KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar kini fokus memperkuat peran sanggar seni sebagai pusat pembinaan kreativitas dan pelestarian budaya. Upaya revitalisasi ini dilakukan guna meningkatkan minat generasi muda terhadap seni tradisional sekaligus memastikan keberlanjutan budaya lokal di tengah derasnya arus modernisasi.
Revitalisasi ini dinilai penting mengingat banyak sanggar seni di daerah yang mengalami keterbatasan fasilitas dan regenerasi pelaku seni. Disdikbud Kukar menilai, tanpa dukungan yang memadai, seni tradisi berpotensi kehilangan penerus yang mampu menjaga kekayaan budaya tersebut.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menegaskan bahwa pihaknya kini tengah memetakan kebutuhan sanggar seni di berbagai kecamatan untuk memastikan pelaku seni mendapatkan akses fasilitas dan ruang kreativitas yang layak.
“Cukup banyak sanggar seni yang masih bertahan dengan fasilitas terbatas. Kita ingin membantu mereka melakukan pembinaan agar karya seni daerah tetap berkembang dan menarik bagi generasi muda,” ujarnya pada Kamis (20/11/2025).
Puji menjelaskan, program revitalisasi ini mencakup penyediaan peralatan seni, pendampingan instruktur, hingga pembukaan kelas pelatihan berkala. Selain itu, sanggar akan difasilitasi untuk tampil dalam berbagai event budaya daerah sebagai ruang apresiasi dan promosi karya.
“Kami ingin sanggar seni menjadi tempat belajar yang hidup, bukan hanya tempat latihan. Anak-anak muda harus merasakan bahwa seni tradisi itu punya nilai, punya masa depan, dan bisa dikembangkan secara kreatif,” jelasnya.
Sebagai bagian dari program, Disdikbud Kukar juga menggandeng sekolah dan komunitas pemuda untuk memperkuat kolaborasi. Harapannya, seni tradisional dapat diperkenalkan sejak dini sehingga muncul generasi pelestari yang konsisten dan berkomitmen.
Puji menilai revitalisasi sanggar bukan hanya soal memperbaiki fasilitas, tetapi juga membangun ekosistem seni yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan jati diri budaya.
“Pelestarian budaya harus dilakukan secara dinamis. Kita dorong sanggar supaya bisa mengemas seni tradisi dengan pendekatan kreatif, tanpa menghilangkan nilai-nilai aslinya,” ungkapnya.
Ia berharap upaya ini dapat menjadi fondasi kuat bagi lahirnya talenta-talenta seni daerah yang mampu mengharumkan nama Kukar di tingkat regional maupun nasional.
“Tujuan kita jelas, agar seni tradisi Kukar tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang. Generasi muda harus melihat bahwa mereka punya ruang untuk berkarya dan berprestasi melalui seni budaya,” pungkasnya.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















