KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru dan pemetaan jalur karier bagi lulusan SMA. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengungkapkan bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berorientasi jangka pendek, melainkan membutuhkan konsistensi dan arah kebijakan yang berkelanjutan.
Dalam arahannya, Aulia menekankan pentingnya meningkatkan kualitas guru sebagai langkah utama membangun sumber daya manusia. Ia menegaskan bahwa program Seribu Guru Sarjana akan terus dilanjutkan, dan pemerintah berkomitmen memperluas dukungan ketika kondisi APBD membaik.
“Kalau mau kualitas siswa membaik, kompetensi gurunya harus ditingkatkan. Kami akan bantu bukan hanya biaya kuliah, tetapi juga biaya hidup jika keuangan daerah memungkinkan,” tegasnya, Senin (24/11/2025).
Selain peningkatan guru, Pemkab Kukar juga menyiapkan kebijakan baru untuk memetakan masa depan siswa SMA. Ia mencontohkan pendekatan pendidikan di Singapura yang membedakan jalur kuliah dan jalur kerja sejak lulus pendidikan menengah. Menurutnya, pemetaan seperti ini dapat diterapkan di Kukar agar lulusan SMA tidak bingung dalam menentukan arah masa depan.
“Identifikasi siswa kelas XII: siapa yang mau kuliah, siapa yang mau bekerja. Yang mau kuliah, pastikan terhubung dengan beasiswa daerah. Yang mau bekerja, siapkan pelatihan yang relevan,” ujarnya.
Program tersebut akan diintegrasikan melalui Kukar Siap Kerja, yang memberikan pelatihan vokasi bagi siswa yang berorientasi langsung masuk dunia kerja. Pemetaan ini juga akan melibatkan kecamatan dan organisasi profesi untuk memastikan pendataan berjalan merata di seluruh wilayah.
“Kita tidak ingin lulusan SMA menjadi pengangguran baru. Mereka harus produktif, minimal mampu menghidupi dirinya sendiri,” tambah Aulia.
Aulia menegaskan bahwa konsistensi kebijakan jangka panjang menjadi kunci pembangunan pendidikan. Pemerintah, katanya, tidak boleh terjebak pada keinginan membangun warisan pribadi, tetapi harus fokus pada keberlanjutan program agar hasilnya dapat dirasakan hingga puluhan tahun ke depan.
“Kita membangun fondasi, bukan sekadar proyek. Yang kita pikirkan adalah wajah pendidikan Kukar 20 tahun mendatang,” pungkasnya.
ADV Bagian Prokompim Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















