KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menetapkan perbaikan infrastruktur ruang kelas sebagai salah satu fokus utama pendidikan pada tahun anggaran 2026. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa kualitas proses belajar mengajar tidak akan optimal tanpa kondisi fisik sekolah yang memadai.
Aulia mengungkapkan bahwa hasil evaluasi lapangan menemukan masih banyak sekolah dengan ruang kelas yang panas, bocor, tidak terawat, hingga tidak layak untuk menunjang kenyamanan belajar siswa. Ia menilai bahwa persoalan tersebut harus menjadi prioritas utama karena berhubungan langsung dengan mutu pendidikan.
“Tidak boleh ada lagi ruang kelas yang membuat guru dan siswa kepanasan, kehujanan, atau belajar dalam kondisi tidak nyaman. Lingkungan belajar harus layak,” Kata Aulia, Senin (24/11/2025).
Sebagai langkah konkret, Pemkab Kukar akan menerapkan pendekatan baru melalui pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) berbasis kebutuhan mulai 2026. Dengan sistem ini, setiap sekolah dapat mengalokasikan anggaran perbaikan sesuai kondisi paling mendesak, termasuk perawatan ruang kelas, pengecatan, perbaikan plafon, ventilasi, pencahayaan, hingga penggantian fasilitas yang rusak.
“Kebutuhan setiap sekolah berbeda. Kita tidak bisa memberikan anggaran yang sama jika permasalahannya tidak sama,” ujarnya.
Bupati juga menegaskan bahwa mayoritas anggaran sarana prasarana pendidikan akan dialihkan langsung ke sekolah agar penanganannya lebih cepat dan tepat. Ia menilai guru dan pihak sekolah adalah pihak yang paling memahami kerusakan dan kebutuhan ruang belajar di tempat mereka. Namun demikian, ia menekankan pentingnya pengelolaan dana secara musyawarah dan akuntabel.
“Sekolah harus menentukan prioritas perbaikan bersama, bukan hanya keputusan kepala sekolah. Tapi jangan sampai sibuk mengurus anggaran lalu lupa mengajar,” pesannya.
Aulia menambahkan bahwa perbaikan infrastruktur kelas bukan hanya soal kenyamanan, melainkan investasi jangka panjang dalam peningkatan kualitas SDM daerah. Menurutnya, ruang kelas yang sehat dan bersih akan membuat siswa lebih fokus dan guru mengajar lebih optimal.
“Ketika ruang belajar bagus, semangat belajar pasti meningkat. Itu fondasi untuk membangun generasi yang lebih cerdas,” katanya.
Melalui pendekatan baru ini, Pemkab Kukar berharap kesenjangan fasilitas antar sekolah dapat diperkecil dan seluruh siswa baik di perkotaan maupun pedalaman dapat menikmati ruang kelas yang aman, nyaman, dan layak untuk belajar.
ADV Bagian Prokompim Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















