Menu

Mode Gelap
Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda

BERITA DAERAH · 29 Agu 2026 13:00 WITA ·

Kodam VI/Mulawarman Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan Turun dan Karhutla Mereda


 Kodam VI/Mulawarman menggelar salat Istisqa dan doa bersama di Lapangan Upacara Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Sabtu (29/8/2026), untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau dan minimnya curah hujan di sejumlah wilayah Kaltim dan Kaltara. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kodam VI/Mulawarman menggelar salat Istisqa dan doa bersama di Lapangan Upacara Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Sabtu (29/8/2026), untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau dan minimnya curah hujan di sejumlah wilayah Kaltim dan Kaltara. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN — Menghadapi kondisi kemarau dan minimnya curah hujan yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara), Kodam VI/Mulawarman menggelar salat Istisqa dan doa bersama untuk memohon turunnya hujan.

Salat Istisqa tersebut dilaksanakan di Lapangan Upacara Makodam VI/Mulawarman, Balikpapan, Sabtu (29/8/2026) pagi. Kegiatan serupa juga digelar secara serentak di dua Korem dan 15 Kodim jajaran Kodam VI/Mulawarman yang berada di wilayah Kaltim dan Kaltara.

Secara keseluruhan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 850 peserta. Salat Istisqa merupakan ibadah yang dilakukan umat Islam sebagai bentuk permohonan kepada Allah SWT agar diturunkan hujan sekaligus memohon keberkahan dan perlindungan dari dampak kekeringan.

Salat Istisqa di Makodam VI/Mulawarman dihadiri Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, Kasdam VI/Mulawarman Brigjen TNI Andy Setyawan, Wakapolda Kaltim Brigjen TNI Adrianto Jossy Kusumo, Asisten I Bidang Pemerintahan Pemkot Balikpapan Zulkifli, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Balikpapan Dody Setiawan, serta sejumlah pejabat dan undangan lainnya.

Bertindak sebagai imam dalam pelaksanaan salat yakni Ustadz H. Khoirul Fatoni, S.Pd., sedangkan khotbah disampaikan Ustadz H. Irfanuddin Hashim, S.Sos.

Usai pelaksanaan salat, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono mengatakan kondisi kemarau dan minimnya curah hujan mulai memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat di sejumlah wilayah Kaltim dan Kaltara.

“Kekeringan berdampak pada sulitnya air bersih hingga kebakaran hutan dan lahan,” kata Krido.

Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir mulai bermunculan titik api di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas udara serta mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat.

Karena itu, menurut Krido, pelaksanaan salat Istisqa tidak hanya dimaknai sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengingatkan manusia mengenai keterbatasannya dalam menghadapi perubahan dan kondisi alam.

Ia mengajak seluruh masyarakat memperbanyak istigfar, memohon ampun kepada Allah SWT, serta memperbanyak doa dengan penuh kerendahan hati. Namun, doa tersebut harus tetap disertai usaha nyata dalam menghadapi dampak kekeringan dan mencegah terjadinya kebakaran.

“Doa dan ikhtiar harus berjalan beriringan,” ujarnya.

Krido juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kaltim dan Kaltara.

Apresiasi diberikan kepada prajurit TNI, Polri, BPBD, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, masyarakat, serta berbagai unsur terkait yang terus melakukan upaya pencegahan, pemantauan, pemadaman, hingga penanganan dampak karhutla.

Di tengah kondisi kemarau, Krido mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar. Laporkan titik api sekecil apa pun,” tegasnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan. Selain ancaman karhutla, potensi kebakaran perlu diwaspadai di lingkungan permukiman, perkantoran, tempat ibadah, maupun pusat perbelanjaan, terutama yang disebabkan gangguan kelistrikan dan kelalaian manusia.

Belajar dari Kekeringan pada Masa Nabi

Sementara itu, Khotib Salat Istisqa, Ustadz H. Irfanuddin Hashim, dalam khotbahnya mengingatkan bahwa persoalan kekeringan bukan hanya terjadi pada masa sekarang. Menurutnya, kemarau panjang juga pernah dialami umat manusia pada masa Nabi Muhammad SAW maupun pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab.

Ia menjelaskan, salat Istisqa merupakan bentuk permohonan seorang hamba kepada Allah SWT agar diberikan hujan dan keberkahan. Dalam kondisi kekeringan, umat Islam dianjurkan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak istigfar, berdoa, serta memperbaiki diri.

“Ya Allah, siramilah kami dengan keberkahan hujan-Mu,” kata Irfanuddin dalam khotbahnya.

Ia mengingatkan jemaah agar tidak menganggap turunnya hujan semata-mata sebagai akibat dari kehebatan doa manusia. Menurutnya, hujan merupakan rahmat dan kasih sayang Allah SWT kepada seluruh makhluk.

“Andai hujan turun, itu karena rahmat dan kasih sayang Allah,” ujarnya.

Sebaliknya, apabila hujan belum turun setelah pelaksanaan salat Istisqa, Irfanuddin mengajak umat Islam untuk tetap bersabar, bertawakal, dan terus melakukan introspeksi diri.

“Jika hujan belum turun, kita harus belajar bersabar dan bertawakal,” katanya.

Dalam khotbahnya, Irfanuddin juga mengisahkan kondisi kekeringan yang pernah terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW. Kemarau panjang ketika itu menyebabkan manusia mengalami kesulitan memperoleh air dan mengancam keberlangsungan makhluk hidup.

Kondisi serupa juga pernah terjadi pada masa Umar bin Khattab sebagai Amirul Mukminin. Ketika kekeringan melanda Madinah dalam waktu yang panjang, Umar mengajak kaum muslimin melaksanakan salat Istisqa sebagai bentuk ikhtiar memohon pertolongan Allah SWT.

Irfanuddin menegaskan, kebutuhan terhadap air bukan hanya milik manusia, tetapi juga seluruh makhluk hidup.

“Bukan hanya manusia yang membutuhkan air, tetapi seluruh makhluk hidup,” tuturnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh jemaah datang kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati, mengakui kelemahan sebagai manusia, serta memohon ampun atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.

Dalam doanya, Irfanuddin secara khusus memohon agar hujan segera turun di Indonesia, khususnya Balikpapan dan wilayah Kalimantan yang tengah menghadapi kondisi kering serta ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Ia juga mengajak masyarakat melakukan introspeksi apabila kondisi kekeringan dan berbagai bencana yang terjadi menjadi pengingat atas kesalahan manusia.

“Ya Allah, jika ini akibat dosa dan kesalahan kami, maka ampunilah kami,” ucapnya dalam doa.

Pelaksanaan salat Istisqa di Makodam VI/Mulawarman tersebut menjadi momentum untuk memperkuat ikhtiar bersama dalam menghadapi dampak musim kemarau. Doa dan ibadah dipadukan dengan langkah nyata melalui peningkatan kewaspadaan serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Kodam VI/Mulawarman bersama seluruh unsur terkait berharap hujan segera turun di wilayah Kaltim dan Kaltara sehingga kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi dan risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan. Upaya tersebut juga diharapkan mampu menjaga kualitas lingkungan serta aktivitas masyarakat tetap berjalan di tengah kondisi kemarau.

 

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Gotong Royong Jadi Kunci Jaga Kebersihan, Palaran Bersihkan Parit Antisipasi Musim Hujan

29 Agustus 2026 - 17:00 WITA

h40

NasDem Samarinda Gandeng Bank Sampah, Gerakkan Warga Peduli Kebersihan dari Palaran

29 Agustus 2026 - 16:00 WITA

h39

Gebermas Dorong Warga Peduli Sampah, Bank Sampah Kampung KB Makmur Lestari Jadi Penggerak

29 Agustus 2026 - 15:00 WITA

h38

Karhutla Ganggu Penerbangan di Kalimantan, Sejumlah Rute dari Balikpapan Delay hingga 4 Jam

29 Agustus 2026 - 14:00 WITA

h37

Minat Warga Meningkat, Keterisian Bacitra Balikpapan Tembus 140 Persen

28 Agustus 2026 - 13:00 WITA

h35

Gerakan Langit Biru, Demokrat Samarinda Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan

28 Agustus 2026 - 12:30 WITA

h34
Trending di BERITA DAERAH