Menu

Mode Gelap
Blukar 2026 Resmi Dimulai, Jelajah Alam Kukar Lewat Konsep Overland Dan Sport Tourism DPRD Samarinda Perketat Pengawasan MBG, Celni Tekankan Standar Kesehatan Dapur dan Dukung Pengembangan Seni Budaya Pansus II DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Target Selesai Tahun Ini KPU Se-Indonesia Dukung Pembangunan IKN, Bahas Penataan Dapil Khusus Pemilu 2029 IKN Buka Peluang Kolaborasi Konstruksi, Tekankan Kualitas dan Inovasi

BERITA DAERAH · 27 Nov 2025 16:15 WITA ·

Jam Nirum Terancam Usia dan Perubahan Iklim, Disdikbud Kukar Siapkan Strategi Penyelamatan Bangunan Ikonik Tenggarong


 Jam Nirum yang terletak di samping Masjid Jami' Adji Amir Hasanoeddin, Tenggarong, merupakan benda bersejarah dan cagar budaya yang kini mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah melalui Disdikbud Kukar. Perbesar

Jam Nirum yang terletak di samping Masjid Jami' Adji Amir Hasanoeddin, Tenggarong, merupakan benda bersejarah dan cagar budaya yang kini mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah melalui Disdikbud Kukar.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Di balik kemegahannya sebagai ikon Kota Tenggarong, Jam Nirum kini menghadapi ancaman serius. Usia bangunan yang hampir satu abad, cuaca ekstrem Kalimantan Timur, serta tekanan urbanisasi disebut menjadi tantangan utama dalam upaya pelestarian salah satu peninggalan kolonial paling penting di Kukar.

Pamong Budaya Ahli Muda Disdikbud Kukar, Mohammad Saidar atau Derry, mengungkapkan bahwa kondisi Jam Nirum perlahan mengalami perubahan akibat pelapukan material, kelembaban tinggi, serta perubahan iklim yang memengaruhi struktur bangunan. Menurutnya, perawatan Jam Nirum tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional.

“Kita dihadapkan pada dilema antara mempertahankan keaslian material dengan kebutuhan restorasi modern. Perubahan iklim membuat pekerjaan konservasi semakin menantang,” jelas Derry, Kamis (27/11/2025).

Jam Nirum yang dibangun pada 1936 dengan arsitektur Indische Empire itu mulanya dirancang untuk iklim tropis masa kolonial. Namun, perubahan lingkungan Kota Tenggarong yang semakin padat dan dinamis membuat kondisi bangunan harus mendapat perhatian ekstra. Intensitas hujan, suhu panas yang ekstrem, serta polusi kota disebut berpengaruh pada ketahanan material.

Di sisi lain, minimnya tenaga konservator budaya juga menjadi persoalan krusial. Disdikbud Kukar kini hanya memiliki sumber daya terbatas untuk melakukan kajian mendalam terhadap kebutuhan konservasi bangunan bersejarah.

“Usianya sudah nyaris satu abad. Kalau tidak ditangani secara ilmiah, kita bisa kehilangan salah satu aset sejarah paling penting di Tenggarong,” ujar Derry.

Lokasi Jam Nirum yang berada di antara Museum Mulawarman dan Masjid Jami’ Adji Amir Hasanuddin menambah urgensi pelestarian kawasan. Bangunan ini tidak hanya menjadi penanda waktu, tetapi juga penghubung sejarah antara masa Kesultanan Kutai Kartanegara dengan periode kolonial Belanda.

Tekanan modernisasi kota juga membuat aktivitas masyarakat di sekitar kawasan meningkat, sehingga diperlukan penataan ulang untuk melindungi Jam Nirum dari getaran, kepadatan lalu lintas, dan potensi kerusakan akibat aktivitas publik.

Disdikbud Kukar sedang menyusun sejumlah langkah strategis, termasuk kajian struktural, rencana restorasi bertahap, dan penguatan status Jam Nirum sebagai bagian penting dari kawasan cagar budaya. Bahkan, pemerintah juga mempertimbangkan penggunaan teknologi pemantauan kondisi bangunan secara berkala.

Selain itu, program edukasi sejarah juga diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, agar memahami pentingnya pelestarian bangunan tua bukan hanya sebagai objek foto, tetapi sebagai rekam jejak identitas daerah.

“Jam Nirum adalah monumen hidup. Ia merekam peristiwa dan perubahan zaman. Kalau dibiarkan rusak, berarti kita membiarkan memori kolektif masyarakat ikut hilang,” tegas Derry.

Dengan tantangan pelestarian yang semakin kompleks, pemerintah daerah diharapkan memperkuat dukungan anggaran dan kebijakan pelindungan cagar budaya agar Jam Nirum tetap kokoh menjadi simbol sejarah, bahkan pada masa depan.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Blukar 2026 Resmi Dimulai, Jelajah Alam Kukar Lewat Konsep Overland Dan Sport Tourism

24 April 2026 - 18:00 WITA

aul0000001

DPRD Samarinda Perketat Pengawasan MBG, Celni Tekankan Standar Kesehatan Dapur dan Dukung Pengembangan Seni Budaya

24 April 2026 - 17:00 WITA

dprdkota02

Pansus II DPRD Samarinda Matangkan Raperda Pasar Rakyat, Target Selesai Tahun Ini

24 April 2026 - 16:00 WITA

dpdrkota01

Celni Soroti Insiden Jurnalis Saat Demo, Dorong Pendekatan Dialog Redam Konflik

23 April 2026 - 17:00 WITA

kn010

PAW DPRD Kaltim Tinggal Tunggu Restu Pusat, Celni: Administrasi Sudah Tuntas

23 April 2026 - 16:30 WITA

kn09

Pansus LKPJ DPRD Samarinda Soroti Proyek Pendidikan Belum Rampung, Tegaskan Tak Boleh Mangkrak

23 April 2026 - 16:00 WITA

kn08
Trending di BERITA DAERAH