Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan 17 Orang Positif Narkoba Saat Operasi Ketiga di Gunung Bugis, Polda Kaltim Siapkan Rehabilitasi Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

BERITA DAERAH · 21 Nov 2025 13:45 WITA ·

SMPN 2 Tenggarong Mantapkan Sekolah Peduli Lingkungan Lewat Adiwiyata Mandiri dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan


 Kepala SMP Negeri 2 Tenggarong, Yunus, menunjukkan fasilitas bank sampah yang dikelola sekolah kepada media Perbesar

Kepala SMP Negeri 2 Tenggarong, Yunus, menunjukkan fasilitas bank sampah yang dikelola sekolah kepada media

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Komitmen SMP Negeri 2 Tenggarong dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan semakin kuat melalui berbagai inovasi pengelolaan lingkungan. Kepala SMPN 2 Tenggarong, Yunus, menyampaikan bahwa program peduli lingkungan menjadi visi utama sekolah selain pembinaan religius.

SMP Negeri 2 Tenggarong saat ini telah menyandang predikat Adiwiyata Nasional, dan tengah menunggu penilaian Adiwiyata Mandiri, penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Predikat tersebut hanya diraih sembilan sekolah di Kalimantan Timur, dan SMPN 2 menjadi satu-satunya dari Kukar yang lolos penilaian awal.

“Nilai kami untuk Adiwiyata mencapai 98, melampaui batas minimal. Alhamdulillah SMPN 2 masuk kategori sekolah yang siap menuju Adiwiyata Mandiri,” ujar Yunus, Jum’at (21/11/2025).

Untuk mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, SMPN 2 melaksanakan berbagai program pengurangan sampah. Salah satu yang paling signifikan adalah kebijakan kantin tanpa kemasan plastik. Setelah hampir setengah tahun proses pembinaan, seluruh pedagang di kantin kini tidak lagi menggunakan kemasan plastik dan menggantinya dengan alas daun.

“Sampah terbesar datang dari kantin. Karena itu, kami mendorong pengelola tidak memakai kemasan sekali pakai. Sekarang tidak ada lagi minuman saset dan makanan berbungkus plastik,” jelasnya.

Siswa juga diwajibkan membawa tumbler dari rumah untuk mengurangi sampah botol dan gelas plastik. Sebelum kebijakan ini diterapkan, setiap kelas menghasilkan hingga delapan kantong sampah besar per hari.

Selain mengurangi sampah, SMPN 2 Tenggarong memanfaatkan limbah menjadi produk berguna. Air wudhu dialirkan ke kolam ikan agar tidak terbuang percuma. Sampah daun dikumpulkan dan diolah menjadi pupuk kompos, menggunakan mesin pencacah dan bak pengolahan yang telah disediakan.

Tidak hanya itu, sekolah memanfaatkan buah-buahan yang busuk atau tidak termakan menjadi pupuk kompos cair. Pengolahan dilakukan di penampungan khusus, hasilnya kemudian dikemas dan dijual.

“Kami juga punya rumah jamur. Sampah batang dari pepohonan dicacah dan dijadikan media tanam jamur. Semua memanfaatkan potensi sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” kata Yunus.

Botol minuman dari kegiatan sekolah atau tamu luar juga dikumpulkan untuk disetor ke bank sampah. Dalam setahun, sekolah sudah menyerahkan hasil pengumpulan tersebut kepada DLHK.

Melalui program-program ini, SMPN 2 Tenggarong bukan hanya menjadi sekolah ramah lingkungan, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan sampah terpadu dan edukasi lingkungan bagi siswa. Pendekatan ini diharapkan dapat membentuk generasi yang sadar kebersihan dan peduli terhadap kelestarian alam.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 54 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

17 Oktober 2026 - 09:30 WITA

o1

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97

Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan

16 Oktober 2026 - 18:00 WITA

n85

Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

16 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n84

Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027

16 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n80

Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla

16 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n83
Trending di BERITA DAERAH