKS sampai sekarang masih belum ada. Kami manfaatkan seadanya saja,” ujarnya, Sabtu (8/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa keterbatasan tersebut kerap menghambat aktivitas administratif dan pembinaan siswa. Para guru sering kali menggunakan ruang kelas atau area terbuka sebagai tempat beristirahat atau mengerjakan administrasi sekolah.
Menurut Sudirman, pihaknya telah berulang kali mengajukan proposal perbaikan fasilitas ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, namun usulan tersebut belum bisa terealisasi karena alasan prioritas anggaran daerah.
“Proposal sudah kami ajukan sejak beberapa tahun lalu, tapi sering kalah prioritas. Tahun kemarin tidak masuk, tahun ini juga belum bisa karena efisiensi anggaran. Mudah-mudahan tahun 2026 bisa terealisasi,” jelasnya.
Meskipun terkendala fasilitas, Sudirman menyebut semangat para guru dan siswa tetap tinggi dalam menjalankan kegiatan belajar. Ia mengapresiasi dedikasi para tenaga pendidik yang tetap profesional meski bekerja dalam kondisi terbatas.
Selain fasilitas ruang kerja, SDN 012 Tenggarong juga membutuhkan perbaikan pada ruang UKS (Unit Kesehatan Sekolah) yang dinilai penting untuk mendukung kesehatan siswa. Saat ini, ruang UKS belum berfungsi optimal karena tidak memiliki tempat yang representatif.
“Ruang UKS sebenarnya sangat penting untuk pertolongan pertama saat siswa sakit di sekolah. Tapi karena belum ada ruangan khusus, kami masih memanfaatkan ruang kosong seadanya,” imbuhnya.
Di sisi lain, Sudirman menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan masyarakat yang membantu pembangunan musala sekolah, yang kini menjadi pusat kegiatan keagamaan siswa. Ia berharap semangat gotong royong tersebut juga bisa menjadi inspirasi bagi pihak terkait untuk memperhatikan kebutuhan infrastruktur sekolah.
Dengan kondisi yang ada, SDN 012 Tenggarong tetap berupaya menjalankan kegiatan pendidikan dengan maksimal. Sekolah ini berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah daerah agar fasilitas dasar seperti ruang guru dan ruang UKS dapat segera dibangun demi mendukung lingkungan belajar yang lebih nyaman dan layak.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















