Menu

Mode Gelap
Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

BERITA DAERAH · 19 Nov 2025 15:15 WITA ·

Disdikbud Kukar Dorong Pelestarian Musik Tingkilan, Bakal Diperluas ke Ruang Publik dan Fasilitas Umum


 Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kutai Kartanegara, M. Saidar, memberikan keterangan terkait komitmen Disdikbud Kukar dalam melestarikan musik Tingkilan. Perbesar

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kutai Kartanegara, M. Saidar, memberikan keterangan terkait komitmen Disdikbud Kukar dalam melestarikan musik Tingkilan.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Tradisi musik tingkilan terus mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, menyampaikan bahwa pihaknya saat ini fokus mendorong pelestarian musik tradisional khas Kutai tersebut melalui berbagai kegiatan rutin dan rencana pengembangan ke ruang publik.

Menurut Saidar, musik tingkilan merupakan salah satu identitas budaya Kutai yang harus terus dijaga. Karena itu, pihaknya secara konsisten menggelar kegiatan ekspresi budaya setiap malam Minggu untuk memberi ruang tampil bagi para pelaku seni tradisional, termasuk kelompok musik tingkilan.

“Memang tugas kami melestarikan tradisi tingkilan. Beberapa waktu lalu kami rutin mengadakan kegiatan setiap malam Minggu untuk memberi kesempatan tampil. Budaya tradisional seperti ini harus terus diangkat,” ujarnya, Rabu (19/11/2025).

Tingkilan sendiri menggunakan beberapa instrumen tradisional seperti gambus dan alat musik dari kayu nangka serta bahan lokal lainnya. Suara khas yang dihasilkan membuat musik ini memiliki nilai estetika dan filosofi yang kuat sebagai warisan budaya daerah.

“Alat musiknya ada beberapa gawai, seperti gambus dan alat dari kayu lokal. Itu memang ciri khas musik tradisional kita,” jelas Saidar.

Ia menilai tingkilan memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik budaya baik di tingkat lokal maupun nasional. Oleh karena itu, Disdikbud Kukar tengah merancang upaya agar musik tradisional ini lebih sering dimainkan di berbagai ruang publik.

“Kami berharap nanti di rumah makan atau tempat-tempat publik bisa ada musik tingkilan. Tidak hanya musik modern seperti yang sering kita lihat sekarang,” katanya.

Tidak hanya sebatas ruang publik, Saidar juga menyebut adanya wacana kerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur. Salah satu rencana yang sedang dibahas adalah menghadirkan musik tingkilan di fasilitas umum seperti bandara, sehingga masyarakat dan pengunjung dapat merasakan langsung atmosfer budaya Kutai.

“Kami akan coba koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi. Harapannya, nanti di bandara ada musik tingkilan yang dimainkan. Itu bisa menjadi bentuk promosi budaya,” ujarnya.

Dengan berbagai rencana tersebut, Saidar optimistis musik tingkilan akan semakin dikenal luas serta dapat menjadi media pelestarian budaya yang efektif bagi generasi muda. Ia menegaskan bahwa tradisi musik lokal harus terus dipertahankan sebagai bagian dari identitas masyarakat Kutai Kartanegara.

“Ini potensi besar dan harus terus kita dorong. Tingkilan adalah kekayaan kita,” tutupnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 35 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan

29 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h40

NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran

29 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h39

Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak

29 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h38

Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam

29 Agustus 2026 - 14:00 WITA

h37

Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

29 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h36

Minat Warga Meningkat, Keterisian Bacitra Balikpapan Tembus 140 Persen

28 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h35
Trending di BERITA DAERAH