KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Menutup rangkaian Forum Group Discussion (FGD) selama dua hari, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Kalimantan Timur menegaskan arah baru penguatan struktur dan kaderisasi partai sebagai fondasi utama menghadapi momentum politik lima tahun mendatang.
Kegiatan yang digelar di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kaltim, Jalan A. Wahab Syahrani, Samarinda, itu resmi ditutup pada Selasa (11/11/2025). FGD tersebut bukan sekadar forum diskusi, tetapi juga menjadi ajang refleksi dan konsolidasi menyeluruh pasca Pemilu 2024, sekaligus langkah awal menuju Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) partai.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim Ananda Emira Moeis menilai, tantangan politik ke depan menuntut partai untuk lebih solid dan adaptif terhadap dinamika masyarakat.
“FGD ini bukan hanya soal strategi pemenangan, tapi juga penataan organisasi dan penguatan karakter kader. Kita ingin seluruh struktur partai, dari provinsi hingga akar rumput, bergerak dalam satu komando dan semangat yang sama,” ungkapnya.
Ananda menjelaskan, FGD membahas berbagai isu penting yang akan menjadi pijakan arah gerakan partai lima tahun ke depan, seperti pendidikan politik, penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM, hingga inovasi administrasi partai berbasis digital.
“Hasil FGD ini akan menjadi dokumen strategis bagi seluruh DPC kabupaten dan kota. Kita ingin gerak partai lebih terukur dan berbasis data, termasuk hasil evaluasi Pemilu 2024 yang menjadi bahan introspeksi bersama,” jelasnya.

Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Iswandi, menyampaikan pandangan dalam sesi penutupan Forum Group Discussion (FGD) di Sekretariat DPD PDI Perjuangan Kaltim, Jalan A. Wahab Syahrani, Samarinda, Selasa (11/11/2025). (Foto: Yana)
Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPD PDI Perjuangan Kaltim Iswandi menegaskan pentingnya mempersiapkan kader internal secara sistematis sejak dini.
“Partai harus mampu mencetak kader yang ideologis, militan, dan siap ditempatkan di posisi strategis. Proses kaderisasi harus berjalan dari bawah, melalui mekanisme PAC dan DPC sebelum sampai ke DPP,” tegasnya.
Ia menambahkan, sistem digitalisasi partai kini memungkinkan proses penjaringan kader lebih transparan dan efisien.
“Kita sudah punya mekanisme digital yang menghubungkan usulan kader dari bawah langsung ke DPP. Semua terukur dan bisa dipantau. Ini bagian dari modernisasi organisasi,” ujarnya.
Penutupan FGD PDI Perjuangan Kaltim pada Selasa (11/11/2025) menjadi simbol kebangkitan semangat konsolidasi partai setelah melewati dinamika politik nasional. Di tengah perubahan lanskap politik dan tantangan generasi baru pemilih, PDI Perjuangan Kaltim bertekad menjaga marwah ideologi partai sembari memperkuat akar gerakan di tingkat daerah.
“Kami optimistis, dengan konsolidasi yang kuat dan kaderisasi yang matang, PDI Perjuangan Kaltim siap menyongsong kemenangan di 2029,” tutup Ananda.
Pewarta : Yana Editor : Awang @2025

















